Nafas Terakhir

Den Bhaghoese
Karya Den Bhaghoese Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Februari 2016
Nafas Terakhir

Keluarkanlah buku-buku dari rak kayu
Masukkan kedalam peti satu-persatu
Aku tak bisa lagi bergantung pada waktu
Tahun demi tahun menggerogoti usia
Berkubang dalam tawa, suka, duka
Usia menguap menyuling hampa

Embun-embun ditarik matahari
Debu-debu hijrah ke padang sunyi
Mata air kering terpanggang lahar bumi
Kristal hati pecah berkeping di jagat raya
Sisakan satu tetes air mata hampa suara
Bakarlah kertas-kertas kebanggaan itu
Biar kupandangi hikmat menjadi abu

Tidurlah gelar demi gelar dengan tenang
Larutlah engkau dalam keniscayaan jaman
Demi seratus abad jiwa-jiwa yang terlupakan
Demi deretan tulang belulang nenek moyang
Kerinduanku semakin mengerucut kecut
Kubawa lari sisa nafas sampai ke atas bukit
Kupahat batu-batu nisan dengan tinta darah
Darah dari luka di ujung jemari tanganku
Luka dari syair yang pernah kutuliskan
Luka dari perih yang harus kuikhlaskan

Sematkanlah doa-doa suci itu
Biar kuresapi disisa nafas terakhirku

Tugu, 02106.

?