Rising Hope

Denis Chandra
Karya Denis Chandra Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Januari 2018
Rising Hope

Melesat bak angin melewati anganku,sebagian telah hilang kusia-siakan tak pelak selama berkecamuknya perang ini,keinginan untuk menyelamatkan semuanya tinggalah mimpi disiang bolong!

Aku melihat seberkas cahaya yang sangat menyilaukan. Sinar itu sangat terang, sampai aku tak sanggup melihatnya dan menggunakan kedua tanganku untuk menutupi mata.

Aku pun berpikir “apakah semua usahaku sia-sia?” yah,alangkah  konyolnya aku mengorbankan semua hanya untuk sebuah “dunia baru” yang  hanya diidam-idamkan kepentingan-kepentingan mereka yang memiliki kuasa!

Sekembalinya  kido butai bersama dengan keenam kebesaran kaigun yakni iring-ringan kapal induk ijn akagi,kaga,hiryu,souryu,shoukaku,zuikaku menuju kure,yokosuka naval base yang merupakan markas kaigun(AL jepang) setelah aksinya “tora!tora!tora!”yang menawan,

Kami pun disambut lontaran-lontaran pekikan yang memenuhi langit jepang yang berasal dari sekerumunan massa yang telah menantikan kehadiran bak “pahlawan-pahlawan” mereka.

“banzai,banzai,banzai otsukare sama deshita,nipon dono banzai”seruan-seruan mereka semakin mempertegas ekspresi tersebut.

“ahhh!,muak telingaku mendengar kebohongan-kebohongan tersebut”,disaat seperti ini ingatan-ingatan mengenai dirinya mulai bersemai dalam alam pikiranku.

”akihito san,akihito san”ingatan-ingatan tersebut mulai menguat! kudengar beberapa buah kalimat memecahkan kesemrawutan dalam horizonku,kujulurkan pandangku mencari-cari tatkala semua yang kulihat dipenuhi oleh warna merah-putih dengan corak garis  ,ternyata sosoknya ada disetiap sudut-sudut yokosuka,kure ini!berlarian mengejar arah armadaku yang  mulai merapat menuju port pelabuhan

“ah,oyyyy akane chan”ya! Itulah cinta pertamaku,menemuiku untuk pertama dan terakhir kalinya di era showa ini.

“waktuku hanya 25 menit dan aku tak ingin menyia-nyiakannya,tepat ketika sekochi-sekokchi merapat di yokosuka naval base,kuabaikan seluruh tanggung jawab sebagai seorang CT-Pgn (Dewan pengawas Nazi) hanya untuk sekejap melepas rindu bersamanya.”

”akane chan,ogenki  desuka?wie gehts”dengan terbata setengah logat jerman  dan jepang kutanyakan kabarnya yang selama 4 tahun ini hanyalah berbalas surat dengannya

“ihh, kamu ini suka banget ya basa-basi,aku tak berubah sedikitpun tetep aja sama ,hihihihi,eh ngomong-ngomong tambah putih saja kamu!”balasnya sambil mengeluarkan beberapa perbekalan makan siang yang ia bawa didalam kopor

”hhhmmmm,yoossh,ini karena aku dipindahtugaskan di gugus tugas I-401 kelas submarine pengawal”sahutku yang tak ingin membeberkan tugas Operasi Ten-Go sakusen yang merupakan operasi escort“terakhir” I-401.

sambil berbincang-bincang,kami pun menikmati perbekalan yang ia bawa,(yah!beberapa mochi dan udon)

“omedetou ghozaimasu ne!sekali lagi selamat ya,”dia tersenyum

“ahh,bukanlah apa-apa,hanyalah sebuah tanggung jawab suci kenegaraan hehehe”sahutku

“huffft,tapi misi pertaruhan seperti itu,hal berat loh,belum  tentu orang-orang seperti mereka mampu untuk menyandang tangung jawab tersebut,apalagi kau hanyalah seorang controller!”jawabnya sambil memandangku

Aku terdiam sesaat, teringat mengenai beberapa beberapa ketakutan yang menghantuiku

“ehmmm,selama kami bisa berkoordinasi,mungkin hal-hal yang tak kuinginkan bisa kuhindari,tapi serangan pearl harbour kemarin hanyalah kebetulan aja” ungkapku dengan meyakinkannya

“heh!apa maksudmu?”tanyanya dengan penasaran

“heemmmm...,kemenangan ini hanyalah sementara”balasku

“apa?mengapa kau yakin akan hal begitu?”balasnya dengan bersikeras

“kau sudah dengar kabar pertempuran koral ?”sahutku

“bukankah kekaisaran jepang menang, mengapa?”balasnya keheranan

“kaigun kehilangan 2 kapal induk,5 kapal perang,2 perusak,1 kapal tanker,92 pesawat bersama profesional pilot nya,kaigun secara taktis memang menang,tapi petaka kami,kalah dalam strategis”terangku

“tapi,secara taktis kan kaigun tetap menguasai pusat-pusat sumber daya ,iya kan?balasnya

“tidak,kaigun tetap kalah !aku mencium dampak besarnya”jawabku

“bagaimana bisa kaigun kan masih punya kidou butai!?”jawabnya

“aku tak yakin walau dalam pertempuran midway maupun okinawa nantinya” jawabku

“sebab,kita telah kehilangan dua kekuatan udara!”tegasku

Keheningan melanda kami, sampai pada suatu pertanyaan,yang sontak mungkin ia telah mengetahui maksudnya

“apakah kau akan “ditransfer” ke okinawa? apakah kau akan pergi jauh lagi?”rentetan pertanyaan memecah keheningan ,dihujamkan olehnya menancap  langsung dalam telinga serta mataku bak pisau yang merobek keduanya.

“ehmmmm,yahh”jawabku dengan nafas panjang,aku berusaha untuk tidak membuatnya panik

Terlambat!peluh air mata serta tatapan  kosongpun mulai meliputinya

”yang penting aku sekarang berada disampingmu,dan akan begini selamanya”kurayuh tubuhnya dan kugenggam tanggannya, kegelisahan,khawatir,ragu,tenang,damai,sejuk entah, semuanya beradu-menyatu seakan memperebutkan  ikatan kami dalam penghujung atmosfer peraduan dunia ini.

 ”tidak!!! kau bohong sudah berapa kali kau menuliskan kalimat-kalimat itu di suratmu!apa kau fikir aku tak tahu!kegagalan operasi ini adalah bunuh diri........keberhasilan dari operasi ini juga...bunuh diri!aku mohon janganlah pergi”balasnya sambil melakukan seikerei,

Aku pun termenung untuk beberapa saat,menikmati sisa waktu ini dan berusaha untuk menenangkannya

“Kyouzou,miyake dulu mengatakan, bertahan lah  untuk hidup,dan hiduplah untuk bertahan”suasana tetap hening kulihat jam tanganku waktuku tinggal 14 menit lagi

“lalu mengapa kyouzou mendaftarkan dirinya sebagai unit 303 koku tai?” tukasnya dengan parau

“lalu apakah berjuang untuk bertahan dan bertahan untuk berjuang sendirian apakah perihal yang menyenangkan?selama aku masih memilikimu perihal itu adalah lain kata” balasku sambil tetap menenangkannya

Suasana tetap hening,kulihat beberapa sakura daun-daunnya mulai berjatuhan,ahhhh..aku sadar bahwa sore ini adalah awal musim gugur,hal berbeda melingkupi kami berdua,

“janganlah pergi jauh lagi untuk lain waktu,berjanjilah untuk kembali ne akihito san”senyuman manis yang menyiratkan arti kepasrahan, terbit dari hati dan pribadinya,4 taun sudah dan kini aku melihatnya lagi,beginilah hari-hari kami untuk menikmati “bunri no jikan”dan untuk mengatakan “perpisahan” kepada orang terdekat kami,berharap untuk beberapa saat dikenang.

”heem,aku pasti akan kembali tunggulah aku tanggal 7 april di  perpustakaan kyoto”kebohongan pahit untuk menutup luka tetaplah kebohongan!,suasana mulai ramai,masa kaigun telah kembali untuk “memenuhi tugas mereka”.

”ehhmm janji ya!” balasnya dengan menodongkan  kelingkingnya kepadaku

“ehhmm pasti itu”kupegang erat kelingkingnya dengan kelingkingku,

waktu seakan-akan memaksa untuk meninggalkan ku dan dia

“baiklah,aku pamit dulu ya,jaga dirimu baik-baik” aku terkejut dengan sigap ia menerka dibalik kelengahanku,untuk pertama dan pasti terakhir kalinya dia memelukku seperti ini.

dalam ketak berdayaan ini,lagi-lagi waktu menyelinap untuk memaksaku melepaskannya

“ingatlah untuk kembali dilain waktu”sebuah senyum perih terlontar kembali dari bibirnya yang mungil

“iyahhh...”dengan nafas berat dan sisa waktu yang tersedia,langkahku berpijak menuju sekochi yang akan mengantar kami,

”ingatlah janjimu akihito san,aku akan menunggumu!” teriaknya

“ yahhh tunggu aku akane chan”balsku sambil kuayun-ayunkan topiku yang akan menjadi “kenangan”,

suara peluit semboyan diiringi pengibaran bendera kelaksamanaan jepang-jerman mengawali sekaligus mengakhiri keberadaan kami dalm era showa ini,

 “Aku sadar,aku tidaklah lebih baik dari semua yang pernah mencoba masuk dalam kehidupanmu. Banyak hal salah dan yang buruk yang telah aku lakukan dimasa lalu. Namun entahlah, tiap kali aku ada di sampingmu. Selalu aku merasa ingin menjadi seseorang yang lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi. Terimakasih dan aku mau selalu kembali bersamamu lagi,selalu menunggu untuk 7 april itu”

bunga sakura mengiringi keberangkatan armada kapal selam kami,tatkala mentari pun terbenam.

 

 

 

  • view 39