Baik dan Buruk

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Filsafat
dipublikasikan 17 Juli 2016
Baik dan Buruk

Baik dan Buruk

Akankah datang suatu masa?
Baik mengalahkan buruk?
Terang mengalahkan gelap?

Sidharta tapa brata
Suara air sungai
Sepoi angin subuh hari
Tiada lagi terdengar
Keheningan menghentikan waktu

Tiba-tiba
Kuda bersayap membawa Sidharta terbang
Melesat jauh sekali
Lama sekali
Cepat sekali
Terkaget Sidharta
Ia kini di lain dunia
Ia bertahta di dunia gaib
Sejarah terbentang dihadapannya
Dari awal hingga akhir waktu
Ia melihat segala
Inikah dunia hakekat?
Rahasia hidup datang ungkapkan diri?


Sidharta mengamati saja.
Dihadapannya;
Pohon berubah menjadi pondok
Pondok berubah menjadi mall dan hotel
Sesajen berubah menjadi kuil, candi, gereja mesjid, perpustakaan
Anak panah berubah menjadi meriam, senapan, bom nuklir
Zaman berubah warna warni

Namun Sidharta melihat segala
Matanya menembus ke dalam hati
Terlihat pula apa yang tersembunyi dalam sanubari
Di kalangan manusia purba
Di kalangan mereka yang pakai koteka
Di kalangan komunitas dengan jas dan dasi
Di kalangan yang memakai hijab di kepala
Di kalangan yang melenggok dengan rok mini

Tetap tersembunyi kegelisahan yang sama
Tetap tersembunyi kedamaian yang sama
Baik dan buruk menetap di hati mereka
Zaman tak mampu mengubahnya
Agama tak mampu mengubahnya
Ilmu pengetahuan tak mampu mengubahnya

Baik tak pernah mengalahkan buruk
Buruk tak pernah mengalahkan baik
Berpasangan mereka dari zaman ke zaman
Di dalam hati manusia

Sidharta memandang sekeliling
Semesta tak bertepi
Bumi manusia hanya setitik debu
Ada atau tiada bumi manusia
Tak berpengaruh apa-apa
Bagi ibu semesta maha luas

Pengertian datang di kepala Sidharta
Baik dan buruk semata hanyalah persepsi
Sepenuhnya mereka produk pikiran
Bagi semesta, semua sama saja
Bumi lahir
Bumi hancur
Tiada berbunyi
Kelahiran
Kematian
Tiada bermakna

Sidharta terdiam lama sekali
Bagi dunia manusia
Baik dan buruk adalah segala
Ajaran kebaikan mewarnai semua agama
Kebaikan melahirkan banyak pahlawan
Gula-gula hingga Surga
Ditawarkan untuk kebaikan

Sidharta kembali pada posisi semula
Tapa brata di pinggir sungai subuh hari
Bagaimanapun ia hidup di dunia manusia
Kebaikan tetap harus dibela
Walau baik tak pernah total menghabiskan buruk
Walau terang tak pernah total menghabiskan gelap


Dipinggir sungai
Di subuh hari
Diperolehnya pengertian
Kebaikan bersumber dari pikiran
Inilah ayat pertama semua ajaran seharusnya

Namun
Mengendalikan pikiran
Mengheningkan pikiran
Mendamaikan pikiran
Lebih mudah dilakukan
Tidak lewat ajaran
Tapi lewat meditasi
Lewat tapa brata

Denny JA
Ubud, Bali, Juli 2016

 

 

 

  • view 478