3 Sebab Kenapa Naskah Buku Anda Tidak Selesai

Denni Candra
Karya Denni Candra Kategori Motivasi
dipublikasikan 24 Maret 2016
3 Sebab Kenapa Naskah Buku Anda Tidak Selesai

Pada tahun 2013 keinginan untuk menulis dan menerbitkan buku sudah timbul serta menjadi semacam target yang ingin segera saya wujudkan. Namun kenyataannya buku pertama saya yang berjudul We Are Masterpiece baru bisa terbit dan selesai cetak pada akhir tahun 2015. Pada hal kalau dipikir-pikir materi serta pembahasan dalam buku tersebut tidaklah terlalu rumit, karena memang materinya berdasarkan pada kejadian serta pengalaman sehari-hari. Isinya pun cenderung bersifat mengajak orang untuk melakukan sesuatu atau yang biasa dikenal dengan buku ?how to?. Disamping itu halaman buku tersebut juga tidak terlalu tebal, hanya dikisaran 100 halaman lebih sedikit.

Lalu kalau memang isinya tidak terlalu rumit dan ketebalan halamannya juga standar, kenapa bisa sampai membutuhkan waktu sekitar 2 tahun supaya buku tersebut bisa terbit?

Setelah saya runut secara detail dan rinci satu persatu maka ada 3 hal yang menyebabkan kenapa membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menyelesaikannya buku tersebut.

Pertama, Kurang Fokus

Memang harus diakui bahwa selain menulis buku saya juga disibukkan dengan berbagai kegiatan lainnya. Bekerja di kantor, kegiatan sosial kemasyarakatan serta bercengkrama dengan keluarga juga merupakan bagian dari putaran waktu saya sehari-hari. Sehingga terkadang menyisihkan waktu untuk fokus dan menyelesaikan menulis buku ini terasa begitu berat, sehingga banyak jadwal menulis yang molor. Target yang semula ditetapkan harus beberapa kali mengalami perubahan. Disinilah perlunya kita sebagai penulis untuk pintar dalam mengatur waktu dan menetapkan skala prioritas.

Kedua, Tidak Percaya Diri

Sering saya merasa tidak percaya diri untuk membahas berbagai materi dalam buku We Are Masterpiece ini, karena saya merasa masih banyak diluar sana orang yang lebih kompeten dari saya. Saya takut nantinya buku tersebut dikritik atau bahkan dibilang jelek oleh orang lain. Padahal kenyataannya setelah buku selesai dan beredar, banyak juga yang memberikan apresiasi atas buku tersebut. Kekhawatiran saya sebelumnya boleh dibilang tidak pernah terjadi. Karena memang pengalaman serta sudut pandang setiap orang dalam membahas suatu permasalahan pasti berbeda. Setiap orang punya kisah yang unik, jadi tidak perlu terlalu khawatir atas sesuatu yang belum terjadi.

Ketiga, Ingin Sesuatu Yang Sempurna

Sudah menjadi sifat kita sebagai manusia ingin sesuatu yang sempurna, begitu juga dalam menulis. Setelah naskah selesai ditulis dan dikoreksi, merasa masih ada juga kekurangan yang peru ditambahkan. Revisi lagi dan setelah itu ketemu lagi dengan berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki. Begitu seterusnya sehingga tidak ada naskah yang selesai dan tuntas 100%, semuanya serba tanggung dan mengambang. Sebenarnya sifat seperti ini bagus karena tentunya sebagai penulis kita ingin menghadirkan karya yang bermutu buat pembaca. Tetapi kalau terlalu ingin sesuatu yang sempurna, efek negatifnya adalah menjadikan proses menulis memakan waktu lama. Bahkan bisa jadi buku yang ditulis tersebut tidak akan pernah selesai, karena tidak ada satu pun yang sempurna di dunia ini. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata ? :)

Itulah diantaranya 3 penyebab kenapa naskah buku yang ditulis tidak kunjung selesai. Mungkin Anda punya penyebab atau pengalaman lainnya? Kalau berkenan silahkan tambah dan bagikan di kolom komentar di bawah ini.

Mau provokasi lebih lanjut ???? Follow saya di twitter : @CandraDenni

Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan potensi diri guna meraih kesuksesan, jangan sampai terlewatkan untuk membaca buku terbaru saya We Are Masterpiece : 7 Langkah Mengoptimalkan Potensi Diri