The Science of Happiness (21): Mencicipi Passion Walt Disney

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Motivasi
dipublikasikan 26 Juni 2016
The Science of Happiness

The Science of Happiness


Riset Empiris mengenai Hidup Berbahagia dengan semua dimensinya

Kategori Acak

254.8 K Hak Cipta Terlindungi
The Science of Happiness (21):  Mencicipi Passion Walt Disney

The Science of Happiness (21)

Mencicipi Passion Walt Disney
Denny JA

Suatu ketika Walt Disney berkata: "Aku mencintai Micky Mouse melebihi semua wanita yang aku kenal."

Disney menggambarkan secara jenaka soal passion, hobbynya yang sangat intens menggambar Micky Mouse. Ini hobi yang akhirnya bukan saja mengubah hidupnya, namun juga memperkaya fantasi terutama dunia anak-anak dan remaja seantero jagat.

Punyakah kita hobi yang begitu kita sukai, begitu intens, membuat hidup lebih rileks, bermakna, bahagia, tahan aneka tekanan, dan aneka kesulitan? Hobi macam apakah itu?

-000-

Sejak usia empat tahun Walt Disney begitu suka menggambar. Segala hal digambarnya. Ia hidup dalam keluarga yang miskin dan ayah yang otoriter. Menggambar tempat ia melarikan diri dan menemukan kesenangan.

Sejak umur 10 tahun ia harus bekerja membantu ekonomi keluarga. Jam 4.30 subuh ia sudah harus bangun. Ia menjadi loper koran, mendistribusikan koran Kansas City Times kepada pelanggan. Sore hari kembali ia harus mendistribusikan koran yang lain: Kansas City Star.

Kerja rutin dan melelahkan di kala usianya masih anak-anak membuatnya tak fokus di sekolah. Ia dianggap anak yang gagal karena nilai kelasnya selalu buruk. Disney mencari hiburan dengan hobinya menggambar mengalihkan perhatiannya dari kegagalan.

Di umur 22 tahun Walt Disney bekerja di koran Missouri sebagai ilustrator. Namun ia dipecat oleh atasannya karena dianggap tidak berbakat dan kurang kreatif. Itu membuatnya sedih karena menggambar hobi yang sangat disukainya.

Di tahun 1922, ia bersama parner mendirikan perusahaan Laugh-O-company. Ia mulai membuat film animasi untuk aneka lukisannya. Namun setahun kemudian, 1923, perusahannya bangkrut. Ia nyaris percaya mungkin dirinya memang kurang berbakat dan tidak imajinatif.

Ia kembali membangun perusahaan untuk animasi dan mengkomersialkan lukisannya. Ia sering kehabisan modal. Keluarganya acapkali menyarankan sebaiknya ia menutup usahanya. Agar penghasilannya pasti, ia dianjurkan bekerja menjadi karyawan upahan saja di perusahaan orang lain yang mapan.

Namun Walt Disney bertahan. Hobi melukis dan membuat animasi begitu menenggelamkannya. Ia percaya pada waktunya akan sukses, dengan usahanya sendiri.

-000-

Siapa yang menduga kemudian? Persistensi membawanya sukses yang tiada tertandingi. Ia menciptakan Micky Mouse, aneka film animasi dan taman bermain Disney World (Disneyland) yang mengubah industri budaya.

Walt Disney tercatat sebagai penerima oscar terbanyak dalam sejarah. Ia dinominasikan 59 kali, dan memenangkan oscar sebanyak 22 kali. Ia pun tercatat sebagai bapak film animasi yang kini semakin canggih.

Disneyland menjadi taman permainan dan fantasi anak-anak seluruh dunia. Di California, Disneyland dibangun di tahun 1955 menyerap 16 juta pengunjung setiap tahun. Disney World yang dibuka tahun 1971 di Florida dikunjungi 17 juta orang pertahun.

Disneyland meluas ke Paris, Tokyo, Hongkong, yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya.

Walt Disney Studio sudah memproduksi lebih dari 55 film animasi yang laris dan mendapatkan aneka penghargaan.

Walt Disney si anak gagal yang dipecat karena kurang berbakat dan tidak imajinatif kini justru menciptakan film dan taman bermain (amusement park) yang paling imajinatif dan memperkaya fantasi. Tiada yang menandinginya dalam sejarah industri budaya.

-000-

Hobi Walt Disney yang begitu total pada melukis dan animasi, yang begitu menyukainya, membuatnya mampu mengatasi aneka rintangan, ejekan, kesulitan, yang berbuah sukses alang kepalang.

Aneka riset dibuat mencari tahu apa hubungan antara hobi dan level of happiness yang mampu membuat seorang individu lebih tahan tekanan, dan lebih kedap kesulitan? Apa hubungan antara hobi dengan hidup yang penuh antusias?

Robert J Valerand dari University of Quebec, Kanada mempublikasikan risetnya di tahun 2012: The Role of Passion in Sustainable Pyschological Well-being.

Yang ia maksud dengan passion adalah antusiasme dan keterlibatan seorang individu atas kegiatan yang disukainya. Hobi melukis seperti yang dialami Walt Disney termasuk dalam kategori ini.

Sementata pyschological well being ia artikan sebagai kebahagian, kepuasan hidup, yang membuat seorang individu hidup penuh makna, walau berada dalam situasi yang sulit dan menekan.

Studi ini melibatkan 500 mahasiswa yang diminta melakukan aneka kegiatan yang sangat disukai. Umumnya itu kegiatan hobi seperti bermain musik, olahraga, nonton film.

Setiap responden diminta aktif terlibat dalam kegiatan itu minimal 8,5 jam per-minggu. Namun hobi yang dipilih haruslah kegiatan yang sudah dilakukan responden sejak minimal 6 tahun lalu.

Valerand mengembangkan scale of passion untuk bisa mengkuantifikasi level dari antusiasme responden yang beragam.

Melalui uji statistik disimpulkan bahwa passion yang tinggi terhadap satu aktivitas berkorelasi positif dengan level of happiness dan konsep aktualisasi diri. Passion itu bisa menjelaskan individu lebih tahan terhadap tekanan, dan lebih persisten mencapai apa yang ia inginkan.

Kesulitan dan rintangan yang ia hadapi dapat diimbangi oleh kesenangan dan makna yang ia dapatkan karena melakukan sebuah hobi atau pekerjaan yang sangat disukai.

Kitapun tak heran mengapa si anak kecil yang awalnya gagal seperti Walt Disney tetap ngotot dan antusias dengan hobi melukisnya, dan kesukaannya pada animasi. Aneka kesulitan membuat orang biasa menyerah, namun tidak untuk individu yang memiliki passion yang kuat.

-000-

Tentu kita tak perlu memiliki hobi yang begitu menyerap tenaga dan waktu, seperti yang dialami Walt Disney. Umumnya kita memiliki hobi sebagai pengisi waktu senggang saja.

Tak ada masalah dengan hobi yang hanya sebagai selingan. Namun hobi itu perlu dijalani dengan passion, dan level kesukaan yang tinggi.

Bukan kuantitas jam yang kita habiskan untuk hobi itu yang penting. Namun kualitas kesukaan kita melakukan hobi itu, yang membuat kita merasakan lepas dari tekanan, bisa rileks sejenak. Dalam bahasa psikologinya: yang membuat kita flow: ecstasy!

Ujar Walt Disney; nikmatilah hobimu dengan total, dan hilanglah di dalamnya.

Mencicipi passion Walt Disney adalah memilih dan menciptakan sebuah hobi yang begitu kita sukai. Sebagai balasannya, kita mendapatkan hidup yang lebih bernuansa dan lebih rileks. Itu balasan yang cepat dan tunai. ***

Saur hari ke 21, 26 Juni 2016

 

 

  • view 11.1 K