Mengubah Nasib Dengan Menulis

Denni Candra
Karya Denni Candra Kategori Inspiratif
dipublikasikan 18 Februari 2016
Mengubah Nasib Dengan Menulis

Banyak fakta yang bisa kita lihat dan jadikan sebagai referensi bahwa menulis mampu mengubah jalan hidup seseorang. Orang-orang yang pada awalnya hidup penuh dengan permasalahan, jauh dari masa depan yang menjanjikan serta terjebak dalam situasi yang tidak mereka inginkan. Semua hal tersebut membuat rasa percaya diri mereka runtuh dan semangat hidup berada pada titik nadir yang menyedihkan. Tetapi dengan menulis akhirnya mereka bisa keluar dari bayang-bayang kelam tersebut. Kembali menjadi pribadi optimis yang siap menyongsong masa depan penuh dengan prestasi.

Dalam buku "Writing Donuts" yang ditulis oleh Joni L. Efendi, dikisahkan Erin Cruwell, seorang guru muda yang baru lulus magang berusaha mencari jalan untuk membangkitkan semangat para siswanya untuk berani menatap masa depan. Para remaja tersebut merupakan siswa sekolah menengah atas di Long Beach, California Selatan, AS. Umumnya mereka berasal dari keluarga yang bermasalah, karena dipicu oleh lingkungan tempat mereka tinggal yang merupakan lingkungan paling keras di bagian Long Beach. Berbagai persoalan mendera kehidupan masa remaja mereka mulai dari rumah tangga yang tidak harmonis, kekerasan fisik dan seksual, pertikaian antar geng, kejahatan jalanan dan penyalahgunaan obat-oabat terlarang serta alkohol. Walau pun dengan segudang permasalah yang terjadi, namun Erin Cruwell bertekad untuk tidak menyerah dengan keadaan yang dihadapi oleh para siswanya tersebut.

Setiap hari dia berusaha untuk mencari berbagai cara guna membangkitkan rasa percaya diri siswa-siswanya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menyuruh para siswa tersebut menuangkan kisah hidup dan pengalaman masa lalu mereka dalam bentuk tulisan. Maka mulailah mereka menuliskan berbagai kisah hidup yang selama ini seakan menghantui dan penuh dengan pengalaman pahit yang seakan tidak ada habisnya. Erin Cruwell juga menyuruh murid-muridnya untuk membaca berbagai buku sebagai referensi diantaranya The "Diary of a Young Girl" karya Anna Frank dan "Zlata's Diary ; A Child's Life in Sarajevo" karya Zlata Filipovic. Buku terakhir menceritakan tentang kisah seorang gadis berusia lima belas tahun yang berusaha untuk bertahan hidup di tengah kecamuk serta kekejaman perang di Sarajevo. Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih detail maka mereka menggalang dana untuk mendatangkan langsung Zlata Filivopic ke Calfornia guna membagikan kisah dan pengalaman hidupnya.

Erin Cruwell mewajibkan setiap muridnya untuk menulis dalam buku harian mereka. Kelompok siswa ini pun menamai diri mereka dengan sebutan kelompok "The Freedom Writers". Ketika mereka menyelesaikan pendidikannya di sekolah tersebut, mereka juga berhasil menerbitkan sebuah buku dengan judul "The Freedom Writer's Diary ; How a Teacher and 150 Teens Used Writing to Change Themselves and The World Around Them".?Royalti buku tersebut digunakan untuk mendanai Tolerance Education Foundation, yang didirikan guna membantu membiayai kuliah anggota The Freedom Writers.

Dari kisah tersebut bisa kita jadikan inspirasi, bahwa sekelompok remaja yang hidup dengan berbagai macam permasalahan serta tidak mempunyai keberanian untuk menatap masa depan telah berhasil membalikkan keadaan tersebut dengan menulis.?Seharusnya hal tersebut menjadikan pelecut semangat bagi kita untuk menumbuhkan keberanian dan mendobrak berbagai kebuntuan hidup yang terjadi selama ini dengan menulis. Menulislah dan lihatlah keajaiban yang akan terjadi ...!!!

Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan potensi diri guna meraih kesuksesan, jangan sampai terlewatkan untuk membaca buku terbaru saya We Are Masterpiece : 7 Langkah Mengoptimalkan Potensi Diri

  • view 166