Surga ini milik siapa?

David Sirait
Karya David Sirait Kategori Renungan
dipublikasikan 19 Januari 2018
Surga ini milik siapa?

Saat saya melihat tim persekusi dari kelompok ormas dgn kedok membawa agama mencari seseorang yang melakukan ujaran kebencian kepadanya dan melancarkan aksinya, saya jadi terheran dan bingung kenapa mereka bisa melakukan tindakan di luar batas dan anarkis seperti itu?
 
Saya jadi berpikir bahwa mereka melakukan aksi di luar wajar bahkan tdk sesuai prosedur hukum, bahkan aparat penegak hukum saja belum bergerak menangani ini. Para kelompok ormas berkedok agama langsung sigap melakukan aksinya dengan alasan: agar memberi pelajaran untuk efek jera dan kembali berada di jalan yang benar sesuai ajarannya. Tapi ada pertanyaan yg terbelit dalam benakku, apakah mesti dengan cara kekerasan?
 
Saya jadi ingat saat pemuka agama, pemimpin ibadah, atau penceramah seperti pendeta memberikan nubuat Firman Tuhan di hadapan umatnya pada prosesi ibadah dan berharap bahwa umatnya akan berada di jalan yang benar sesuai Firman dan Ajaran Tuhan. Tapi yang dia liat realitanya di sekitar bahwa umatnya melakukan kegiatan maksiat setelah mendengarkan ceramah dari pendeta tersebut, apakah pendeta tersebut akan marah atau bahkan mendatangi dan menyiksa umatnya tersebut untuk kembali ke jalan yang benar sesuai Firman dan Ajaran Tuhan?
 
Pendeta itu malah hanya menasehati dan mendoakannya agar mereka bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Tapi, apakah itu ampuh agar umatnya tidak melakukan kegiatan maksiat dan melakukan apa yang diomongkan oleh sang pendeta.
 
Pesan:
Ingat, bahkan sekelas pendeta sekalipun saja tidak bisa menjamin umatnya untuk berada di jalan benar. Tugas pemuka agama, pemimpin ibadah, atau penceramah hanya menyampaikan kebenaran dan ajaran dari suatu agama tapi bukan berarti mereka bisa menjamin bahwa umatnya akan berada di jalan yang benar bahkan janji berkah yang lain seperti surga, hidup yang mewah berkecukupan, bidadari, dsb tersebut. Ini sama saja seperti: "ngurus surgamu aj belum betul malah ngurus surga orang lain! Situ emang wakil Tuhan?". Setidaknya mereka telah berusaha untuk menyadarkan agar berada di jalan yang benar sesuai norma dan etika. Mungkin musibah dan penyesalan akan menjadi akhir bagi para pendosa untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

  • view 71