Bab 4C: Kemenangan Kecil dalam Perjuangan

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Motivasi
dipublikasikan 09 Juli 2016
Bahagia itu Mudah dan Ilmiah

Bahagia itu Mudah dan Ilmiah


Buku Kecil

Kategori Acak

9.3 K Hak Cipta Terlindungi
Bab 4C: Kemenangan Kecil dalam Perjuangan

Bab 4C: Kemenangan Kecil dalam Perjuangan

Perjuangan selalu minta pengorbanan dan derita. Pencapaian kecil dalam apa yang kita persepsikan sebagai perjuangan dalam hidup pribadi kita membawa gelora dan makna.


Bagi kita yang hidup normal: bekerja, terlibat dalam rutinitas sehari-hari, apa yang bisa dipetik dari Nelson Mandela, untuk diracik dalam hidup kita?

Di sebuah pengadilan, Johanesburgh, Afrika Selatan, 20 April 1964, Nelson Mandela mengucapkan sebuah pidato pembelaan. Pidato ini kemudian dikenang sebagai salah satu dari "the great speech of century." Pesan ucapannya mewarna politik Afrika Selatan kemudian hari.

Pidato itu juga mengambarkan dengan singkat karakter utama Nelson Mandela: "I am prepared to die." Saya siap untuk mati.

Ujar mandela: "Saya mewakafkan diri saya selama hidup untuk Afrika Selatan. Saya melawan dominasi kulit putih. Tapi saya juga melawan dominasi kulit hitam."

"Saya selalu mengangankan terbentuknya masyarakat yang demokratis dan bebas. Di sana semua warga diperlakukan sama dalam harmoni dan damai."

"Inilah mimpi ideal yang saya ingin hidup untuk mencapainya. Ya Tuhan, jika ini bisa tercapai, dan saya harus mati sebagai gantinya, saya siap mati untuk itu."

Begitu kuat kata-kata di sana. Spirit dibalik kata-kata itu hanya mungkin lahir dari seseorang yang hidup matinya menyatu dengan sebuah gagasan, sebuah vision, sebuah perjuangan.

-000-

Karena perjuangannya, karena cita-citanya, Nelson Mandela meringkuk dalam penjara selama 27 tahun.

Umumnya waktu ia habiskan di pulau Robben. Setiap hari, ia dengan martir kecil memecah batu, dengan sengatan matahari yang panas. Lalu kembali ke kamar penjaranya yang kecil. Itulah kerja yang wajib ia lakukan sebagai tahanan.

Bahkan di dalam penjara ia tetap menyaksikan perlakuan diskriminatif. Tawanan kulit putih diberi fasilitas dan makanan yang lebih baik dibandingkan kulit hitam.

Mentalnya sengaja ingin dihancurkan. Kadang sipir penjara sengaja kencing di dekat meja makannya.

Perkawinannya hancur ketika ia masuk penjara. Ia dipisahkan dari komunitasnya dalam waktu yang sangat lama.

Apa yang terjadi kemudian? Nelson Mandela keluar penjara dalam kondisi mental dan pikiran yang sehat. Siksaan 27 tahun penjara tidak merusak spirit dan mentalnya.

Gagasan yang ia bela membuatnya tak hanya konsisten melawan kekuasaan yang menindasnya. Namun ia juga mampu mengontrol kekuasaannya sendiri.

Ketika opini dunia berbalik membela perjuangannya, ia tidak membalas dendam kepada dominasi kulit putih. Ia justru menjadi bapak yang merekonsiliasi dan mengakhiri diskriminasi kulit hitam dan juga kulit putih.

Ketika ia punya kekuasaan untuk membalas semua kelakuan buruk yang diterimanya di penjara, Mandela jusru memaafkan mereka.
.
Ketika ia punya kesempatan untuk menjadi presiden kedua kalinya, Mandela menolak. Ia memberi kesampatan kepada politisi yang muda untuk memimpin.

Ia ingin dirinya menjadi contoh kongkret bagaimana seharusnya sebuah vision diterapkan.

Karena perjuanganya, Ia dianugrahkan Nobel Perdamaian di tahun 1993.
Ia mendapatkan hadiah tertinggi dari Amerika Serikat: Presidential Medal of Freedom 2002.

Dari Uni Sovyet, ia mendapatkan Lenin Order 1990. Namanya dan hari lahirnya 18 Juli, diabadikan PBB sebagai Nelson Mandela's Day sejak 2009. Ini hari untuk menghormati Nelson Mandela, sekaligus dijadikan momentum untuk perjuangan social justice.

Tak ketinggalan di dunia musik, Stevie Wonder mendedikasikan lagu populernya: I just Call to Say I love You kepada Nelson Mandela, di tahun 1985.

Matahari apa yang tersimpan di dada Nelson Mandela? Ia bukan saja survive dari penjara brutal di Afrika Selatan selama 27 tahun. Namun ia bisa keluar penjara dan tumbuh sebagai negarawan kaliber sejarah.

Satu yg sangat menonjol dari Mandela: ia hidup untuk sebuah gagasan. Ia hidup untuk sebuah perjuangan, untuk sebuah "sense of purpose" yang sejalan dengan prinsip hak asasi manusia.

-000-

Apakah sense of purpose Nelson Mandela mempengaruhi secara positif daya
daya tahan kesehatan mental dan pikirannya?

Sebuah riset dilakukan oleh Carleton University Kanada, di tahun 2014. Riset ini mempelajari sekitar 14 tahun perkembangan 6000 responden. Mereka ingin meneliti hubungan antara individu yang memiliki sense of purpose dalam hidupnya dengan kesehatan dan level kebahagiaannya.

Responden terlebih dahulu diriset dan dipilih berdasarkan dua kategori. Pertama kelompok individu yang dari hasil riset dianggap memiliki sense of purpose dalam hidupnya. Kedua kelompok individu yang dari hasil riset dianggap tak memiliki sense of purpose.

14 tahun kemudian, 6000 responden yang sama kembali diteliti. Riset menemukan perbedaan signifikan. Responden yang memiliki sense of purpose dan arah hidup berbeda signifikan dengan responden yang tak memilikinya.

Test statistik sudah mengontrol aneka variabel lain seperi umur, dan jenis kelamin. Tapi hasilnya tetap sama, bahwa mereka yang mempunyai sense of purpose dalam hidupnya cenderung lebih sehat dan lebih tinggi level kebahagiannya.

Sense of purpose, persepsi bahwa hidup punya tujuan dan makna, menjadi vitamin enerji yang sangat ekstra khasiatnya.

-000-

Di penjara, Nelson Mandela mengutip puisi dari William Ernest Henley berjudul Invectus. Puisi ini acap dibacakan Mandela kepada rekannya di penjara untuk memberi semangat.

"I am the master of my faith. I am the captain of my soul."

Nelson Mandela selalu menjadi pribadi yang ingin perkasa mewujudkan gagasannya, menuntaskan perjuangannya.

Kita yang bekerja, punya keluarga dan bergaul secara normal tentu saja tak bisa dan tak perlu menjadi semacam Nelson Mandela. Tak perlu pula kita harus mendekam dalam penjara untuk sebuah perjuangan.

Namun aroma Nelson Mandela bisa kita racik untuk memperindah hidup. Hidup terasa datar jika kita isi hanya dengan bekerja saja, sekolah, tidur, makan dan bergaul. Racik pula aroma perjuangan, sebuah sense of purpose dalam hidup.

Pilih sebuah gagasan, sebuah cita-cita sosial yang ingin ikut kita perjuangkan sekecil apapun. Bergabunglah bersama komunitas untuk memperjuangkannya. Atau cukup kita sebarkan melalui social media secara individual. Pilihlah gagasan yang kita yakini dapat membuat lingkungan menjadi a better place.

Mungkin yang kita lakukan ada efeknya. Atau sama sekali tak ada efeknya. kita tak pernah tahu secara pasti. Namun aroma hidup yang berjuang, sekecil apapun, membuat hidup kita lebih bermakna, dan lebih romantik.

Buatlah aneka target kecil dalam perjuangan itu yang bisa dicapai. Misalnya jika kita memilih ikut menyebarkan gagasan tentang perlunya toleransi agama. Kita targetkan mengumpulkan sejumlah tulisan yang bagus untuk renungan toleransi dari aneka tokoh.

Kita bisa pula membuat target menyebarkan tulisan itu kepada publik luas di social media. Pada waktu tertentu, kita targetkan kampanye lewat twitter, lalu facebook, lalu instagram, dan sebagainya.

Lebih jauh lagi, kita bisa pula membuat target mengarang tulisan sendiri soal toleransi dalam beberapa artikel. Lebih maju lagi kita mentargetkan menuliskannya dalam sebuah buku.

Aneka target itu akan menghasilkan serial kemenangan kecil yang membuat hidup kita lebih bermakna dan bahagia.***

 

 

  • view 161