Sidharta di 3 Musim

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Filsafat
dipublikasikan 26 Juli 2016
Sidharta di 3 Musim

Sidharta di 3 Musim

Denny JA

Inikah taman itu?
Tanya Sidharta kepada hatinya sendiri

"There is a garden beyond right and wrong
I will meet you there"

kutipan puisi
dari maha guru Jalaluddin Rumi
Sudah dibacanya sejak 30 tahun lalu.

Mulai hari tersebut
Ia habiskan waktu menemukan taman
Tempat yang melampaui benar dan salah
Ia mencari
dan mencari
dan mencari
Tiada henti
Dari satu gunung ke gunung
Dari satu pulau ke pulau
Dari satu sungai ke sungai

Kadang putus asa Sidharta
Kadang diurungkannya pencarian
Namun taman ajaib itu
Selalu menghantui

Sampai suatu ketika
Angin membawa perahunya ke tengah laut
Ombak seolah menjadi komando
Perahu tak lagi bisa dikontrolnya
Seolah alam bersatu mengemudikan perahu

Ia pun sampai di sebuah pulau yang gaib
Sebuah taman tersembunyi
Tiada jalan setapak
Ini tanah tak pernah dikunjungi

Sidharta membuat kemah di sana
Tiada jumpa manusia lain
Lama sudah ia bermukim

Di pulau itu,
Segala hal menjadi puncak
Ketika bahagia, bahagianya memuncak
Ketika sedih, sedihnya memuncak
Ketika rindu, rindunya memuncak
Ketika sepi, sepinya memuncak
Ketika riang, riangnya memuncak

Di pulau itu,
Ia menjalani hidup yang belum pernah dirasakan
Ia berbahagia yang belum pernah dirasakan
Ia hening yang belum pernah dirasakan
Ia meneguk keindahan yang belum pernah dirasakan

Tepat tiga musim
Selesai tapa brata
Ketika bulan purnama

Tahulah Sidharta
Pulau itu adalah cinta sejati
Tak pernah dikunjungi
Karena tempatnya ada di hati sendiri
Namun di pucuknya
Di kedalamannya
Tiada banyak manusia yang pernah sampai ke sana
ke pucuk diri

Tahulah Sidharta
Ia sampai ke taman ajaib
Bukan karena mencari
Justru ketika ia berhenti mencari
Dan menikmati apa yang hadir
Taman itu justru datang padanya

Tahulah Sidharta
Perahu yang membawanya
Ombak yang membawanya
Angin yang membawanya
Tidak ia yang ciptakan
Tapi mereka datang sendiri
Mereka hanya buah pengalaman yang intens
Sangat intens

Tahulah Sidharta
Perahu tak harus perahu
Ombak tak harus ombak
Angin tak harus angin
Mereka bisa saja
Hanya kiasan perenungan yang dalam
Hanya kiasan keheningan yang puncak
Hanya kiasan cinta sejati seorang kekasih

Juli 2016

 

 

 

  • view 468