Berada Dititik Jenuh Dalam Hidup

Dayat Piliang
Karya Dayat Piliang Kategori Motivasi
dipublikasikan 29 Februari 2016
Berada Dititik Jenuh Dalam Hidup

Mungkin beberapa diantara kita pernah berada dalam titik jenuh kehidupan. Dalam situasi dimana hidup merasa tidak berarti. Hidup segan, mati tak mau.

Bagiku, itu adalah hal yang wajar dialami manusia. Penyebabnya, kita telah kehilangan sebuah motivasi untuk hidup, telah kehilangan sebuah alasan kenapa harus hidup di dunia ini.

Untuk hidup, kita semua butuh sebuah alasan.

Menurutmu, kenapa seorang Ayah mau berlelah-lelah mencari nafkah? alasan Ayah mau melakukan itu karena keluarganya. Ia mau berlelah-lelah mencari nafkah demi menghidupi dan menyenangkan keluarga kecil yang dicintainya.

Tanpa ada alasan untuk hidup, manusia akan merasa jenuh dalam hidupnya. Ingin segera mengakhiri hidup tapi sulit melakukannya.

Ada satu waktu aku kehilangan alasan untuk hidup. Benar-benar jenuh dengan kehidupan ini. Jelas saja, aku tinggal di perantauan seorang diri, dari keluarga yang broken home dan tidak kaya raya, permasalahan banyak. Belum lagi hidupku begitu-begitu aja. Bangun pagi hari, bekerja, ngopi, tidur dan balik lagi melakukan aktifitas yang sama berulang-ulang.

Jenuh sekali, ingin rasanya mati saja.

Akhirnya aku menyadari kalau aku telah kehilangan alasan untuk hidup. Maka, akupun segera mencari alasan-alasan agar aku dapat bertahan di dunia yang menjijikkan ini. Meskipun alasanku memang teramat gila, tidak nyata, lebih tepatnya belum atau mungkin tidak akan nyata.

Alasan itu, aku menyakini kalau ada seseorang yang menunggu ku dimasa depan. Seorang wanita yang menjadi pendamping hidupku, serta beberapa anak-anak kecil yang lucu yang akan mewarnai hari-hariku agar tidak begitu membosankan.

Buat teman-teman yang berada dalam titik jenuh dalam hidup. Kau sebetulnya telah kehilangan alasan, maka temukanlah alasan baru agar tetap bertahan. Meskipun alasan itu tak masuk diakal, asal itu menjadi penyemangatmu untuk bertahan didunia ini, maka pakailah alasan itu.

Carilah alasan untuk apa dan untuk siapa kalian hidup. Seperti seorang Ibu yang rela bekerja dari terbit mata hari hingga tertutup mata Ayah di malam hari hanya untuk keluarga tercintanya.

Jangan pernah menyerah dalam hidup. Jangan kalah. Selama kau diberi kesempatan hidup, maka kau harus tetap hidup didunia ini. Jangan pernah mengakhiri sendiri secara sepihak. Tuhan tidak menyukai itu.

*Dayat Piliang

?

  • view 884