The Science of Happiness (10): Mengapa Denmark Negara Paling Bahagia?

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Motivasi
dipublikasikan 15 Juni 2016
The Science of Happiness

The Science of Happiness


Riset Empiris mengenai Hidup Berbahagia dengan semua dimensinya

Kategori Acak

252.3 K Hak Cipta Terlindungi
The Science of Happiness (10): Mengapa Denmark Negara Paling Bahagia?

The Science of Happiness (10):

Mengapa Denmark Negara Paling Bahagia?
Denny JA

Tak banyak beda menjadi orang kaya di aneka negara. Namun menjadi orang miskin di Denmark jauh lebih aman dan nyaman, ujar Prof. Richard A Esterlin dari University of California, pakar ekonomi.

Denmark mempunyai support system pemerintahan yang sangat menopang mereka yang tengah sakit, menjadi tua atau sedang menganggur. Yang diberikan Denmark lebih banyak dan lebih baik dibandingkan negara lain.

Denmark juga memiliki kualitas kehidupan social masyarakat yang hangat. Tingkat trust, saling percaya, saling memberi, dan saling menolong antar anggota masyakatnya lebih tinggi dibandingkan dengan di negara lain.

Itulah percikan dari aneka litelatur dan riset yang menjelaskan mengapa Denmark dianggap sebagai negara yang penduduknya paling bahagia di dunia.

-000-

Sejak 2012, Perserikatan Bangsa Bangsa melalui SDSN (Sustanaibel Development Solution Network) membuat measurement baru untuk mengukur kualitas hidup sebuah negara.

Pendekatan lama yang hanya mengukur kemajuan ekonomi tak lagi memadai. Para pakar melengkapi Indikator ekonomi dengan aneka indeks kualitas hidup lain, seperti social support, level of trust, freedom to choose his/her own life, pemerintahan yang bersih, skala kebahagiaan, dan sebagainya.

Ukuran baru itu disebut World Happiness Index. Kebahagian warga negara sangat sentral posisinya sebagai buah akhir dari public policy.

Di tahun paling awal, 2012, tiga negara paling bahagia versi World Happiness Index adalah Denmark, Norwegia, Switzerland. Di tahun 2013- 2015, tiga negara paling bahagia: Denmark, Switzerland dan Iceland. Kini di tahun 2016 update, tiga negara paling bahagia, tetap Denmark, Switzerland, Iceland.

Denmark selalu bertahan di rangking satu negara yang warganya paling bahagia.

-000-

Denmark pun menarik perhatian dunia. Ada apa di negara dengan penduduk kecil sekitar 6 juta ini? Mengapa negara bisa membuat penduduknya paling bahagia?

Dari sisi jumlah penduduknya, bahkan penduduk Jakarta saja lebih banyak dibanding keseluruhan penduduk Denmark.

Dilihat dari GDP perkapita, Denmark bahkan tak termasuk dalam Top 10 besar dunia.

Denmarkpun tak dihitung top 10 jika kita mengukur negara dari kekuatan militer, jumlah penerima hadiah nobel, rangking kejuaraan olimpiade, jumlah selebriti dunia yang lahir di sana.

Denmarkpun tak dihitung pula untuk rangking negara yang acap menjadi berita dunia misalnya. Atau sebagai negara pusat mode fashion. Juga Denmark tak dihitung sebagai pusat bursa efek ataupun turisme dunia.

Namun di negara itu tumbuh kualitas hidup sedemikian rupa yang membuat masyarakatnya sangat bahagia. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh European Social Survey 2010, penduduk yang merasa kurang dan tidak bahagia di Denmark (skala 1-5, dari skala 10) hanya di bawah 5 persen saja.

Padahal di banyak negara lain, prosentase mereka yang kurang dan tak bahagia bahkan ada yang di atas 50 persen.

Diantara begitu banyak yang mencoba menjelaskan "mengapa denmark?", riset yang dilakukan oleh Happiness Research Institute yang dipublikasi 2016 termasuk paling lengkap.

Riset ini melibatkan belasan pakar internasional di bidang ekonomi, psikologi, ilmu sosial dan sebagainya. Diantaranya Andrew Oswald (Princeton University). Mereka mengkompilasi data yang tersedia, dikombinasikan dengan melakukan aneka in-dept interview kepada aneka pihak yang relevan.

Mereka menemukan 8 sebab utama saling menjalin dan bersinerji.

Unsur pertama trust antar masyarakat di Denmark sangat tinggi. Mereka tumbuh dalam kultur yang saling mempercayai, kejujuran, dan mengembangkan sikap bajik.

Rasa aman warga juga sangat tinggi karena tersedia jaminan sosial yang lengkap. Dalam hidup banyak hal tak terduga seperti sakit atau kehilagan pekerjaan. Program kesejahtrraan yang dijalankan pemerintah membuat mereka nyaman.

Denmark juga termasuk negara yang sejahtera secara ekonomi walau bukan top 10.

Hal lain, di Denmark kondusif bagi kebebasan warga memilih life style yang berbeda. Di sana banyak ragam life_style mulai dari yang sangat percaya agama, sampai yang atheis. Ada pula yang hetroseks atau homoseks. Semua dibiarkan tumbuh sejauh tak ada pemaksaan dan tak melakukan kekerasan.

Sistem perburuhan Denmark nyaman, membuat pekerja tak hanya menerima gaji, tapi hubungan kerja yang sehat.

Demokrasi di Denmark tergolong tinggi. Publik percaya pemerintahannya bersih. Tumbuh banyak civil society di sana. Jenis kerja suka rela membantu orang lain cukup digemari.

Umumnya warga Denmark memilih hidup yang balancing. Di samping dunia kerja, mereka mementingkan dan memberi waktu kehidupan keluarga.

European Survey 2010 menunjukkan Denmark adalah negara yang level trustnya tertinggi. Skornya di atas Norwegia, Finlandia, Swedia dan Belanda.

Dalam riset yang dipublikasi Techinsder, 2016: 67 persen penduduk Denmark membantu orang yang tak dikenal dalam sebulan terakhir (The World Giving Index). Sekitar 20 persen penduduknya memberikan donasi kepada charity.

-000-

Saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi Denmark di tahun 2012. Di kota Kopenhagen sangat mencolok banyak penduduknya yang menggunakan sepeda ke kantor dan ke sekolah. Ini mengingatkan saya pada suasana kota Jogjakarta sekitar 20 tahun lalu.

Huffington post 2016 bahkan menyatakan 50 persen penduduk kopenhagen masa kini lebih memilih bersepeda ke kantor atau ke sekolah. Kegiatan bersepeda ini bukan saja mengurangi polusi kota. Namun juga meningkatkan fitness levels, kebugaran penduduknya.

Tour Guide yang menemani kami di sana bercerita dengan enteng saja. jIka bisnis tour sedang sepi, ia kadang bekerja juga sebagai tukang sampah kota. Ia tak begitu masalah dengan profesi tukang sampah karena ia senang membantu kota agar tetap bersih.

Di samping itu, katanya, ia tak terlalu kuatir dengan penghasilan karena pemerintah menyediakan banyak fasilitas kesejahteraan.

Uang memang penting. Tapi kualitas kehidupan sosial di Denmark jauh lebih dipentingkan warganya, ujar pakar ekonomi Denmark Christian Bjornskov.

Kitapun mengerti sekarang mengapa Denmark menghasilkan warga yang level kebahagiannya tertinggi di dunia.

Denmark contoh nyata sebuah negara dengan kualitas hidup yang tinggi, baik soal tingkat saling percaya (trust), berderma (generousity), menghargai keberagaman, layanan pemerintahan, juga soal kesejahteraan.

Ini negara yang bukan saja memberi kenyamanan bagi orang kaya. Ia juga memberi rasa aman dan tak kwatir bagi orang yang sedang miskin.

Saur hari kesepuluh, 15 Juni 2016

 

Dilihat 10.6 K