Perlukah Ahok Diselamatkan dari Teman Ahok?

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Motivasi
dipublikasikan 20 Juni 2016
People Power Menentang Ahok

People Power Menentang Ahok


Tulisan dan Puisi Pilkada Jakarta

Kategori Acak

467.7 K
Perlukah  Ahok Diselamatkan dari Teman Ahok?

Perlukah Ahok diselamatkan dari "Teman Ahok?"

Denny JA

Bisakah, perlukah, dan bagaimana menyelamatkan Ahok dari Teman Ahok?

Pertanyaan ini yang lahir setelah membaca laporan utama TEMPO 20-26 Juni 2016. Judul covernya cukup provokatif: Duit reklamasi untuk teman-teman Ahok. KPK menelusuri aliran dana pengembang reklamasi ke relawan Ahok. Kesaksian pembawa uang.

Pecinta Ahok harus menyiapkan strategi terburuk jika KPK menemukan bukti keras atas indikasi awal yang dipaparkan Majalah Tempo.

Saya menyebutnya indikasi karena semua data yang dituliskan Tempo masih berupa dugaan. Ia mungkin benar. Namun ia mungkin salah.

Jika benar, akan muncul beberapa konsekwensi: 1) adakah pasal pidana yang dilanggar dalam pemberian dana oleh pengembang reklamasi kepada Teman Ahok?

2) Apakah Ahok bisa juga dilibatkan atau teribat dalam pemberian dana itu? Karena sulit dibayangkan pengembang reklamasi memberikan dana hanya sebagai "santa clause" atau sinterklas yang murni memberi untuk Kebaikan semata? Wajar jika pengusaha memberikan dana dengan mengharapkan "umpan balik?"

3) Akan kempeskah citra moral Teman Ahok? Gerakan yang awalnya spontanitas publik yang tinggi status moralnya, ternyata hanyalah kreasi (dikendalikan) "penumpang gelap" dalam rangka bisnis belaka?

-000-

Beberapa indikasi awal yang dipaparkan Tempo akan ditelusuri KPK.

1) Proposal senilai lebih dari 20 M, kemudian berkembang menjadi 30 M yang disiapkan Cyrus Network dan Sunny Tanuwidjaya (orang dekat Ahok) untuk mendirikan Teman Ahok. Target akhir: terkumpul KTP 1 juta.

Hasan Nasbi mengakui ada proposal itu, dengan catatan bahwa proposal itu dibuat oleh teamnya yang sudah ia pecat.

2) Keterangan Andreas (tadinya bekerja di cyrus network) kepada penyidik KPK, bahwa atas usaha Sunny sudah cair dana dari dua pengembang reklasi: PT. Agung Podomoro Land dan PT Agung Sedayu Grup. Dana ini bagian proposal membangun jaringan Teman Ahok.

Podomoro memberikan dana 1,3 Miliar pada tanggal 14 April 2015. Agung Sedayu memberikan dana 7 miliar pada tanggap 19 agustus 2015.

3) Setelah dana cair, Sunny minta dibelikan mobil. Tanggal 9 Juni, Cyrus Network membelikan Sunny mobil Honda CR-V hitam seharga 470 juta, melalui transfer oleh Erika Zahara bagian keuangan Cyrus Network.

Honda CRV itu masih dipakai Sunny dengan no plat: B- 1854-TJJ.

4) Dana mengalir dari Cyrus Network untuk pendirian Teman Ahok, yg diakui Teman Ahok sebagai pinjaman. Jumlah dana kadang disebut 500 juta. Kadang 700 juta.

5) Sebelumnya, 23 Desember 2014, Ahok menerbitkan izin pelaksanaan Pulau G yang dikelola anak usaha Agung Podomoro.

Semua data di atas dituliskan Majalah Tempo lebih tampak sebagai bahan awal. Dua langkah lagi yang diperlukan: memverifikasi kebenaran data awal itu. Lalu menghubungkan semua data itu menjadi satu hubungan.

Saat itulah baru dapat disimpulkan dua hal: Telah terjadi sebuah konspirasi bisnis politik dibalik Teman Ahok yang melanggar hukum. Atau, data awal itu tak terbukti, dan tidak saling berhubungan. Tiada hukum yang dilanggar. Titik.

-000-

Kita belum tahu yang mana yang akan terjadi.

Namun pencinta Ahok sudah perlu menyiapkan semacam "damage control": menyelamatkan Ahok dari Teman Ahok jika memang skenario buruk itu terjadi.

Bagaimana caranya? Langkah paling mudah melepaskan Ahok dari Teman Ahok dan mencalonkannya sebagai calon partai politik saja. Apalagi sudah ada Nasdem, Hanura dan mungkin Golkar yang suaranya sudah cukup untuk tiket pencalonan. Apalagi jika didukung oleh PDIP.

Teman Ahok masih bisa diselamatkan dengan membersihkan gerakan civil sociery itu dari "penumpang gelapnya."

Tapi jika dugaan awal yang ditulis Majalah Tempo itu tak terbukti, posisi Ahok tentu lebih nyaman. Namun rekomendasi soal Ahok maju lewat partai politik dan pembersihan "Teman Ahok" dari penumpang gelap masih tetap relevan dipertimbangkan.***

Juni 2016

 

 

 


  • Fyan Walnuttree
    Fyan Walnuttree
    1 tahun yang lalu.
    Kenapa ada sebutan *pecinta ahok ? Tuh namanya cinta buta yah pak hehe... bukankah lebih baik jika ada sebutan *pecinta Indonesia ? Kalo selalu yang muncul adalah para pecinta buta, lalu kapan negeri ini akan maju ?

  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Mmm... Gitu, yah Pak Denny?
    Tks, infonya.