Puisi 4 November

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Project
dipublikasikan 04 November 2016
Puisi Agama dan Diskriminasi

Puisi Agama dan Diskriminasi


Kategori Puisi

19.3 K Tidak Diketahui
Puisi 4 November

Puisi 4 November

Denny JA

Tasbih yang ia genggam bersuara
Sajadah tempatnya sujud berkata
Mukena yang ia kenakan bergema
Ayo Mona
Bersikap segera

Namun Mona tak kunjung bersikap
Pikiran terkunci rapat

Ini tahajud ketiga sudah
Mona tetap tiada kuasa

Gelombang massa semakin besar
Jakarta bergetar
Di Istiqlal mereka berkumpul
4 November menjadi simpul

Bahkan Ayahnya dari kampung
Datang ke sana bergabung
Membayangkan menjadi syuhada
Panggilan agama datang sudah

Di istiqlal mereka bersua
Mata mereka menyala-nyala
Adakah People power datang kembali
Yang pertama setelah Reformasi

Kiai yang ia suka
Bahkan menulis terbuka
"Jika aku mati karena ini aksi
Ini takdir terbaikku dari Ilahi"

Namun suami yang ia sayang
Ada di barisan yang menentang
Berbondong di social media
Kabarkan ini aksi sebagai petaka

Ujar suami di Facebook
Ujar suami di twitter
Ujar suami di Instagram
Ujar suami di Youtube
Jangan mundur walau selangkah
Jangan bhineka dikalahkan massa
Lawan selagi bisa
Menyesal kemudian tiada guna
Ini Indonesia
Bukan Suriah
Merdeka!!

Ayah memintanya bergabung
bersama para syuhada
Suami memintanya bergabung
bersama para pejuang
Suami berhadapan dengan Ayah
Dua lelaki pujaan
Kini berseberangan
Cinta versus Cinta

Ia harus putuskan segera
Ikut Ayah?
Atau ikut Suami?

Ditenangkannya diri
Mendengar orang bernyanyi
Lagu September yang ceria
Dinyanyikan Vina Panduwinata
Lagu Desember yang kelabu
Dinyanyikan Yuni Shara

Bagaimana dengan November, ujar Mona
Apakah ini November yang ceria?
Ataukah November yang kelabu?

Mona tak kunjung bersikap
Mona terbelah
Mona adalah Indonesia..

4 November 2016

 

 

  • view 222