Renungan pernikahan

Khadeeja Najib
Karya Khadeeja Najib Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Agustus 2016
Renungan pernikahan

#Renungan pernikahan#

Ketika mendengar kata menikah, yang orang ributkan adalah segala hal yang berhubungan dengan fisik. Mereka seringkali melupakan hal yang jauh lebih penting dari sekedar make up, pelaminan, undangan, hidangan dan lain lain. Mereka lupa memberi bekal persiapan mental dan hati pada sang calon pengantin, padahal itu adalah yang terpenting yang harus di poles dan dipercantik.
Jangan hanya hura hura yang ada di pikiran nya, sehingga menikah berarti boleh bergandengan tangan dengan laki laki, ada yang menemani nonton di bioskop atau jalan jalan ke mal bersama. Tidak sesederhana itu ....

Persiapkan hatimu untuk memulai menempuh hidup baru dengan keikhlasan karena Allah, maka akan kau lihat calon pendampingmu menjadi cantik/ ganteng, karena kau mampu melihat kebaikan dalam dirinya, dan mengesampingkan semua kekurangan nya.

Percantik ahlaqmu, bukan (hanya) wajahmu, karena jika niatmu menikah hanya karena nafsu dan terpesona pada fisik nya, maka kasih sayangmu akan meluntur seiring kalian menjadi makin tua, ketika keindahan tubuh dan wajahnya mulai memudar. Dan semuanya akan terlihat tak menyenangkan.

Tapi jika ahlak menjadi pondasimu, maka semakin lama kau akan mencintai pasanganmu, bahkan semakin tua menjadi cinta, kasih, sayang dan kasihan (ini bentuk cinta yang paling tinggi). Kau tak akan tega melihatnya menangis, sakit dan menderita. 

Kalian ingin bersama sama merasakan nya, saling berbagi dalam suka dan duka.

Menikah bukan hanya karena kekayaan, karena ketika nanti pasanganmu dalam keaadaan kekurangan, maka kau akan meninggalkan nya untuk mencari yang lebih kaya. Penuhilah diri kalian dengan rasa syukur , agar setiap rezeki yang Allah berikan lewat pasanganmu, menjadi barokah dan cukup bagimu.

Jangan pernah membandingkan pasanganmu dengan siapapun, karena itu akan menyakiti hatinya, karena tak akan ada pribadi yang sama, masing masing ada dengan sifat dan karakter yang berbeda. Dan yang perlu diingat, kau pun bukan suami / istri yang sempurna, tapi pasanganmu bisa menerimamu tanpa alasan apapun

Dalam pernikahan tak berlaku lagi hitungan angka, karena semuanya akan menjadi "satu". Satu niat, satu tujuan, satu harapan , menggapai Ridho Allah SWT. 

Menikah adalah suatu kebahagiaan, ketika kau menerima pasanganmu dan orang orang yang disayanginya dengan apa adanya mereka. Agar merekapun menerimamu apa adanya. Jangan pernah menuntut nya menjadi pribadi yang kau inginkan, karena dia bukanlah dirimu. Syukurilah indahnya perbedaan diantara kalian, karena disanalah Allah turunkan Rahmat NYA agar kalian menghargai satu sama lain, dan menjadikan perbedaan itu sebagai suatu kelebihan dari pasanganmu. Agar kalian saling menyempurnakan.

Maka menikahlah kalian dengan niat yang baik, ikhlas untuk mencapai keridhoan NYA. Yakinlah akan Allah indahkan hidupmu, akan tercapai sempurna urusan dunia dan akhiratmu dan sempurnalah agamamu.


Tnb, 12 Agust 2016

  • view 608