the Science of Happiness (6): Model untuk Bahagia

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Motivasi
dipublikasikan 13 Juni 2016
The Science of Happiness

The Science of Happiness


Riset Empiris mengenai Hidup Berbahagia dengan semua dimensinya

Kategori Acak

254 K Hak Cipta Terlindungi
the Science of Happiness (6): Model untuk Bahagia

The Science of Happiness (6)

Sebuah Model untuk Bahagia

Denny JA

"Ceria buah paling nyata dari orang yang bersyukur," ujar Karl Bath. Sebagai seorang teolog yang disebut terbesar di abad 20, Karl Bath mencoba merumuskan salah satu ajaran agama yang paling mudah untuk membuat orang bahagia: bersyukurlah!

Tak hanya dalam Kristen, dalam ajaran Islam dan agama lainnya, sikap bersyukur atas apa yang sudah kita miliki saat ini sangat dianjurkan.

Seperti tertera dalam Al-Quran, Surat Ibrahim;7-8; bagi yang bersyukur akan ditambahkan nikmat hidup lainnya.

Kini wisdom itu diteliti. Apa hubungan sikap hidup bersyukur dan kualitas hidup manusia? Melalui riset empirik yang sama, diteliti pula efek aneka emosi positif. Berdasarkan kapita selekta riset aneka isu, dirumuskan sebuah model untuk hidup bahagia.

-000-

Robert Emmons dari University of California dan editor kepala Jurnal Postive Psychology memimpin riset itu. Dalam waktu lebih dari 10 tahun ia meneliti lebih dari 1000 orang. Mereka yang diteliti, bervariasi, berusia 8 tahun sampai 80 tahun.

Emmons dan team membantu responden membuat apa yang disebut Journal of Gratitute. Setiap hari responden itu diminta bersyukur tentang apa yang ia alami.

Beberapa teknik dari 10 tips dianjurkan Emmons. Antara lain: mencoba mengingat hal sekecil apapun di hari itu yang pantas membuatnya bersyukur. Itu bisa hal yang besar seperti ikut menyelamatkan hidup orang lain. Ataupun hal kecil seperti menyiram bunga sehingga tidak layu.

Bisa juga rasa syukur itu justru dengan melihat lebih dalam apapun yang seolah bencana dan buruk yang terjadi di hari itu. Namun cara melihat peristiwa itu dengan persepsi berbeda. Responden justru diminta bersyukur dengan cara membandingkannya dengan kasus yang jauh lebih buruk, yang tidak terjadi.

Dalam filsafat hidup Ki Ageng Surya Mentaram, ini disebutnya dengan teknik sikap hidup yang selalu untung. Yaitu sikap hidup menerima apapun yang sudah terjadi, yang tak bisa diubah, seraya berupaya agar ke depan realitas semakin baik.

Jika misalnya hari ini jempolku yang luka, kita bisa bersikap: untung hanya jempolku yang luka bukan semua telapak tanganku. Jika telapak tangan yang luka, kita bisa bersikap untung telapak tanganku yang luka, bukan semua tanganku. Dan seterusnya.

Dengan teknik ini, setiap responden tak pernah kehabisan bahan untuk bersyukur. Hal baik bahkan buruk sekalipun tetap bisa diolah menjadi rasa syukur.

Emmons dan team lalu meneliti apa efek sikap bersyukur itu bagi kehidupan individu tersebut. Ia mengklasifikasi efek tersebut dalam tiga tataran: fisik, psikologis dan sosial.

Melalui prosedur ilmiah, ini hasil kajiannya. Secara fisik, mereka yang mempraktekkan rasa bersyukur secara rutin: kekebalan tubuhnya (immune system) lebih kuat. Tidurnya lebih nyenyak dan bangun tidur lebih segar. Ia lebih senang berolah raga dan lebih peduli dengan kesehatannya.

Secara psikologis, efek rasa bersyukur itu: hidupnya lebih ceria, lebih tahan stress. Ia lebih mengembangkan emosi positif.

Secara sosial, efek bersyukur itu: hidupnya lebih pro-social, lebih menolong, lebih baik kepada orang lain. Ia cenderung lebih membina relasi yang hangat.

Begitu fokus, detail dan panjang riset soal rasa bersyukur dilakukan oleh Emmons. Iapun kini dianggap sebagai "the world leading expert on gratitute."

-000-

Model riset empirik serupa juga dilakukan oleh banyak ahli lain untuk isu lain. Diteliti hubungan aneka karakter dan prilaku dalam hubungannya dengan hidup berbahagia.

Berdasarkan aneka temuan itu, dan temuannya sendiri, Martin Seligman mengembangkan sebuah Model untuk hidup berbahagia. Katakanlah ini semacam tips dan ringkasan populer. Tapi semua tips dirumuskan berdasarkan kajian akademik dan empirik.

Ia menamakan model itu sebagai PERMA. Yaitu singkaratan dari Positivity, Enggagement, Relationship, Meaning of Life dan Achievement.

Positivity untuk habit menumbuhkan emosi positif. Rasa bersyukur salah satunya. Banyak lagi emosi positif lain seperti optimisme, ramah, ingin membahagiakan orang lain, dan sebagainya.

Enggagement untuk habit melakukan kegiatan yang sangat kita sukai. Ini seperi Pele bermain bola. Mozart bermain musik. Atau Picasso melukis.

Setiap individu bisa memilih dan mengerjakan apa yang sangat disukainya, kapanpun ia memiliki waktu. Ini akan membuatnya berada dalam situasi Flow, intens, fokus dan bahagia.

Relationship untuk habit membangun hubungan interpersonal yang akrab dan saling menyayangi. Teruslah kita mengembangkan relasi yang peduli kepada keluarga, kekasih, sahabat, teman dan komunitas.

Meaning untuk habit memiliki arti hidup. Yaitu kembangkan sense of purpose, bahwa hidup kita ini untuk sesuatu yang lebih besar daripada ego pribadi. Misalnya ada satu kerja sosial dan gagasan ataupun sistem nilai baik yang ingin kita anut dan sebarkan. Meaning of life ini membuat kita hidup tidak hanya menjadi rutin: tidur, makan, bekerja, dsb.

Untuk memperoleh meaning of life tak harus kita punya gagasan ingin mengubah dunia. Cukup punya keinginan melakukan kebaikan setiap hari, yang dihayati, itu sudah memberikan makna.

Achievement untuk habit mempunyai target baik yang realistik, lalu mencapai dan merayakannya. Setiap individu bisa mengembangkan target apapun dalam hidupnya.

Sekali lagi target tak harus maha besar yang melampaui kemampuannya, seperti ingin membuat semua manusia masuk surga. Target yang kecil dan sehari-hari pun (small wins) sangat bermakna jika tercapai.

Contohnya, kita ingin menguasai satu alat musik dan "manggung" di perayaan komunitas.

-000-

Kajian akademik soal kebahagian sudah sedemikian menjamur. Seperti dalam kajian apapun, aneka model dan teori kebahagian tumbuh, dituliskan mulai dalam bahasa ilmiah hingga tulisan populer.

Berbahagialah kita hidup di zaman yang menyajikan begitu banyak tips bahagia.

Saur Hari ke 6, 11 Juni 2016

  • view 3.2 K