Apakah di Surga ada Internet?

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 29 Januari 2016
Apakah di Surga ada Internet?


Apakah di Surga Ada Internet?
Denny JA

"Ibu, apakah internet tersedia di surga ?
Apakah Google bisa dibuka di sana?
Apakah Youtube juga ada?
Di surga, apakah aku tetap bisa kirim Instagram ke Rini dan Rama?"

Ibu kaget dan terpana
10 tahun sudah Rosa berusia
Ia begitu gandrung dengan social media
Namun pertanyaannya celaka

Bulan jatuh di kepala
Namun sang ibu berlagak tenang saja

"Aku tak mau ke surga
Jika internet tak tersedia
Aku ingin tetap di dunia saja
Asyik dengan social media."
Lantang sekali Rosa berkata.

"Dengar baik-baik, sayangku Rosa.
Ibu memeluk menenangkannya
Surga itu sempurna
Lebih nikmat dari social media."

"Salah ibu, surga tak sempurna
Jika tak tersedia social media
Aku tak mau masuk surga"
Merajuk si Rosa.

Ibu terdiam terpaku
"Harus kupuaskan anakku
Tapi sungguh aku juga tak tahu
Namun aku harus jujur selalu."


Pergilah ibu yang terpana
Ia bertanya kepada ahli agama
Empat ahli ditemuinya
Apakah ada internet di surga?

Ahli pertama berkata:
"Pukul saja pantatnya
Agar tak sembarang bertanya
Mumpung anakmu masih belia
Tanamkan selalu doktrin agama
Ceritakan soal jahanam neraka
Banyak tanya itu setan temannya"

Ahli kedua berseru:
"Segala cara yakinkah anakmu
Surga itu semua yang indah menjadi satu"
Ia tinggal minta ini dan itu
Social media tak lagi perlu.
Kisahkan itu berulang- ulang
Kapanpun ada peluang
Agar iman anakmu pada agama
Melampaui akalnya"

Ahli ketiga bercerita
"Di kitab suci semua agama
Memang tak pernah ada kisah
Tak ada gambaran social media
Yang bisa kita nikmati di surga

Namun untuk kebaikan Rosa
Katakan saja di surga ada social media
Di Surga itu justru sumbernya
Tak apa kamu bohongi saja"

Ahli keempat lebih terbuka.
"Kitab suci sudah menggambarkan surga
Paling dahsyat bagi zamannya
Paling nikmat bagi manusia
Yang hidup dahulu kala

Seribu tahun lalu
Bayangan surga sudah pas seperti itu
Tiada ada yang melebihnya
Tiada ada yang lebih fantastik darinya
Mereka ingin abadi di situ
Pindah dari dunia yang kelu

Siapa yang tak ingin hidup di sungai susu?
Didampingi bidadari selalu.
Awet muda sepanjang waktu
Makan minum tak henti dijamu

Mereka rela mati untuk surga
Mereka rela susah untuk surga
Mereka kontrol diri untuk surga
Surga serba sempurna

Namun bagi manusia masa kini
Jika surga seperti itu tak menarik lagi
Mereka minta peta baru surga
Yang menyediakan social media

Zaman sudah sangat berbeda
Selera jauh sudah
Peta surga perlu diperbaharui
Agar diidamkan telinga masa kini

Namun siapa yang berani?
Menggubah gambaran surga abadi?
Itu sudah terpatri di kitab suci
Sudah terkunci.
Jika agama selalu revisi
kembali direvisi
Yang diyakini
akan berbeda dengan yang asli!

Mendengar empat ahli agama
Ibu semakin bingung terpana
Para ahli agama berbeda-beda
Tiada pendapat yang sama

Kembali bulan menimpa ia punya kepala
Tapi Sang ibu berlagak tenang saja

Apa daya
Itulah surga yang ada
Di kitab suci tak diceritakan social media
Ia harus jujur pada putrinya Rosa

Dipeluknya putri semata wayang
Dibisikannya dengan sayang

"Dengar anakku
Camkam di pikiranmu selalu"

"Tak usah kau dipusingkan oleh surga
Nikmati penuh hidupmu di dunia
Berbuat baik saja
Berbuat baik bukan karena kau ingin masuk surga
Berbuat baik karena kau cinta manusia"

Ditatapnya mata sang bocah
Dunia yang tak berdosa
Semesta yang merekah
Berharap matahari terbit di sana

Rosa terdiam terpaku
Ibu ternyata juga tak tahu
Di hati, Rosa menggerutu
Ujarnya kelu:
"Surga tanpa social media,
apa indahnya?"

Akhir Januari 2016

?

?

?

?

?

?

?

?