Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 14 Februari 2016   01:39 WIB
Ayah

Kepada engkau yang beruntung menikmati indahnya kasih sayang ayah, bersyukurlah. Kepada engkau yang beruntung menikmati hari-hari ceria bersama ayah, berbahagialah. Kepada engkau yang pernah tertidur pulas dalam belaian ayah, puisikanlah.

Puisikan tentang ayah. Dalam hatimu, dalam tatapan mata, dalam senyum. Hingga tak ada alasan bagi anak untuk menghitung satu dua ketidaksempurnaannya. Dan tak ada alasan bagi anak untuk melupakan seribu kebaikannya.

Bagi engkau yang merasakan pelukan hangat ayah, rindukanlah. Bagi engkau yang mendambakan kehadiran ayah, panggilah dalam syahdu jerit bathin. Bagi engkau yang teringat jelas suara ayah, simpanlah sebagai bingkisan damai lapangnya jiwa.

Tuliskan tentang ayah. Dalam lembaran kertas, dalam tetesan air mata, dalam perjalanan usia. Hingga tak ada ruang kosong dihati yang membuat anak merasa kesepian. Tak ada perahu yang berlayar dilautan tanpa nakhkoda. Tuliskan betapa berharga kehadiran ayah di dunia.

Untuk yang tak pernah merasakan kehadirannya, pulanglah. Temui ayah, dengan doa, atau dengan peluk hangat penuh cinta. Cinta yang tak akan kau sesali, untuk waktu yang tak akan pernah kembali.

Rumput liar, 14-02-2016.

*pic : pixabay

Karya : Den Bhaghoese