RA Kartini dan Poligami

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Puisi
dipublikasikan 20 April 2016
Puisi Agama dan Diskriminasi

Puisi Agama dan Diskriminasi


Kategori Puisi

19.2 K Tidak Diketahui
RA Kartini dan Poligami

 

RA Kartini dan Poligami

Denny JA

"Benarkah surat ini dari masa depan?"
RA Kartini gemetar ditahan
Dicermatinya tanggal surat itu dengan keras
April 2016

Diliriknya lagi almanak di kamarnya
Hari itu 21 April 1902
Hari ultahnya yang ke dua puluh tiga
"Mungkinkah itu?
Seseorang dari abad 21
mengirimkan surat padaku?"

Kertas surat disentuhnya
Kotak yang muncul tiba tiba di beranda dielusnya
Semua dari bahan yang tiada di zamannya
Ini bukan karya di eranya

Tergesa, surat ia baca:


"RA Kartini yang terhormat
dari masa depan ini surat"

"Satu abad setelah dirimu tiada"
Emansipasi wanita
Sudah menjadi budaya bersama
Kita sudah punya pengusaha wanita
Sudah punya presiden wanita
Sudah punya ulama wanita
Sudah punya intelektual wanita
Sudah punya olahragawan wanita
Sudah punya seniman wanita

Tiada terbayangkan ini oleh zamanmu
Mungkin juga tidak oleh dirimu

"Di setiap hari lahirmu
Kami peringati selalu
Kamu dikenang sebagai pahlawan
Pejuang emansipasi wanita tiada lawan"

(Lanjut, surat dibaca)

"Namun bukan itu maksud suratku
Aku ingin sempurnakan citramu"
Kami butuh pejuang lebih berjibaku.
Sesuatu tentang dirimu
Sangat menggangguku
Bisa kamu ubah, tentu!

(Semakin tak mengerti, Kartini
Tapi isi surat menggetarkan hati)

"Tahun depan dirimu akan dipinang
Suamimu nanti bupati Rembang
KRM Adipati Ario Singgih ia punya nama
Dirimu menjadi istri keempatnya

"Surat ini memintamu membatalkan
Poligami jangan pernah kau lakukan
Citramu terganggu sebagai pejuang
Mengapa dirimu tak melawan?"

"Ingat pesanku dari masa depan
Batalkan pernikahan!
Hanya satu kata: Lawan!"

2016, tertanda Rosa Marimis
Sesama aktivis feminis
Pemuja Kartini
Tapi anti-poligami"

Kartini semakin teryakinkan
Tapi benarkah ini surat dari masa depan?
Bagaimana ia bisa tahu?

Surat menjelma pentung raksasa
Memukul keras pikirannya
Membuat RA Kartini merenung
Dan sedikit linglung

"Apakah rencana pernikahanku
Permintaan tercinta ayahku
Menjadi istri keempat
Bupati yang kuasa sangat
Menghambat perjuanganku?
Mengganggu kaumku?

Mata Katini gemetar
Hidungya gemetar
Telinganya gemetar
Rambutnya gemetar

Kartini membalas surat itu
Ia tumpahkan dirinya selalu
Air matanya menetes pilu
Begitu panjang kata bertalu
Kartini jelaskan ini dan itu
Sangat detail soal poligami
Sangat detail apa yang ia alami

Air matanya terus mengalir
Dari hulu ke hilir
Menjulur ke tanah menjadi telaga
Ikan berenang di dalamnya
Merasakan Kartini punya derita

Di dalam kotak, surat Kartini letakkan
Berharap pesannya sampai kepada masa depan
Dan Buuum!!!!
Seketika kotak itu raib.
Ajaib!!!

1903, setahun kemudian
Tiada yang bisa menahan
Menikah Kartini
Berpoligami Kartini
Menjadi istri keempat Kartini

Namun sekolah didirikan kartini
Pendidikan untuk perempuan diperjuangkan Kartini
Emansipasi wanita diimpikan Kartini
Suaminya memahami
Mendukungnya tiada henti
Hingga ajal menjemput Kartini

Soal mengapa ia berpoligami
Sudah ia jelaskan itu dan ini
Ia harap suratnya sampai ke masa depan

Namun tak pernah sampai surat Kartini
Tidak di dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang
Tidak pula ke tangan sang pengirim

Rosa, aktivis feminis tahun 2016
Yang mengirim surat pedas
Didebat temannya keras


"Kartini sudah lakukan apa yang bisa
BUkan tokoh komik Super Hero ia!
Berhentilah menggugat
Terima apa yang sudah tersurat"

Tapi Rosa tetap menanti
Ia tak ingin itu misteri
Setiap hari, pagi dan senja
Kamar diperiksanya
Mencari kotak yang ia kirimkan
Menunggu surat balasan

Tak lama kemudian di waktu subuh
21 April 2016 berlabuh
Rosa kaget terpana
Kotak ajaib sampai di kamarnya
Di dalam kotak itu
surat balasan yang ditunggu
Dari RA Kartini
Ya, dari RA Kartini

Surat dibacanya lagi dan lagi
belasan kali
Puluhan kali

Rosa menangis
Dari plafon kamarnya yang amis
Turun hujan gerimis

Kini Ia memahami sepenuhnya
RA Kartini bisa ia terima
Apa adanya

Rosa mulai mengerti
Mengapa Kartini berpoligami
Walau ia tetap tak menyetujui
Baginya kini dan nanti
Poligami musuh emansipasi

Rosa menyalakan lilin di taman
lagu Ibu Kita Kartini ia nyanyikan
Ultah RA Kartini ia rayakan
Kini Kartini lebih ia hormati
Kini Kartini lebih ia cintai

rumput, angin dan lampu
Bunga, handphone dan pintu
Bersama Rosa selalu
Ikut menyanyikan lagu itu

"Ibu kita Kartini putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya"

 

***

21 April 2016

 

 

 

 

 

 

 


  • desy febrianti
    desy febrianti
    1 tahun yang lalu.
    Saya setuju..perempuan yang dipoligami tidak lantas menjadi mati kreativitas dan impiannya..Poligami tidak merenggut hak perempuan untuk maju.

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Iya yaa.. masuk akal juga surat dari masa depan itu...

    Yang jadi pertanyaan apakah wanita yang mau di poligami adalah wanita pengagum kartini??