Bahasaku Tumbuh

Den Bhaghoese
Karya Den Bhaghoese Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Februari 2016
Bahasaku Tumbuh

Bahasaku tumbuh dari pasar becek kota Cibinong
Kaki dan sandal bercampur tanah lumpur sisa hujan
Badan digeluti bau amis ikan dan sengit bumbu dapur
Jalan-jalan nyaris tertutup oleh lalu lalang keringat apek
Pedagang dan pembeli saling tawar harga sampai mentok
Tidak ada struk belanja, apalagi aroma parfume pramuniaga
Bahasa tidak perlu tutup hidung untuk keindahan seperti ini

Bahasaku lahir dari kepulan asap knalpot Palsigunung
Sejak dari jam empat subuh sudah mengotori embun pagi
Sambil mendekap koran kutuliskan jejak di sepanjang jalan
Berteriak masuk komplek Mekarsari sampai pasar Cisalak
Jelang siang kumanjakan perut dengan sepiring ketoprak
Lidah belum terkontaminasi ayam goreng KFC di iklan tipi
Bahasa tidak perlu merek yang penting perut kenyang terisi

Bahasaku tumbuh diantara sesak penumpang bus kota
Bersama kawan menyanyikan lagu Iwan Fals demi recehan
Suara serak dan deru mesin rusak kolaborasi mengais rejeki
Kadang laguku tersenyum nyengir menggoda gadis remaja
Kadang lupa kuminta receh dua kali bikin penumpang tertawa
Aku dan kawan turut tertawa, bis kota karatpun ikut bergembira
Bahasa tangis dan air mata tidak akan laku di jual di atas bus kota

Bahasaku mekar seperti pelangi di taman bunga wiladatika
Tak kusangka bunga-bunga dan rerumputan bikin kujatuh cinta
Bak anak kumbang baru belajar terbang aku jatuh bangun ditaman
Membaca lembar demi lembar dedaunan membuat penaku terpana
Ingin rasanya aku menulisi langit diatas sana demi keindahan rasa
Yang tak pernah kudapatkan dari atap rumah dan dinding sekolah
Dan bahasaku pergi mencari dunianya sendiri dilautan imajinasi

Bahasa-ku, kini. Inspirasi

Tugu, 2016.