Mari Ramai-ramai Wisata Ke Mall Bersama Keluarga

Den Bhaghoese
Karya Den Bhaghoese Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Februari 2016
Mari Ramai-ramai Wisata Ke Mall Bersama Keluarga

Khususnya dihari-hari libur sudah menjadi pemandangan yang wajar jika area parkir di mall-mall penuh semua. Sampai-sampai kapasitas area parkir di mall tidak bisa lagi menampung antrian kendaraan yang ingin mendapatkan tempat parkir. Situasi ini menjadi kesempatan bagi petugas parkir dadakan untuk mengais rezeki. Akhirnya sisi jalan raya didepan mall dijadikan lahan parkir.

Memang situasi jalan yang macet menjelang melewati pusat-pusat perbelanjaan di kota membuat saya jengkel. Namun demikian hal ini sudah sekian lama menjadi kewajaran, sudah biasa. Jadi sejengkel-jengkelnya pengguna jalan yang haknya untuk mendapatkan kenyamanan dalam berkendaraan dijalan raya diserobot oleh keberadaan mall-mall tetap saja mereka harus bersabar berjalan merayap sampai sukses melewati mall-mall yang bikin macet.

Saat-saat libur menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk jalan-jalan makan bersama keluarga. Dan pusat-pusat perbelanjaan seperti mall-mall adalah salah satu tujuan wisata keluarga yang paling favorit. Diluar alasan gaya hidup konsumtif, daya tarik mall menjadi salah satu tujuan wisata keluarga bukan hanya karena bisa cuci mata melihat barang-barang yang dipajang di etalase.

Ada racikan bumbu-bumbu lain yang membuat mall jadi target wisata keluarga di hari-hari libur. Bukan hanya karena tampilan gedung-gedung mall yang megah tapi manajemen mall dan pelaku bisnis di mall sangat mengerti apa yang di inginkan oleh masyarakat menjelang hari libur tiba. Jawabnya wisata keluarga yang nyaman, aman, lengkap dan menyenangkan untuk segala usia.

Restoran cepat saji harga pasti

Tipe keluarga sekarang suka dengan segala sesuatu yang pasti-pasti saja. Jika mau makan di restoran lebih senang memilih tempat yang memberikan harga pasti di katalog-katalog daftar menu dan menampilkan harga di papan billboard dekat kasir. Restoran cepat saji jadi pilihan utama. Jadi apabila ada satu pasukan keluarga yang ingin makan bersama minimal orang tua sudah bisa memperkirakan berapa uang yang harus dibayar.

Hal ini berbeda dengan makan di tempat wisata-wisata lokal. Di warung makan dan restoran di tempat wisata lokal umumnya pelaku bisnis jarang menampilkan harga menu makanan yang dijual. Sudah pasti strategi gerilya pelaku bisnis ditempat wisata lokal malah membuat konsumen merasa was-was kira-kira harganya bikin kaget tidak ya?

Toilet bersih juga menjadi kebutuhan utama

Jika kita pergi ke rumah makan atau ke tempat wisata pasti ada satu hal yang tersirat dibenak kita, ?Ada toiletnya disana ?gak ya?? ?Toiletnya bersih ?gak ya??. Toilet menjadi salah satu pertimbangan kenapa keluarga lebih memilih pergi berwisata ke mall-mall. Selain tempatnya bersih, toilet mall jaraknya dekat? dan gampang dicari karena tempatnya masih didalam satu gedung mall.

Berbeda dengan tempat-tempat wisata lokal dipinggir kota atau di daerah-daerah. Ditempat wisata lokal belum tentu kita menemukan toilet yang bersih dan nyaman. Keluarga yang senang dengan gaya hidup praktis dan punya argumen kuat tentang pentingnya toilet bersih dan nyaman tentu lebih memilih pergi berwisata ke mall daripada pergi ke pantai.

Bebas dari pengamen, pungli parkir liar dan preman

Faktor keamanan dan kenyamanan menjadi petimbangan yang utama bagi keluarga yang ingin pergi berwisata menikmati hari libur. Sekali saja kita kecewa gara-gara suasana santai keluarga saat berlibur diganggu orang lain jangan harap kita akan kembali lagi berkunjung ke tempat tersebut.

Terganggu oleh ulah pengamen yang suka maksa minta uang, ribut masalah parkir dan dipaksa bayar uang keamanan sangat tidak diharapkan oleh keluarga yang tengah asik berwisata menikmati hari libur. Mall-mall membaca situasi ini. Mall-mall tahu keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama yang harus diberikan kepada konsumen. Mall-mall berusaha menjamin keamanan dan kenyamanan para pengunjungnya bebas dari pengamen dan preman.

Bersih itu sedap dipandang mata

Kelemahan tempat-tempat wisata lokal di Indonesia, khususnya di kota tempat saya tinggal yang paling menonjol adalah masalah sampah. Jangankan dipantai-pantai, sampai ke puncak gunung kita bisa menemukan sampah. Jika tempat wisata sudah penuh dengan sampah tentu bagi keluarga yang sadar benar akan pentingnya kebersihan tidak akan mau berwisata ketempat yang kumuh.

Lagi-lagi pelaku bisnis di mall-mall membaca situasi ini. Menyajikan tempat yang bersih juga suatu peluang bisnis. Tempat yang bersih membuat konsumen senang berkunjung berkali-kali bahkan betah berlama-lama sekedar duduk ngobrol sambil makan bersama keluarga.

Daya tarik arena bermain anak-anak?lengkap dan aman!

Jika saya adalah seorang pelaku bisnis di mall pasti saya akan berpikir kalau anak-anak itu adalah peluang bisnis. Saya akan berpikir apa saja yang disuka anak-anak saat berwisata menikmati hari libur. Anak-anak suka bermain dan bermain.

Dan pastinya pelaku bisnis di mall-mall jelas sudah berpikir demikian jauh lebih dulu daripada saya. Oleh karena itu di mall-mall sudah banyak disediakan arena bermain anak-anak yang aman, nyaman dan mudah dipantau oleh orang tua.

Berbeda jika anak-anak bermain ditempat wisata-wisata lokal, dipantai misalnya, kadang kita sebagai orang tua merasa was-was memperhatikan anak-anak berenang dari kejauhan. Namun tetap saja hal-hal yang tidak diharapkan sering terjadi ditempat wisata pantai.

Selalu ada korban anak-anak tenggelam ketika berenang dipantai setiap tahunnya. Hal ini menjadi pertimbangan orang tua yang ingin anaknya bisa bermain bersenang-senang namun praktis mudah diawasi dan banyak pilihan permainannya. Dan mall-mall menjadi pilihan utama orang tua.

Jadi jangan disalahkan jika mall-mall kini menjadi pilihan wisata praktis bagi keluarga. Walau mall-mall tersebut merupakan pusat perbelanjaan yang mempunyai daya tarik konsumtif tinggi faktanya mall-mall sudah berusaha lebih maksimal dalam memberikan jawaban atas keinginan keluarga yang merindukan tempat wisata yang bersih, asri, lengkap, praktis, aman-nyaman untuk keluarga yang doyan jajan. ?Hmm..kenapa harus mall? entahlah.."

Salam Hangat

*gambar : youtube


  • Silmi Kaffah
    Silmi Kaffah
    1 tahun yang lalu.
    mall udah kayak kantong ajaib ya om. apa aja ada. enaknya orang tua bisa gym di mall anaknya ditinggal di tempat bermain, dsb~ apalagi kalo ada apartement ada mallnya. incaran keluarga yang gak mau ribet kena macet.

    • Lihat 1 Respon

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Malah ngebayangin mentalnya kuat ga yah kalo jadi instruktur gerak bagi anak2 di mall itu, apalagi kalo diliatin sama yang kinyis2 matang linggis, haha...