Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesehatan 20 Februari 2016   11:41 WIB
Waspadai Benturan Di Kepala!

Benturan di kepala kadang di anggap sepele. Karena dikira hanya sekedar benjol atau merasa pusing sebentar dan tidak mengeluarkan darah. Biasanya korban yang masih sadar tapi tidak mengetahui akibat terburuk dari benturan dikepala hanya dibawa duduk istirahat sebentar. Kalau kepala terasa semakin pusing si korban pun beristirahat tidur demi memulihkan sakit kepalanya.

Jika orang lain tidak ada yang tahu jika korban beristirahat tidur karena sakit kepala akibat benturan, entah itu kecelakaan di jalan raya atau terjatuh dilantai wc rumah, tentu situasi ini sangat berbahaya bagi korban benturan. Karena kelalaian korban yang sebelumnya masih sadar tetapi tidak memberitahu ke pihak keluarga atau orang lain kalau ia baru saja mengalami benturan di kepala bisa jadi nyawa korban benturan tak tertolong.

Karena disaat korban sedang beristirahat tidur lelap sangat sulit diketahui apakah ia hanya tidur atau ternyata sedang kritis mengalami sakit kepala hebat akibat benturan di kepala. Dan perlahan kesadaran korban akan semakin menurun dalam tidurnya ketika ternyata di dalam tengkorak kepalanya sudah terjadi pendarahan hebat . Dalam rentang waktu kurang dari 24 jam akhirnya korban meninggal dunia. Berikut beberapa kisah nyata yang berhasil saya liput.

Kasus 1 : Kecelakaan di Jalan Raya

Andi disuruh orang tuanya membeli beberapa pak tissue makan di pasar untuk persiapan pesta perkawinan kakaknya esok hari. Dalam perjalanan pulang motor Andi disenggol oleh pengendara lain. Ia tidak bisa menguasai keseimbangan dan akhirnya terjatuh ke aspal dengan posisi kepala duluan yang menghantam aspal. Memang setelah terjatuh Andi masih sadar, tidak ada luka di kepala dan hanya mengalami pusing sebentar.

Setelah itu Andi kembali pulang ke rumah. Sesampainya dirumah kepala Andi kembali merasa pusing dan ia minta ijin orang tuanya untuk istirahat tidur sebentar. Menjelang masuk maghrib orang tua terkejut mengetahui Andi sudah meninggal dunia ditempat tidurnya. Baru setelah itu diketahui kalau Andi sebelumnya mengalami kecelakaan dan telah terjadi pendarahan fatal di kepalanya karena terbentur aspal .

?

Kasus 2 : Kecelakaan Saat Berangkat Kerja

Setelah sampai menjelang subuh menonton semi final liga Champions membuat kepala Hendra agak pusing. Tapi ia tahu harus segera pergi dinas pagi sebagai security di bandara. Tiba ditikungan jalan Hendra sudah tidak mampu lagi menahan kantuk bercampur rasa pusing akibat begadang semalaman. Hendra terjatuh dengan kepala yang terlindung helm membentur keras di trotoar jalan.

Setelah kejadian Hendra masih sadar dan mengaku kepada orang yang menolongnya merasa sangat pusing sekali. Akhirnya Hendra dibawa oleh kawannya yang mengetahui kejadian itu ke rumah sakit. Bukannya segera ditangani oleh perawat dan dokter rumah sakit sebaliknya Hendra dibiarkan beristirahat tidur dulu mulai dari kejadian jam 7 sampai jam 9 pagi.

Setelah keluarganya mengetahui kabar Hendra mengalami kecelakaan akhirnya ia ke rumah sakit rujukan fasilitas pegawai Angkasa Pura di Pekan Baru. Jam sepuluh siang Hendra masih bisa berbicara kepada orang tuanya sambil menahan rasa pusing. Memasuki jam sebelas siang kesadaran Hendra mulai semakin menurun. Saat memasuki ruang operasi akhirnya Hendra meninggal dunia pada jam satu siang. Pendarahan hebat dikepalanya sudah terlambat untuk ditangani. Darah sudah mengental mengisi otak bagian belakangnya.

Kasus 3 : Jatuh dari Tempat Tidur

Ini cerita suami teman istri saya yang terjatuh dari ranjangnya saat tidur malam. Sebut saja nama suaminya Budiman. Budiman sosok pria yang enerjik, rajin olah raga dan tidak pernah punya masalah dengan kesehatannya. Saat tidur malam seperti biasa posisi tidur Budiman di sisi kiri dekat lantai. Tinggi ranjangnya sebatas lutut orang dewasa. Entah karena kebetulan Budiman sedang bermimpi atau berguling membetulkan posisi ke arah kiri, Budiman langsung jatuh dengan posisi kepala duluan yang menghantam lantai keramik.

Seketika Budiman langsung tidak sadar. Istrinya yang kaget mengetahui kejadian itu segera menolong suaminya ke atas ranjang kembali. Keesokkan paginya barulah Budiman diantar ke rumah sakit. Tapi malang walau operasinya berhasil tapi sampai sekarang Budiman masih lumpuh total. Benturan di kepala bagian belakang yang cukup keras membuat Budiman menghabiskan waktunya berbaring ditempat tidur sampai sekarang.

Kasus 4 : Kepala Anak Terbentur Dinding Mesjid Saat Bermain dengan Teman

Setelah selesai mengaji Asep asik bermain bergelut dengan temannya di mesjid. Terlalu semangat bermain Asep terjatuh dan kepalanya menghantam dinding mesjid. Karena pusing akibat benturan Asep pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Asep mengaku kepada orang tuanya kalau kepalanya pusing akibat terbentur dinding mesjid. Ia langsung minta ijin istirahat tidur.

Karena merasa cemas, baru beberapa menit Asep tidur, ibunya kembali mengecek kondisi Asep. Saat dibangunkan Asep tidak bereaksi sama sekali. Karena panik orang tuanya segera membawa Asep ke rumah sakit. Luka benturan di kepala Asep segera di scan dokter dan benar ada terjadi pendarahan. Penanganan cepat dokter dan operasi yang berjalan lancar berhasil menyelamatkan nyawa Asep. Syukurlah Asep memberitahu tentang sakit kepalanya saat pulang mengaji dan orang tua Asep segera melakukan tindakan yang tepat untuk mencegah hal-hal terburuk yang tidak diharapkan.

Memang musibah tidak dapat ditolak dan tidak juga diharapkan datang. Namun demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sangat penting bagi kita untuk mewaspadai luka akibat benturan di kepala. Gejala awal kepala terasa pusing, pandangan mulai kabur, perut terasa mual, kesulitan mengingat adalah indikasi. Korban benturan lebih baik segera dibawa ke rumah sakit terdekat dan segera melakukan CT Scan untuk mengetahui luka di kepala korban sebelum terlambat.

Salam Hangat

Karya : Den Bhaghoese