susahnya cari duit

Darmawan Saputra
Karya Darmawan Saputra Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Mei 2016
susahnya cari duit

Carita nyata dari mahasiswa tingkat tua

Cerita inspiratif dari seorang mahasiswa yang baru menyadari sulitnya akan mencari rupiah.
cerita ini berawal dari tuntutan seorang anak kepada orang tuanya yang ingin meminta uang untuk keperluan sehari-hari, terlebih untuk menyambung hidup.

Mahasiswa tersebut akhirnya memutuskan untuk bekerja, lantaran kebutuhan hari demi hari semakin bertamba, dengan pemasukan perbulan bisa dikatakan hanya cukup untuk makan, tidak dengan yang lainnya. Akhirnya mahasiswa tersebut melamar pekerjaan disebuah tempat makan yang ditawarkan oleh teman kostnya, dan dia mulai langsung berkerja disaat itu juga. Disaat dia melamar, dia langsung bekerja.

Tidak ada interview atau permintaan CV dari tempat makan tersebut. Berarti tempat makan tersebut sangat membutuhkan pekerja. Pada jam awal bekerja, dia merasa semangat, lantaran ini merupakan pembelajaran pertamanya mencari rupiah.

Jam demi jam sudah terlewati dengan rasa yang sangat lelah, karena ini merupakan awal dari pengalaman menjadi seorang pekerja. Mau tidak mau, dia harus menerima konsekuensi yang ada. Salah satu konsekuensi tersebut adalah, dia harus berjalan dari kost sampai tempat kerja, dan rasa lelah yang amat sangat.

Setelah dia selesai bekerja, dia langsung pulang ke kostnya, dengan berjalan kaki, dan badan yang pegal-pegal karena setelah bekerja. Setelah setengah perjalanan, mahasiswa tersebut berharap ada temannya yang lewat menggunakan sepeda motor, dan meminta bantuan untuk mengantarkannya ke kost, karena saking capenya dia bekerja.

Pada akhirnya, Allah SWT mengabulkan harapannya. Dia bertemu temannya disaat dia sedang berjalan sambil membereskan rambut. Teman dari mahasiswa tersebut menghampirinya tanpa dia minta untuk menghampiri. Alhamdulillah teman dari mahasiswa tersebut langsung menawarkan diri untuk mengantarnya ke kost.

Ini mungkin awal pembelajaran perjuangan bagi mahasiswa tersebut dalam mencari rupiah.

Sesampai dikost, mahasiswa tersebut baru menyadari akan sulitnya mencari rupiah. Dia termenung dan merasa bersalah terhadap orang tuanya karena terlalu banyak meminta rupiah, demi menyambung hidup. Dan baru terfikir dalam benaknya, bahwasannya orang tua dirumah entah bekerja apa untuk mencari rupiah demi anaknya. Insya Allah Halal dengan apa yang orang tuanya kerjakan demi memenuhi kebutuhan mahasiswa tersebut.

Sungguh berat kawan, hanya untuk mendapatkan rupiah. Coba bayangkan kita menjadi orang tua yang sedang bekerja untuk anak-anak kita, rasakan sensasi bekerja. Yang membutuhkan banyak tenaga. Bayangkan orang tua kita yang sedang bekerja untuk membiayai kita, tidak mudahlah untuk mendapatkan rupiah.

Pesan dari mahasiswa angkatan 2013 yang bersangkutan.

Janganlah kalian wahai para mahasiswa, terlalu banyak meminta ini dan itu kepada orang tua, karena belum tentu orang tua mampu memberikan hal yang sedemikian akan ini dan itu. Meskipun orang tua meng”iya”kan dan mengusahakan agar keinginan anaknya tercapai. Orang tua akan merasa terbebani dengan apa yang kita minta. Mungkin mahasiswa yang tergolong mampu dalam segala hal itu tidak terlalu menjadi masalah, akan tetapi, bagi mahasiswa “MOHON MAAF” yang orang tuanya hanya memiliki penghasilan yang hanya cukup untuk bayaran, tidak usahlah muluk-muluk meminta ini dan itu, syukuri apa yang ada.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah kamu dustakan” Qs: Ar-Rahman

 

  • view 162