Dunia Kecil Si Bocah Kecil

Den Bhaghoese
Karya Den Bhaghoese Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Februari 2016
Dunia Kecil Si Bocah Kecil

Masa lalu hanyalah tinggal kenangan. Namun demikian masih terasa manisnya kenangan itu. Sebagai anak yang dilahirkan dari keluarga nomaden. Sering berpindah kontrakan dari satu desa ke desa lainnya, bolak-balik Bogor-Jakarta. Saya masih ingat hobi dimasa kecil dari zaman SD berjalan kaki menjelajahi dari desa ke desa dengan berjalan kaki atau naik sepeda sendirian.

Desa tempat saya tinggal dulu berbatasan dengan wilayah Cibubur, daerah pinggiran Jakarta Timur. Sejak dari tahun 1981 sampai 1991 saya sudah main berjalan kaki menjelajahi kampung-kampung di pinggiran Jakarta Timur bersama kakak atau dengan teman-teman kampung. Menjelajahi jalan kaki mulai dari Cisalak (sekarang masuk kota Depok), daerah Munjul, Ciracas, Cibubur sampai ke Taman Mini.

Tempat bermain paling favorit saya yaitu Bumi Perkemahan Jambore Cibubur dan Taman Bunga Wiladatika Cibubur. Walau saya tidak menyukai kegiatan Pramuka setidaknya saya selalu aktif hadir mengikuti acara akbar Pramuka Jambore Nasional di tahun 1981, 1986 dan 1991. Yang jelas saya hadir bukan sebagai Pramuka tapi sebagai penjual es lilin (1986 & 1991) dalam setiap acara 4 tahun sekali Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur.

Dan hanya pada kesempatan inilah saya dapat melihat dekat sosok presiden Soeharto dan Ibu Tien. Sebagai anak kecil waktu itu saya tak sungkan berkenalan dengan peserta Pramuka dari berbagai daerah di nusantara. Menurut saya acara Jambore Nasional pada tahun-tahun itu adalah pesta Pramuka yang paling besar dan sangat sukses yang pernah ada.

Pada tahun 1981 -1986, daerah-daerah di pinggiran Jakarta Timur yang saya jelajahi masih banyak kebun kosong dan rimbun seperti hutan. Jalan-jalan masih sangat lengang. Pabrik-pabrik dan komplek perumahan juga masih sedikit. Sepanjang jalan yang saya susuri yang ada hanya kebun dan tanaman liar.

Alamnya masih terlihat alami. Sungai kecil yang mengalir melintasi jalan Cisalak menuju Cibubur dahulu masih deras dan lumayan dalam. Udaranya masih jauh lebih sejuk dibanding masa sekarang. Kecuali di jalan raya Jakarta-Bogor dominasi polusi udara di produksi oleh angkutan Metro Mini dan bus-bus besar antar kota.

Tahun 1986 saya mulai menjelajahi desa-desa di sekitar Cimanggis. Menjelajahi desa Sukatani, Leuwinanggung, Tapos, Cimpaeun, Jati Jajar sampai ke Cibinong (sekarang kota Cibinong). Seperti biasa modal utama saya menjelajah hanya tas coklat, buku catatan, pena, sedikit biskuit dan sebotol air putih.

Pada waktu itu lahan dibeberapa desa sudah di sulap menjadi kebun karet. Namun demikian masih tetap di dominasi oleh kebun-kebun garapan masyarakat dan masih banyak juga kawasan kebun kosong yang belum digarap pemilik tanah. Jadi baik siang hari ataupun malam hari semua daerahnya pasti terkesan angker karena sangat sepi sekali.

Ada yang menarik saya temukan di desa-desa tersebut. Yaitu dusun pedalamannya banyak terdapat sendang-sendang, yaitu kolam sumber mata air yang muncul secara alami. Airnya sangat bening sekali. Setiap berkunjung saya pasti langsung meminum airnya. Sebelum pulang saya sanggup mandi berlama-lama menikmati airnya yang segar. Tak jarang saya pulang kerumah kemalaman.

Kadang-kadang pulangnya menumpang mobil orang dijalan. Perjalanan menjelajah ini biasanya saya lakukan mulai Sabtu sore dan malamnya menginap ditempat teman. Lalu hari Minggu paginya saya melanjutkan perjalanan lagi sendirian menjelajahi kampung-kampung yang belum saya kenal. Kecuali dihari libur panjang jadwal pergi main menjelajah saya sangat padat sekali.

Memasuki masa remaja. Tepatnya saat masih SMP saya tetap menjalani hobi menjelajah sendirian. Saya mulai menjelajahi kota Jakarta dengan bersepeda. Bersepeda sampai ke Monas, Senayan, Blok M, Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran Selatan, Cawang, Senen, Jati Negara dan pulang kerumah menyusuri jalan raya Bogor sampai larut malam.

Dulu titik-titik macet yang saya temui saat bersepeda didaerah tertentu terutama di Cawang, Tanah Abang, Kampung Melayu dan Cililitan. Sesekali saya menjelajah naik bis kota keliling Jakarta pindah dari satu terminal ke terminal yang lainnya. Wilayah Depok, Pasar Minggu dan Universitas Indonesia? juga menjadi daerah yang paling sering saya jelajahi.

Paling jauh perjalanan menjelajah dengan menumpang bis sampai ke kota Bogor dan Taman Safari Cipanas. Petualangan ke Taman Safari saya lakukan dengan menumpang bus pariwisata. Waktu itu saat berjualan koran pagi saya lihat ada bus pariwisata parkir di depan sekolah Taman Kanak-kanak. Langsung otak saya cling! Keluar ide minta ikut sama sopir bus pariwisata ikut tamasya ke Taman Safari.

Makan dan minum saya dapatkan dengan membersihkan lantai bus saat parkir. Sebagai anak kampung yang baru kelas 1 SMP raja bolos dengan penampilan sangat kurus, dekil dan kumal tentu saja ke Taman Safari menjadi pengalaman yang pasti menyenangkan sekali. Maklum waktu kecil saya hanya melihat binatang liar di tipi dan majalah jadi bisa melihat langsung semua binatang pada hari itu sangatlah luar biasa.

Bagaimana kabarnya tempat-tempat bermain istimewa saya sekarang? Bagaimana kabarnya menara setinggi 28 meter di Bumi Perkemahan Cibubur yang menjadi tempat favorit saya menikmati angin? Bagaimana kabarnya danau di? Jambore tempat saya bersantai dan sesekali berenang ditepian danau.

Bagaimana juga kabarnya buku-buku lama kesayangan saya di perpustakaan umum Taman Wiladatika Cibubur? Setiap kali mengingat tempat-tempat bermain semasa kecil dahulu membangkitkan gairah semangat ingin berpetualang kembali.

Mengingat-ingat semangat bocah kecil yang dulu selalu penuh rasa ingin tahu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri. Sepanjang masa akan selalu tinggal di hati kita teringat senyum riang bocah yang tak akan pernah terlupakan. Yesterday is gone but the memory lives on.

Salam Hangat


  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Angkat topi bagi pengalaman dan nyali penulisnya di masa kecil, keren, ga tau malu dan untunglah ga malu2in buat dibingkai jadi kenangan mengharukan... *Ngacungin 4 jempol plus jempol kaki sekalian...

    • Lihat 6 Respon

  • 31 
    31 
    1 tahun yang lalu.
    Masa kanak kanak yang sangat sukses...bravo.. :>