Perhitungkan Biaya Untuk Tinggal di Apartemen Pilihan Anda

Dave Schiffer
Karya Dave Schiffer Kategori Ekonomi
dipublikasikan 16 Oktober 2017
Perhitungkan Biaya Untuk Tinggal di Apartemen Pilihan Anda

Mencari tempat tinggal di kota besar seperti Jakarta sudah cukup sulit. Sudah jarang yang menjual tanah ataupun rumah dengan harga dibawah 300jutaan. Maka dari itu apartemen dapat dijadikan alternatif bagi masyarakat kota yang sedang mencari tempat tinggal. Harga apartemen pun beragam mulai dari harga termurah yaitu sebesar 200jutaan sampai dengan paling elit yang berkisar milyaran. Sebelum membeli apartemen kita harus memastikan realisasi pembangunannya terlebih dahulu karena tak jarang banyak yang sudah membeli apartemen namun tidak kunjung dibangun.

Disamping itu biaya untuk hidup di apartemen pun harus kita perhitungkan. Sudah rahasia umum jika hidup di apartemen tidaklah murah. Banyak biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Biaya rutin bulanan tersebut diantaranya :

Maintenance fee / Biaya Pemeliharaan Gedung

Biaya seperti harus kita keluarkan setiap bulannya untuk kepentingan pemeliharaan gedung. Biaya tersebut dipakai demi mempertahankan lingkungan apartemen supaya tetap terawat, nyaman dan tentram. Besaran biaya pemeliharaan gedung tergantung dari kebijakan pengelola kawasan apartemen biasanya biaya seperti ini berkisar sebesar 300ribu per bulannya. Selain itu ada biaya pemeliharaan yang disebut sinking fund. Semakin tuanya umur suatu apartemen semakin besar pula biaya ini. Karena hal ini berhubungan dengan fasilitas umum yang lumayan berat perawatannya seperti lift, genset, saluran air, saluran udara, dan lain sebagainya.  Biaya sinking fund pada umumnya berkisar antara 200ribuan. Secara garis besar kita harus mengeluarkan total biaya pemeliharaan gedung sebesar 500 ribu rupiah. Tentunya uang 500ribu/bulan hanya untuk biaya pemeliharaan gedung tidak lah murah.  

Biaya Utilitas

Biaya utilitas yang dimaksud adalah biaya kebutuhan utama seperti listrik dan air. Di perkampungan kita masih bisa pergi ke sungai untuk mendapatkan air bersih. Namun di Jakarta jangan harap bisa menemukan air bersih di sungai manapun, yang ada hanyalah limbah penuh dengan penyakit. Apartemen menyediakan air sebagai keperluan sehari-hari untuk minum dan kebutuhan lainnya dari PDAM dengan biaya bulanan sebesar 100 ribu rupiah. Lalu untuk listrik jika apartemen memiliki AC ataupun alat elektronik yang bertegangan lumayan siap-siap saja membayar tagihan sebesar 600 sampai 1.5 juta perbulannya. Tingginya biaya listrik karena memang apartemen mempunyai ongkos tambahan untuk menyediakan listrik tersebut. Jika ditotalkan biaya utilitas ini bisa mencapai 1.6 juta perbulannya.

Biaya parkir

Belum selesai di biaya utilitas, anda juga harus membayar biaya parkir di tempat apartemen. Kriteria biaya penarikan tarif parkir ini bervariatif ada yang memberikan biaya menurut kuantitas kendaraan yang dimiliki, ada juga yang dibebankan perbulan. Berbeda lagi untuk parkir di basement jika apartemen tersebut terintegrasi dengan Mall atau merupakan apartemen superblok. Biaya parkir di tempat tersebut tentunya adalah pendapatan mall dan bukan merupakan peraturan pengelola apartemen. Untuk tarif parkir di apartemen perbulannya bisa dihargai sebesar 150ribu per mobil. Jika anda mempunyai banyak mobil lebih baik di jual saja atau berikan kepada yang memerlukan.

Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa biaya bulanan untuk hidup di apartemen tidaklah murah. Anda harus memiliki uang sebesar 2,3juta untuk bisa tinggal saja. Belum lagi kebutuhan pokok yang harus anda dipenuhi seperti makan, transportasi, hiburan dan kebutuhan lainnya. Kalau dikira-kira harus mempunyai uang kurang lebih sebesar 6juta perbulannya. Untuk mengurangi mahalnya biaya hidup di apartemen anda harus mempertimbangkan kelayakan apartemen tersebut. Lokasi strategis dapat mengurangi biaya transportasi. Jika anda seorang pekerja di area bandara, anda bisa mencoba untuk beli apartemen berdekatan dengan bandara supaya tidak memerlukan biaya lagi untuk transportasi. Perlu diketahui juga kategori apartemen yang akan kita tinggali apakah fully furnished atau tidak. Kelebihan dari fully furnished yaitu kita tidak perlu repot lagi untuk membeli berbagai perabotan rumah tangga. Berbagai peralatan seperti kasur, dapur dan lain sebagainya sudah disediakan di apartemen tersebut. Jika apartemen tersebut tidak menyertakan fully furnished maka kita harus menambahkan biaya awal untuk berbagai peralatan hunian. Hidup di apartemen memang tidak murah namun hal tersebut semestinya sesuai dengan tingkat kepuasan dalam memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman.

 

  • view 41