Zero Sen

Denis Chandra
Karya Denis Chandra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 Mei 2018
Zero Sen

Hawa dingin meresap dalam sepinya malam, 16 oktober 1944 pukul 03.00 dini hari,deru suara mesin mengagetkanku,memaksaku meninggalkan kenangan-kenangan bawah sadar,aku beranjak menuju serambi depan,3 orang opsir dengan lencana sakura bertuliskan hakuba yunitto teikoku kaigun memasrahkanku sebuah selebaran,yang mana aku telah menunggu akan “perjudian” itu,

“Hanya ini?” tanyaku

“mohon maaf,hanya itu saja shosha,selebihnya tidak ada lagi dari choujo Pak” jawabnya

“baik,kau boleh kembali” perintahku

“ijin kembali shosa”

lampiran itu berkode lhx-txhx,tertulis “Siapkan seluruh garis-garis besar pertahanan udara-laut” tertanggal 17 oktober 2604.Aku mengetahui apa maksud selebaran tersebut,tetapi benarkah angkatan laut telah mengesahkan keputusan tersebut? Aku tak percaya! jika Jepang telah memasuki fase itu.dalam keadaan sekarang aku dihadapkan pada tiga pilihan berperan,mengawasi atau tidak sama sekali.meskipun aku menolak untuk mempertimbangkannya,tetaplah kewajiban untuk mematuhi kode etik “Bushido”.tapi,aku sangat takut pada murid-muridku...tidaklah adil bagi “tunas bangsa” seperti mereka untuk mati sia-sia!haruskah era showa menjadikan “generasi ini sebagai tumbal!?hanya untuk kepentingan nafsu politik mereka yang ada disana!”.mau tidak mau, aku hanyalah bagian dari kisah era ini,aku tetap akan dipaksa mengantarkan “perjudian” ini sampai meja putih....

Derap-derap kaki memecahkan semua konflik dalam anganku,ternyata itu adalah Sakai

“Shitsurishimasu,kaichou apa anda mengetahui perihal surat perintah hari ini?”

“hmmmmm,ya,apakah kau mendapatkan perihal tersebut?”

“ettooo,iya sensei kami menerimanya tadi pagi”

“Sensei Sumimasen deshita!,watashiwa yakusoku o kowashitaimasu,demo watashi wa tatakaemasu”

Suasana ini mengingatkan aku ketika dia seorang diri pergi menghadapku pertama kali,memintaku untuk menjadi instruktur terbangnya,....rasanya baru kemarin sore aku mengajari mereka menerbangkan pesawat zero,menukik dan cara untuk melepaskan torpedo,

Suasana tetap hening,Daun-daun sakura yang berjatuhan seakan ingin merambah kami,aku tersadar, hari ini juga adalah awal musim gugur,seakan-akan semua ini adalah settingan dari Tuhan.

“bagaimana cara pohon belajar untuk bertahan dalam terjangan angin?”

“mereka selalu menguatkan batang-batang mereka benarkan kaichou?”

“ehmmm,pohon belajar untuk bertahan dalam terjangan angin dengan menguatkan dan menancapkan akar-akarnya lebih dalam ke bumi”

“layaknya kita,selalu belajar bertahan dari berbagai terpaan hidup dengan selalu belajar untuk menguatkan akal,menancapkan nya ke kalbu,dan selalu mendengarkannya lewat telinga kita”

“....sama seperti dirimu sebagai siswa,kau akan menemui saat semua berada diluar perkiraanmu,ingatlah! untuk selalu menggunakan hati dalam melihat dan mendengar,berjuang dan melindunngi negaramu adalah kewajiban, tetapi menyelamatkan nyawamu juga penting! Dan lakukanlah banyak hal bermanfaat!”

“.......haii kaichou,aku akan berjuang”

“aku akan selalu bersamamu,hiduplah untuk bertahan dan bertahanlah untuk hidup, sakai!”

“haii,domo arigatou  ghozaimasu kaichou sama”

“kaicho sama,maukah anda melatihku untuk yang terakhir kali?”

“haii,aku selalu mengikutimu”

Dengan tertatih, aku pun mengikuti sakai keluar rumah menuju tempat pemberhentian bis,seketika aku pun teringat akan suatu sebab “bagaimanakah masa depan negara ini kelak?” Akankah ia bertindak demikian dan mengulangi aibnya untuk kesekian kali? Ahh masa yang akan menentukannya

“kaichou!! Bisnya akan berangkat!” teriakan sakai memecahkan kesemrawutan fikirku,ternyata hampir saja aku tertinggal bis,

”gomenne,hahaha”jawabku

“apa kaichou memikirkan suatu hal?”

“ahh,tidak aku hanya sedikit mengantuk” sorot matanya nan bening dan tajam,menyiratkan akan arti kemurnian dalam perjuangan,mengingatkan juga pada tunanganku Akane,Nishimiya ya! Dialah yang menginspirasiku akan makna takdir kebebasan,dia juga yang akan arti kemerdekaan dan kemanusiaan,tapi mengapa dia juga yang menjadi kebiadaban perang ini!?mengapa harus dia yang terkena bom atom itu!mengapa tidak aku! Mengapa harus dia!

Mungkin inilah juga makna “takdir” yang sesungguhnya,berbeda tipis dengan nasib.mengesankan “Aku tetaplah aku,dia tetaplah dia”memperingatkan diantara kami ialah individu-individu dari eksistensi-NYA juga seperti jalannya akan hari esok!.

Laju bis yang kami tumpangi telah tiba di pangkalan udara,tempat kami berlatih.”kaichou hari ini latihan seperti kemarin?”tanyanya  “yahh,seperti kemarin saja,tetap gunakan zero!” “ hai kaichou” kami selalu menggunakan pesawat type fighter A6M5C-52 Zero Sen seperti lainnya dan mungkin akan “abadi” selamanya.

Senja ini seperti senja hari-hari lainnya,aku pun terus megajar seperti biasa,tetapi sesuatu menyelimuti senja ini,begitu pun dengan sakai,perasaan menyesal,bangga,gembira,marah ini mengadu kepadaku seakan ingin membelah fikirku!yahhh mungkin besok kami sudah tidak menceritakan senja ini,justru senja ini yang akan bersaksi akan deru-deru mesin A6M5 Zero itu.latihan hari ini,sakai pun melakukannya dengan keras,anak seusianya harus menanggung beban ini, demi matahari esok untuk negara ini!,

Hari mulai beranjak,waktu menunjukkan pukul 23.00 pm tak terasa kami telah berlatih selama 7 jam,seusai berlatih,kami beristirahat sejenak didalam ruang mekanik,sambil berbincang-bincang kecil,dia menanyakan beberapa sebab kepadaku

“maaf kaichou,apa kaichou berasal dari nagaoka?”

“ehhmmmm,ada apa?”

“kaichou,mengapa seorang samurai  seperti saigo dapat dikucilkan oleh hal  duniawi?”

“hmmmmmm” sambil menghela napas panjang

“kau mengetahui elang? Elang akan kalah jika bertahan hidup dengan kumpulan gagak jika ia hanya memakan daging,tapi elang akan selalu setia pada hal tersebut,sama dengan secercah prinsip akan dipegang selamanya,akan tetapi elang tetaplah elang,gagak tetaplah gagak,takdir itu begitu seterusnya”

“seorang samurai memegangnya selamanya berbeda dengan keduniaan,ia akan berjuang untuk mempertahankannya dan bertahan untuk memperjuangkannya,karena itu bushido! Itulah yang mengilhami takdirnya”

“Seseorang yang batinnya memang pemberani akan menunjukkan loyalitas dan kasih sayang pada majikan dan orang tua, mereka juga mempunyai kesabaran,sikap toleran,serta menghargai apa saja” itulah makna Yu dan kau juga wajib melakukan apa yang kau katakan, kau membuat janji dan berani menepatinya itulah makna shin!”itulah mengapa dia lurus akan jalannya,meskipun dunia telah berubah” tegasku

“seperti hari esok kaischou?”

“ya! Seperti hari esok”

Berselang kemudian aku melihat saigo telah memejamkan matanya,waktu telah menunjukkan pukul 01.30 dini hari,aku pun beranjak dari ruang mekanik menuju hanggar,aku ingin mendoakan akane sejenak,sambil mengecek pesawat dan menikmati sisa-sisa era ini

“tuan..tuan..tuan..!” aku dikagetkan oleh teriakan montir yang membangunkanku,ternyata aku terlelap!

“jam berapa ini?”

“sekarang pukul 04.00 tuan”

Ahhh,kurang satu jam lagi aku bersyukur tidak terlambat! Segera aku menghampiri sakai yang tertidur didalam ruang mekanik,kulihat dia masih terlelap dengan pulas,aku mencoba untuk membangunkannya agar tidak terlamabat

“sakai...sakai..bangunlah!” sambil menepuki pundaknya,tak berapa lama kedua bola matanya terbit dari balik kelopaknya

“hai,kaichou jam berapa sekarang?”

“jam 04.00,cepat bergegaslah bersih” lalu cek pesawat !”

“baik,kaichou!”

Suasana pagi yang terlihat sangat sibuk melingkupi okinawa pagi ini,seluruh unit serangan kilat  343 kokutai (kamikaze) telah bersiap untuk operasi sho ini,target kami adalah melindungi basis pertahanan udara nasional di kepulauan saipan dan mengamankan seluruh sumber daya yang ada didalamnya.

tak terasa waktu menunjukkan pukul 04.45,aku segera bergegas untuk menghampiri sakai dan memastikannya.berselang kemudian sakai menhampiriku terlebih dahulu

“kaichou,semuanya telah siap”

“baik,ayo ke lapangan”

“hai”

Aku pun segera mengajaknya bergegas menuju lapangan untuk melaksanakan seikerei dan upacara perpisahan,kami pun dikelilingi oleh murid-murid sekolah yang membawakan rentengan bunga sakura yang akan dipasangkan pada pesawat-pesawat kami  sebagai ucapan perpisahan,seusai upacara kami melakukan kanpai sebagai tanda kemurnian,gelas-gelas pecah yang dijatuhkan menandakan dimulainya operasi ini!.sambil menunggu giliran mengudara aku sedikit bercakap dengan  sakai

“oyy,sakai! Aku mempunyai satu permintaan,tolong tukar pesawat denganku”

“bukankah kaichou menggunakan type-52?”

“hmmm,karena model 21 yang pertama kali kukendarai,jika aku harus pergi,aku ingin bersama dengan  model ini!”

“tapi...”

“ini permintaan terakhirku,bisakah kau memenuhinya?”

“baiklah jika begitu kaichou”

Sebelum kami mengudara,kami memutari seluruh crew okinawa menggunakan  pesawat kami sebanyak tiga kali,yang menandakan sebuah ucapan terima kasih,kami mengudara menuju kepulauan saipan tepat pukul 05.00 pagi hari 17 oktober 1944,hari ini aku memandangi semesta yang mengiringku dengan gugurnya sakura serta helaian awan sirrus yang lembut,ya! Cuaca pagi hari dimusim gugur memang indah.

Beberapa saat kemudian,terlihat garis pantai buariki,segera dari radio terdengar suara “Masing-masing dari kalian,menanggung keyakinan bahwa kalian akan menghancurkan target,Tenno heika banzai!”tak lama suara tersebut terputus,sesaat kemudian kami melihat sekumpulan pesawat F4F-Hellcat ,disusul oleh 3 aircraft carrier,4 battleship,dan 9 cruiser amerika,masing-masing dari  kami  telah mengunci target mereka!,kulihat sakai masih berada dibelakangku, tak lama sakaipun mengontakku lewat radio 

“kaichou, aku ingin bertanya sesuatu”

“yahh,silahkan”

“apakah saigo takamori mendapat pengampunan?”

“ehhhhhmmmm,ketika seseorang mengakui dan berpasrah akan kesalahannya,tuhan adalah pemilik pengampunan tersebut!”

“apakah hal itu berlaku untuknya kaichou?”

“jika ia percaya bahwa tuhan yang menciptakannya!”

“sakai,umurmu sekarang berapa?”

“17 tahun kaichou”

Tak lama,kontak radio diantara kami mengalami gangguan dan terputus,aku melihat pesawat sakai mengeluarkan percikan oli dan mengalami kerusakan pada hidroliknya,aku pun segera mendampinginya,sakai terus mencoba untuk mengontakku lewat radio kembali.

“ kaichou!! Sial pesawatku mengalami kerusakan!”

“sakai kembalilah”

“tidak!!aku tidak mau!”

“sakai,teruskan perjuanganmu!”

Segera aku memutus kontak radio dengannya dan mengisyaratkannya untuk berbalik,pandangannya berbalik kearahku dia seakan ingin memberontak,akan tetapi aku pun meneruskan perjalananku,masing-masing dari kami terpisah.

Dibalik buratan-buratan indahnya awan aircraft carrier amerika menunggu,sekejap aku melihat kembali beribu ekspresi terpendamnya mengelilingiku,raut senyumannya yang tak bahagia maupun sedih adalah ciri khasnya,ya! Dialah Akane! Kenangan akan 2 tahun lalu, yang kita jalani semuanya berputar menghujamku.

“hissatsu”teriakanku terasa ditelan olehnya,semuanya bergetar ,menggema dan terdengar beberapa pecahan bagian-bagian kenangan itu! Ya, kita akan bertemu lagi, akane. Di balik awan itu, aku yakin kamu sedang mengawasiku dan tersenyum karena aku masih menjaga dengan baik titipanmu.”aku pamit dulu sakai”

Aku merdeka, sejalan dengan makna hatiku.

 

”Jadilah yang pertama dalam memaafkan.” -Toyotomi Hideyoshi

 

  • view 41