Elza dan Kelincinya: Sebuah Cerpen

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 Juni 2016
Elza dan Kelincinya: Sebuah Cerpen

Kisah Elza dan Kelinci
Denny JA

Sholat tahajud baru saja selesai. Namun Elza diliputi sedih mendalam. Ia datangi kelinci di kandang. Ditatapnya sekali lagi. Kelinci itu akan diberikannya kepada orang tua asuh lain.

Elza terdiam. Kelinci itu menatapnya. Dengan menangis, kelinci itu berucap spt nabi (isa) di kayu salib:

"father, why do you forsake me"

(Bapa, mengapa kau tinggalkan aku??)


"wahai kelinciku, aku tidak meninggalkanmu. Namun apa daya menjelang lebaran harga wortel kesukaanmu menaik drastis sekali.

-000-

Elza memposting keinginannya mencari orang tua asuh bagi kelinci kesayangannya.

Posting elza dibaca oleh sahabat yang selalu peduli dengan Elza. Teman- teman elza berumbuk dgn istri dan suami. Mereka terenyuh dgn nasib kelinci yang akan disapih oleh orang tua angkat.

Masing masing mengecek google. Apa benar harga wortel naik drastis.

Di kandang, kelinci berdoa siang malam. Tuhan datangkanlah rejeki maha besar kepada Bapak elza, ayah angkatku.

Semoga naiknya harga wortel tak mengurangi cintanya padaku..

Air mata kelinci terus saja mengalir..

Elza mulai terombang-ambing. Terjadi pertempuran maha dahsyat di hatinya. tempur antara cintanya pada kelinci dan sikap realistik akibat naiknya harga wortel.

Hatinya berkata: elza jangan tinggalkan kelinci. Ia kadung mencintaimu.

Melalui google, ia cek lagi harga wortel: HA??! hari ini bahkan harga wortel bertambah mahal.

Elza menyadari ini pertempuran batin yg bisa membatalkan puasanya

Untuk menenangkan hati, ia buka youtube mengalihkan perhatian, menonton goal terindah lionel messi sepanjang masa.

Namun bayangan kelinci yg meneteskan air mata tak kunjung pergi..l

Elza lalu melirik satu boks parcel kiriman monica.

Elza mengguman. Seandainya kelinci bisa kuberi kopi gayo dari agus, atau nastar dari kak fatin, sebulan ini aku tak harus membeli wortel. Maka akan berkuranglah dilemaku.

Kelinci sedih melihat sang bapak angkatnya sedih.

Ia membujuk elza, tak apa beri saja ia kopi gayo itu. tak perlu wortel. Cinta akan membuatnya bisa memakan kopi gayo senikmat wortel.

Yang penting jangan pisahkan aku darimu bapak, kelinci kembali menangis.

Elza lama terdiam. Ia pernah mengalami aneka penderitaan berat sepanjang usia.

Namun dilema antara cintanya pada kelinci dan harga wortel yang naik, ini sebuah tempur batin yang maha. Ini ibu dari segala dilema.

Elza lalu berimajinasi yang kelewat jauh: ingin menjatuhkan Jokowi agar di era pemerintahan baru harga wortel tak semahal ini.

Namun niat revolusioner itu dihentikannya. Elza membaca usul bro Agus dan Ade: nikmatnya sate kelinci?

Bisakah kelinci itu kubuat manunggal saja pada diriku? kusatukan dirinya pada diriku dengan cara mengubahnya menjadi sate kelinci, dan kunikmati dengan penuh cinta?

Dengan cara ini, ia tak perlu lagi membeli wortel. Namun kelinci yang ia cintai dan mencintainya, tidak merasa disapih, namun menyatu dalam diri?

Oh, elza menggeleng kepala. Mana aku tega menyembelih hatiku sendiri? mana aku tega memanggang jantungku sendiri?

Elza menyadari, inilah godaan bulan puasa paling berat dalam hidupnya, ialah godaan di bulan Juni..

Elza mencoba menghubungi sohibnya yang ahli hukum. Mungkinkah kedepan ada amandemen konstitusi ke lima:

Tak hanya fakir miskin yang ditanggung negara? tapi wortel untuk kelinci juga ditanggung negara?

Teman elza yg ahli hukum terharu atas usulan Elza. Bukan karena absurdnya usulan wortel untuk kelinci ditanggung negara.

Tapi mereka merasalam betapa besar cinta dan kasih elza kepada kelinci. Itu yg lebih terasa dibalik usul amandemen

-000-

Kelinci itu sudah diasuh oleh orang tua baru. Wortelnya kini lebih segar. Kandangnya lebih luas. Udara ruangan lebih terjaga.

Namun kelinci itu setiap sore selalu menangis. Walau ia dipelihara baik, tapi ada suatu yang hilang. Itu suatu yang jauh lebih dalam.

Cinta mendalam dari ayah awalnya, bapak Elza, sungguh tak tergantikan oleh kenikmatan fisik ayah angkat baru.

Di malam yg khusyuk, kelinci berdoa. Ya Tuhan, semoga bapak elza yg kuncintai suatu ketika punya kebun yg luas. Itu tempat ia menanam wortel.

Dengan kebun itu, bapak Elza tak lagi terganggu oleh naiknya harga wortel. Dan semoga ia mengasuhku kembali.

Malaikat di sana mendengar doa mendalam. esok harinya malaikat menggerakkan elza; mengubah lapangan futsal di futsal camp menjadi sawah untuk menanam wortel..

Teman-teman elza kaget? kok futsal camp berubah sawah wortel?

Namum teman-teman elza teharu: merasakan dalamnya cinta elza kepada kelinci..

Pemilik futsal awalnya marah? mengapa ladang bisnisnya diubah menjadi ladang wortel?

Namun karena sang pemilik ini sedang getol dgn the science of happiness, ia happy saja ketika elza meyakinkan betapa wortel menurut riset akan mempengaruhi level kebahagiaan, life satisfaction dan hidup yg bermakna..

Ladang futsal kini berubah menjadi ladang wortel. Kelinci itu diambil lagi oleh Elza. Sisanya, Elza hidup bahagia dengan kelinci: Happily ever after.????????????

 

Dilihat 1.2 K