The Science of Happiness (17): Lifetime Achievement atau Kemenangan Kecil

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Motivasi
dipublikasikan 22 Juni 2016
The Science of Happiness

The Science of Happiness


Riset Empiris mengenai Hidup Berbahagia dengan semua dimensinya

Kategori Acak

252.3 K Hak Cipta Terlindungi
The Science of Happiness (17):  Lifetime Achievement atau Kemenangan Kecil

The Science of Happiness (17)

Lifetime Achievement atau Serial Kemenangan Kecil?
Denny JA

Tak perlu kecewa jika kita tak berkesempatan mencapai hal besar dalam hidup. Yaitu kemenangan sekelas lifetime achievement: pencapaian puncak yang memberikan inspirasi abadi kepada banyak orang.

Berita baiknya: setiap individu berkesempatan membangun serial kemenangan kecil dalam hidupnya, yang tak kalah berbuah bahagia. Kemenangan kecil dapat tercipta sesuai dengan kemampuan dan kondisi individu yang bersangkutan.

Hidup begitu kaya, menyediakan aneka kemenangan kecil bagi individu yang mengupayakannya.

-000-

Leopold Socha, rakyat biasa, memang mendapatkan kesempatan itu: lifetime achievement.

Suatu hari, di bulan Mei 1945, di kota Lviv Ukrania, Leopold Socha berada dalam kebahagiaan yang sangat puncak. Ia dan istrinya memasak dari pagi, berbelanja, menyediakan makan-minum bagi banyak orang, berpesta pora. Lepas sudah semua tekanan dan ketakutan yang mereka terima sebagai resiko.

Bulan Mei 1945, kekuasaan Nazi Jerman di Ukrania berakhir. Nazi dikalahkan Rusia. Selama 14 bulan Socha membantu 20 orang Yahudi bersembunyi dan hidup dalam terowongan air bawah tanah.

Selama 14 bulan 20 orang Yahudi makan, tidur, menghabiskan waktu dalam ketakutan di kegelapan terowongan itu. Mereka kadang bertengkar. Tak tahan dengan penderitaan, 10 dari mereka mati di sana.

Socha rakyat biasa Polandia. Ia bekerja dan ahli drainase, sistem pengairan bawah tanah. Ia hafal aneka saluran besar di kota itu, termasuk tempat yang aman untuk bersembunyi di dalamnya.

Ia mengambil resiko dicap penghianat negara, disiksa dan dibunuh jika misinya menyelamatkan Yahudi diketahui pemerintahnya.

Semua penduduk keturunan Yahudi dipindahkan di kamp konsentrasi sebagai kebijakan Nazisme, yang sedang berkuasa di Ukrania. Ujung dari kamp konsentrasi itu pembunuhan massal bagi Yahudi.

Beberapa keluarga Yahudi menyelamatkan diri. Socha menawarkan keahliannya, menyembunyikan mereka di satu lokasi terowongan bawah tanah. Awalnya, socha mendapatkan upah untuk kerja itu.

Setiap hari ia menyediakan makanan dan minuman bagi mereka. Ketika militer melakukan inspeksi di terowongan itu, Socha ikut mengarahkan team inspeksi agar tidak menemukan kumpulan yahudi yang ia sembunyikan.

20 Yahudi itu akhirnya kehabisan dana. Siapa lagi yang bisa membantu mensuplai mereka makanan? Socha yang tadinya bekerja untuk mereka, diupah mereka, kini berbalik mengeluarkan dana pribadi, membeli makanan, agar aneka keluarga Yahudi ini tetap hidup.

Berbulan lamanya, ia dan istri menghidupi penduduk Yahudi itu. Beberapa kali misinya dicurigai sesama penduduk. Namun ia selalu berhasil lolos, dan tiada fakta yang bisa ditemukan pemerintah bahwa ia menyembunyikan Yahudi.

Itu sebabnya, ketika Nazisme akhirnya tumbang, ia mengalami yang kita sebut lifetime achievement, kebahagian puncak yang membuat harum namanya seumur hidup.

Ia bukan saja merasakan kemenangan sebagai buah melakukan tindakan yang benar. Tindakan heroriknya sebagai rakyat biasa hidup abadi menginspirasi peradaban.

Kristine Keren seorang bocah yang ikut diselamatkan Socha tumbuh besar. Ia mencatat peristiwa itu. Kesaksian kristen dijadikan bahan dasar sebuah film berjudul In Darkness (2011).

Leopold Socha dianugrahi pemerintah Israel di tahun 1978 sebagai the Righteuos Among the Nations. Ini anugrah tertinggi kemanusiaan untuk warga non-Yahudi yang mengambil resiko mati untuk menyelamatkan Yahudi di era Holocoust.

-000-

Apa yang dilakukan Socha adalah berkah. Namun tak semua individu dapat mencapainya. Kesempatan sejarah untuk kerja heroik semacam itu tidak datang setiap saat. Tidak pula kesempatan itu datang kepada setiap individu.

Tapi setiap individu berkesempatan untuk hal lain yang tak kalah membahagiakan dirinya, ataupun lingkungan yang lebih terbatas. Yaitu melakukan aneka kemenangan kecil, atau apa yang disebut small wins.

Sebuah riset dilakukan oleh Teresa Amabile dan Steven J Kramer, dipublikasi Harvard Business Review, edisi mei 2011.

Mereka melakukan serial riset selama 15 tahun. Responden sejumlah 238 individu dibagi dalam 26 teamwork. Setiap individu diminta membuat jurnal harian situasi emosi mereka sehari-hari ketika bekerja.

Mereka juga diminta mencatatkan apa yang sedang dikerjakan di hari itu (diari), termasuk jika ada yang mereka anggap sebagai kemajuan atau kegagalan.

Riset ini total mengumpulkan kurang lebih 12 ribu entri diari. Terbaca dalam kumpulan entri itu suasa inner life, up and down setiap individu dalam rentang waktu yang panjang.

Uji statistik dan korelasi dari diari itu memberikan sebuah prinsip yang kemudian disebut the power of small wins, kekuatan dari aneka kemenangan kecil.

Setiap individu yang maju signifikan dalam apa yang dikerjakannya, menaikan emosi positif dan kreativitasnya. Pada gilirannya, emosi positif ini membuat individu itu terbantu mencapai kemajuan baru.

Sebaliknya individu yang merasa gagal dengan apa yang dikerjakan melahirkan emosi negatif dan kelesuan. Emosi negatif ini membuat kerja berikutnya akan semakin melorot.

Riset merekomendasikan pentingnya membuat target kecil yang terukur yang mudah dicapai agar selalu terbentuk perasaan kemenangan kecil itu. Lebih baik lagi setiap target kecil yang dicapai dirayakan bersama, untuk menularkan spirit itu kepada team.

Bahkan sebuah target atau pencapaian yang besar perlu dibreakdown, dipilih-pilah ke dalam tahap target yang lebih kecil. Hidup seorang individu akibatnya akan banyak diwarnai dengan serial kemenangan dan pencapaian kecil itu.

-000-

Riset selanjutnya banyak yang mengeksplor pentingnya kemenangan kecil bagi level kebahagiaan individu. Aneka kemenangan kecil itu dapat dipraktekkan tak hanya dalam karir, tapi juga dalam kehidupan sosial. Juga bisa ditumbuhkan untuk habit prilaku pribadi.

Dalam habit prilaku, misalnya, kita bisa merayakan kemenangan kecil jika setiap minggu kita bisa melakukan 3- 5 jenis kebaikan menolong orang lain. Kita bisa mengidentifikasi sebelumnya, siapa dan tindakan kecil apa yang bisa kita lakukan, yang masih dalam kontrol kita.

Dalam dunia sosial, kita bisa merayakan kemenangan kecil kita setiap bulan atau setiap tahun. Misalnya, dengan tenaga atau waktu seadanya, kita menargetkan ikut menyebarkan gagasan positif ke publik luas.

Misalnya dalam sebulan, ikut menyebarkan di social media aneka kisah inspiratif, gagasan hak asasi, atau esensi ajaran agama.

Dalam dunia karir, kita juga bisa merayakan kemenangan kecil kita dengan target yang bisa dijangkau. Misalnya, mengupayakan tabungan per-bulan dengan jumlah tertentu. Pada waktunya terkumpul dana membuka usaha sendiri. Atau pada waktunya punya rumah sendiri, dan properti tambahan untuk dijadikan pasive income.

Cara merayakan kemenangan kecil itu bisa hanya dengan berdoa dan mengucapkan syukur seorang diri saja. Bisa juga dengan mentraktir teman untuk makan bersama. Atau membuat acara syukuran yang lebih besar.

Namun efek psikologis bagi kemenangan kecil itu, apalagi jika dirayakan, disyukuri, menambah luapan emosi positif.

Ujar Franklin Rosevelt suatu ketika: romantika perjuangan dan kreativitas untuk mencapainya adalah ibu dari kebahagiaan.

Karena itu tambahkanlah suasana berjuang dalam hidup kita. Buatlah hidup menjadi serial mencapai target antara dan serial memperoleh kemenangan kecil.***

Saur hari ke 17, 22 Juni 2016

Dilihat 10.9 K