Ayu Ting Ting dan Ahok dalam Kisruh RS Sumber Waras

Denny JA
Karya Denny JA Kategori Politik
dipublikasikan 19 April 2016
People Power Menentang Ahok

People Power Menentang Ahok


Tulisan dan Puisi Pilkada Jakarta

Kategori Acak

468.3 K
Ayu Ting Ting dan Ahok dalam Kisruh RS Sumber Waras

Ayu Ting Ting dan Kisruh Ahok di RS Sumber Waras

Denny JA

Tak diduga, lagu Ayu Ting Ting: Alamat Palsu, menjadi relevan untuk kasus dugaan korupsi yang kini melibatkan Ahok, BPK, DPR dan media nasional, dalam kasus pembelian RS Sumber Waras.

Di lagu Ayu Ting Ting, ia hanya mencari kekasih yang menghilang, tak tahu rimba. Ketika ia mengecek alamat sang kekasih, ternyata yang ia dapat adalah alamat palsu belaka.

Salah satu penggalan lirik Ayu Ting Ting:

"Ke sana ke mari membawa alamat
Namun yang kutemui bukan dirinya
Sayang yang kuterima alamat palsu"

Namun Ahok dan BPK tidak sedang mencari alamat kekasih. Mereka berseteru soal alamat yang sebenarnya dari tanah yang dibeli oleh Ahok (pemda DKI).

Ahok merujuk pada alamat resmi yang tertera di akte: di jalan Kiai Tapa. Tapi BPK selaku auditor berpegang pada data lapangan, bahwa setelah dicek di lapangan alamat itu ada di Tomang Utara.

Tak mungkin keduanya benar. Salah satu alamat yang diperdebatkan adalah alamat palsu. Mungkinkah yang di akte itu alamat palsu? Ataukah yang dijadikan landasan tuduhan BPK adalah alamat palsu?

Persoalannya, beda dua alamat ini adalah perbedaan harga NJOP senilai sekitar 191 milyar. Siapa yang salah dalam merujuk alamat akibatnya sangat besar bagi yang salah.

Jika Ayu Ting Ting yang salah ke alamat palsu, ia hanya tak jumpa kekasih saja. Ia hanya merana di hati dan bernyanyi sedih.

Namun jika Ahok yang salah membuat keputusan karena tak mengecek lapangan, dan di akte itu yang tertera adalah alamat palsu, akibatnya kerugian negara 191 milyar.

Resiko buat Ahok bisa beragam. Dari yang paling ringan, ia dianggap lalai mengecek lapangan dan mengakibatkan kerugian negara, tapi Ahok tak punya niat jahat? Tuduhan yang paling tinggi: Ahok memperkaya pihak lain dengan merugikan uang negara. Niat jahat dianggap sudah tergambar dari dua alat bukti.

Ahok bisa dianggap lalai saja dan selesai. Atau Ahok bisa ketekuk oleh KPK dan akhirnya gagal ikut pilkada DKI. Gubernur Jakarta bisa berganti. Citra Ahok bisa bertukar dari hero ke zero.

Sebaliknya, jika BPK yang salah membuat tuduhan, dengan merujuk pada alamat palsu, citra BPK sebagai lembaga tinggi negara menjadi rusak. Bagaimana mungkin BPK membuat tuduhan yang sedikit banyak ikut mencemarkan nama baik gubernur Jakarta Ahok ternyata bersandar pada sebuah "alamat palsu."

Akan terjadi semacam "mosi tak percaya" pada BPK. Ujungnya bisa saja tuntutan pergantian pimpinan BPK, agar lebih hati-hati dalam melakukak riset.

DPR menunjukkan gelagat ingin ikut terlibat menentukan yang mana yang alamat palsu. Satu anggotanya sudah mengecek ke lapangan. Belum ada keterangan resmi DPR.

Namun komentar individual anggota DPR, Fadli Zon, yang mengecek lapangan menyatakan kepada wartawan bahwa secara fisik alamatnya di Tomong Utara, seperti yang dinyatakan BPK.

Pernyataan individual Fadli Zon belum tentu menjadi pernyataan bersama DPR.

Pro dan kontra terus berjalan.

Mungkin di ujung sana Ayu Ting Ting tersenyum. Ia tak menyangka jika lagunya Alamat Palsu kini relevan dan menjadi sentrum dari kasus Ahok, BPK, DPR, dan para peminat politik lainnya.

Ayu Ting Ting mungkin sudah tak lagi peduli dengan alamat palsu kekasihnya. Namun Ahok, BPK, para ahokers dan para yang anti Ahok justru kini sangat peduli yang mana yang alamat palsu dalam kasus pembelian tanah RS Sumber Waras.

 

Silahkan dishare..

****

April 2016.