Mendobrak Batas Semu

Denni Candra
Karya Denni Candra Kategori Motivasi
dipublikasikan 23 Mei 2016
Mendobrak Batas Semu

Sudah hampir sebulan belakangan ini saya mencoba untuk rutin olahraga lari pagi. Selain alasan klasik untuk menjaga kesehatan juga untuk membakar sebagian lemak yang sudah mulai bergelayutan di beberapa bagian tubuh. Biasanya setelah shalat subuh saya mulai berlari-lari kecil di seputaran taman dan lapangan olahraga yang ada di komplek perumahan. Walau pun namanya lari pagi tetapi saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan jalan kaki yang sesekali diselingi lari-lari kecil sampai 3-4 putaran.

Begitu juga dengan kejadian beberapa hari yang lalu, ketika sedang asyik berjalan tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang mendahului saya. Orang tersebut berlari dengan kecepatan sedang tetapi konstan, tidak terlalu kencang dan juga tidak terlalu lambat. Walau pun memperhatikan orang tersebut, namun saya tetap santai dengan jalan kaki sambil sesekali berlari-lari kecil.

Tiba-tiba orang yang sama sudah sampai lagi di belakang saya, sambil tersenyum dia kembali mendahului. Ada perasaan gengsi dan tidak terima juga dilewati oleh orang tersebut. Akhirnya dengan rasa penasaran dan tidak ingin dilewati untuk yang kedua kalinya maka iseng-iseng saya membuntuti dan mengikuti orang tersebut berlari. Saya ikuti cara dia berlari mulai dari ayunan tangan serta langkah kakinya, termasuk kecepatannya dalam berlari.

Tanpa saya sadari akhirnya dengan mengikuti orang tersebut saya juga bisa berlari secara konstan selama satu putaran tanpa jeda. Bahkan sampai putaran kedua saya masih tetap bisa mengekor di belakang walaupun butuh usaha ekstra untuk mengatur pernafasan. Padahal selama ini saya berlari hanya tahan setengah putaran dan belum pernah yang sampai satu putaran penuh.

Namun dengan adanya orang yang saya ikuti, saya bisa memecahkan rekor saya sendiri yang selama ini tidak pernah sanggup berlari satu putaran penuh. Hal tersebut sangat sulit saya lakukan selama ini tanpa adanya sparring partner. Besoknya saya kembali mencoba untuk berlari satu putaran lagi, karena tidak ada yang saya ikuti hal tersebut ternyata membutuhkan perjuangan ekstra. Tetapi ketika saya bertemu lagi dengan orang yang berlari dengan kecepatan konstan, saya buntuti sampai akhirnya saya juga bisa berlari satu putaran penuh lagi bahkan bisa lebih.

Sama halnya dengan kehidupan yang kita lalui ini, seringkali kita merasa sudah berbuat maksimal dalam melakukan sesuatu. Bahkan lebih ekstrimnya lagi, terkadang kita menghakimi diri sendiri bahwa tidak mungkin kita akan bisa melakukan sesuatu yang lebih daripada apa yang ada saat ini. Namun ketika suatu saat kita mempunyai sparring partner yang lebih hebat dari kita, entah itu seorang atasan, mentor, coach atau apapunlah sebutannya, maka tanpa disadari kita bisa terpacu untuk melakukan sesuatu dengan lebih maksimal lagi.

Robert T Kiyosaki pernah mengatakan bahwa seberapa besar penghasilan kita bisa dilihat dari siapa saja 5 orang teman terdekat kita. Dari ilustrasi cerita tentang lari pagi diatas saya bisa menangkap garis merah yang menghubungkan serta menjelaskan tentang peryataan Robert T Kiyosaki tersebut.

Kalau kita berteman dan dekat hanya dengan orang-orang yang biasa saja, maka sulit rasanya bagi kita untuk bisa melakukan hal-hal yang luar biasa. Tetapi kalau lingkungan dan persahabatan sekeliling kita merupakan orang-orang yang terbiasa melakukan hal-hal yang luar biasa, maka secara otomatis kita juga akan terpacu untuk melakukan hal-hal yang luar biasa tersebut.

Jadi mulai saat ini ada baiknya kita coba untuk membuka wawasan serta memperluas cakrawala persahabatan kita. Temukan orang-orang hebat dan luar biasa yang ada di sekitar kita. Jalin pertemanan serta perkuat relasi dengan mereka, pelajari bagaimana mereka dalam bertindak dan memandang dirinya, bagaimana keyakinan serta “value” yang meraka pegang dan bagaimana cara mereka mengoptimalkan segala potensi yang mereka miliki.

Pastikan bahwa nilai-nilai positif yang kita dapat dari mereka menjadi semacam panduan bagi kita dalam melakukan berbagai hal di kehidupan ini. Dengan tetap konsisten dan terus berusaha untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik sesuai dengan kemampuan dan potensi yang kita miliki, maka bukan sesuatu yang mustahil kalau kita bisa mendobrak batasan semu yang selama ini membatasi hidup kita.

Sukses selalu dan selamat mencoba …!!!

(Tulisan ini pernah dimuat di Harian BERNAS Jogjakarta edisi Rabu, 18 Mei 2016 dengan judul “Mendobrak Batas Semu”)

Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan potensi diri guna meraih kesuksesan, jangan sampai terlewatkan untuk membaca buku terbaru saya We Are Masterpiece : 7 Langkah Mengoptimalkan Potensi Diri

  • view 165