Hai

Dede Mulyanah
Karya Dede Mulyanah Kategori Puisi
dipublikasikan 11 November 2016
Hai

Hai...

Setelah waktu yang lama berlalu,

setiap hari yang mulai kulalui tanpamu

dan detik yang hilang bersama keberadaanmu

bisakah kau jelaskan padaku, bagaimana caraku untuk menyapamu ?

lagi...

***

Senja petang ini,  dan gerimis hujan mengiringi pertemuan ini lagi

sedang, kebisuan terasa sangat melekat di dalam lidah dan kedua bibir ini,

tahukah kau ?

ada hati yang kembali menggebu - gebu, entah untuk rasa yang mana ?

sedih, kecewa, atau rindu ?

ada ribuan kata - kata yang meronta - ronta ditenggorokan ku

yang meminta untuk dikeluarkan, tapi begitu kelu untuk kuucapkan

puluhan kalimat, yang selama jeda ini selalu kupertanyakan

***

Hai...

apa kabarmu ?

ingatkah kamu padaku ?

bahagiakah kamu sekarang ?

rindukah kamu denganku ?

siapa kekasih mu sekarang ?

pertanyaan klasik yang entah mengapa selalu menyangkut dikepalaku

tapi tak pernah kutemukan jawaban itu darimu...

***

Sebodoh itu aku masih mengenangmu, meski sudah selama ini waktu mengusaikan kisahku

kau bahkan sudah memulai lagi kisah barumu, halam baru, cerita baru,   dengan dia yang kau anggap berbeda denganku ?

Hai...

Aku kekasih lamamu, yang belum kunjung melupakanmu

hari ini aku masih menikmati kopi pemberianmu,

seperti yang pernah kau suguhkan di malam waktu itu

kini, kopi itu sama sepertimu

hitam, pekat, manis namun tetap menyisahkan pahit

mungkin karena aku bukanlah penikmat yang baik...

 

Foto: http://ceritakatacinta.blogspot.com

  • view 112