Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi
Maaf Mas, Aku Ikut Bule Australi

Maaf mas, hatiku terpincut bule Australi
Bukan perkara ukuran atau faktor ekonomi
Tapi karena dia lebih perhatian dan romantis
Menghargai wanita lebih dari produk lokal
Macam kamu yang kerap meninju perutku
Macam kamu yang kerap menampar wajahku

Aku tabah wajahku senantiasa sembab biru
Aku lelah bersimpuh memohon ampunanmu
Semakin kumeratap justru berkali lipat sakitku
Satu tendangan kungfu mendarat dilambungku
Satu pukulan jitu tepat mendarat dibola mataku
Tobat mas, lebih baik aku lari minggat darimu

Maaf mas, aku terbang jauh meninggalkanmu
Kusudahi kehadiranku sebagai samsak tinjumu
Rumah kita bagai neraka arena keperkasaanmu
Kini kupunya tempat berlindung jauh dari dirimu
Kini kutemukan atap aman penyelamat hidupku
Ke Australi kau tak akan pernah bisa mengejarku

Maaf mas, Johnny bule Australi jatuh cinta padaku
Kubilang cintaku sudah dimiliki suami dan anakku
Tapi dia membaca ladang penderitaan dimataku
Katanya, ?Dear, I?m not the first but I?ll save you?
Kujawab haru, ?It?s too late I was broken in pieces?
Tapi dalam hati berteriak bawa saja cepat aku pergi

Maaf mas, matang kuputuskan ikut bule Australi
Aku dan Johnny beli satu tiket lembaran hidup baru
Aku dan Johnny merayakan cinta dibawah hujan salju
Biarlah kutahu aku tak tahu lagi makna cinta setelah kamu
Biarlah kutahu aku tak peduli dosa-dosa hanguskan hatiku
Asal di Australi tak kudengar lagi suaramu, biang takutku

Tugu, 19-02-2016.

P.S : Mas, tolong titip buah hati, rawat baik-baik Sophia kecilku.

*gambar

Karya : Den Bhaghoese