Kelahiran dan Kematian #1

Daynenoe
Karya Daynenoe  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Januari 2016
Kelahiran dan Kematian #1

" Ay sakit ..." rintihan istriku yang sedang hamil 34 minggu, membuat nafas sesaat menjadi sesak dan jantung terasa berhenti berdetak. Sesaat teringat teman SD dulu yang sekarang menjadi bidan Desa, setelah di telp dia datang, " Kontraksi den tapi belum ada pembukaan".?Ternyata kontraksi datang lebih cepat dari prediksi Dokter, setelah komunikasi via telp akhirnya saya bawa istri untuk diperiksa ke tempat Dokter yang biasa kami kunjungi rutin untuk kontrol kehamilan.

"Belum waktunya pak, saya kasih resep dulu ya" Dokter menganjurkan kami untuk kembali pulang, perjalan 15 Km menuju rumah kembali kami tempuh terasa agak lama karena malam itu hujan turun cukup deras ..

Malam itu terasa sangat panjang, obat yang diresepkan ternyata tidak membuat sakit berkurang kami terjaga semalaman. Cemas, bingung bercampur menjadi satu, pagi hari saya memutuskan untuk membawa kembali istri ke Klinik Dokter semalam disertai booking kamar untuk perawatan disana, pengalaman pernah kehilangan janin dahulu membuat saya lebih waspada dan sangat berhati hati, "Di infus dulu ya bu" salah seorang suster lalu menuntun kami ke ruangan. Rabu tanggal 06 Januari 2016 istri mulai dirawat dengan pengawasan Dokter Eko SPog, tindakan medis semua telah dilakukan sampai akhirnya kita memutuskan untuk dilakukan?operasi caesar pada hari sabtu tanggal 09 januari 2016 karena kondisi istri tak kunjung membaik ..

"Eaaaa...Eaaa"?pukul 15.00 WIB Anak pertama kami lahir dengan berat badan 2,2 Kg dan panjang 46 cm, tangis nya sangat kuat sampai kemudian tangisnya mereda setelah adzan saya bisikan ditelinga mungilnya. Ya saat itu saya resmi mejadi seorang ayah dari seorang bayi laki-laki yang kemudian kami namai Alifianda Pranaja Mahanipuna.?Sesaat kemudian Dokter Eko keluar dari kamar operasi dengan senyum lebar mengabarkan bahwa istri saya sudah siuman pasca operasi, "Alhamdulillah operasi berjalan lancar pak, ibu sudah bisa ditemani dan nanti kita bawa kembali ke klinik untuk pemulihan disana". Kabar baik itu akhirnya datang?setelah 4 hari kami lalui dengan ketegangan dan perasaan cemas. Tapi sesaat kemudian situasi kembali kurang mengenakan karena Dokter menyarankan anak kami di lakukan Observasi di RS dikarenakan kelahirannya masuk dalam kategori prematur sehingga diperlukan perawatan?Intensive.?

Bayi prematur sangat beresiko terjadi hipotermi atau suhu tubuh yang rendah sehingga memerlukan lingkungan udara yang hangat. Kondisi demikian memerlukan bantuan alat incubator yang pada akhirnya Alif kami tinggal di Rumah Sakit untuk ditangani maksimal dan Istri kembali ke Klinik untuk pemulihan pasca operasi. Malam itu kami terpisah, saya tak bisa membayangkan perasaan istri yang telah berjuang 34 Minggu dan 4 hari perawatan?namun?belum bisa melihat dan memeluk bayi yang diperjuangkannya. Tetapi Tuhan sangat baik kami dapat kabar kondisi Alif normal dan bisa di bawa dari Rumah Sakit setelah satu hari perawatan, pagi hari bersama kakeknya yang datang dari Cirebon saya bergegas ke Rumah Sakit tetapi pihak Rumah Sakit mengatakan bahwa Alif bisa di ambil pukul 3 Sore dan kami tidak diperkenankan untuk masuk ke ruangan perawatan bayi.

"Apa ada janji sama orang ngak bisa nunggu sampai jam 3 tolong bagaimana caranya sebelum berangkat ingin liat cucu dulu"?permintaan orang tua yang tidak bisa saya tolak karena beliau jarang pulang ke Cianjur, dengan berbekal modus kakeknya mau berangkat umrah akhirnya pukul 11 siang kepala ruangan luluh dan memperbolehkan kami masuk untuk melihat Alif. Setelah diberi waktu 5 Menit diruangan, saya kembali ke klinik dan kakek Alif pulang ke Cirebon. 5 Jam menunggu terasa sangat lama, rasanya seperti pertama puasa nunggu maghrib yang tak kunjung datang.

Akhirnya waktu itupun datang dibantu kakak perempuan dan satu orang suter dari klinik kami berangkat untuk menjemput Alif, setelah mengurus administrasi kamipun kembali ke klinik. Alif akhirnya bertemu dengan bundanya dan malam itupun saya bisa tidur sedikit pulas ..

?

Bersambung ..?

?

?

  • view 204