Soneta Cinta

Den Bhaghoese
Karya Den Bhaghoese Kategori Puisi
dipublikasikan 19 Februari 2016
Soneta Cinta

Kerinduan terbesar itu datang menjelang pagi. Ketika terbangun dan dada terasa sesak dipenuhi kilasan tahun-tahun yang hilang. Masih dibangku yang sama, sinar matahari mulai menembus ranting pepohonan, dengan penuh keajaiban melesak diantara rimbun dedauan. Perlahan hangat sinarnya menjemput penantian kilauan embun yang basahi rerumputan liar. Terasa indah pertemuan ketika kehangatan datang meminang kerinduan.

Dan kusampaikan pesan kepada sinar matahari pagi,

Kilauan embun ini ialah kristal bening seribu mimpi malam. Yang kutitipkan kepada gemerlap cahaya seribu bintang. Tempat setia lentera hati menghibur kerinduan singgasana jiwa. Tempat dimana kebahagiaan sejati bersemayam menghiasi keabadian langitnya. Dan pagi ini, bawalah kilauan embun kembali kepada langit siang. Bawalah terbang jauh setinggi-tingginya ketempat dimana langit wujudkan impian.

Dan kusampaikan pesan kepada kilauan embun,

Singgahlah bermain dihamparan permadani awan. Putihnya ialah lembaran kertas yang merindukan warna-warni perjalanan hati. Peri pelangi dengan senang hati akan menjadi pena pelipur segala hasrat. Tuangkanlah jejak kerinduan kepada kelembutan sifatnya. Jika gumpalan awan semakin berat menampung kisahnya. Biarkan ia menjadi hujan yang turun selebat-lebatnya. Diantara derasnya gemercik air yang jatuh, sayup-sayup terdengar senandung lagu cinta. Semua tentang kamu.

Tugu, 2016.

  • view 128