sewaktu rindu mati lampu

Darmanto 'anto'
Karya Darmanto 'anto' Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Februari 2016
sewaktu rindu mati lampu

sering kali kita sangat benci listrik sedang mati,bahkan tidak jarang kita mencak-mencak pada mereka yang tidak beres bekerja mengurus perusahaan listrik negara (PLN) seakan dunia mau runtuh,tapi sungguh ini malam berbeda, serentak kita ucap syukur pada jeda listrik sedang mati. entah memang otak kita yang penuh sesak dijejali dengan macam-macam hal ataukah hari-hari tak lagi bersahabat.

tak bisa dipungkiri bahwa memang pesatnya perkembangan laju teknologi dan makin beragamnya gadget membuat kita kadang lupa siapa diri kita sesungguhnya,kita terlampau keasyikan bersua sapa lewat layar tipis itu,kita menjadi enggan bercerita dengan orang disekitar kita,kita sangat ketakutan terlambat mengecek berapa jumlah like yang kita dapat.

lalu kita berubah menjadi mahluk yang dikontrol layar persegi empat itu, kemudian tak berlebihan jika yang dekat menjadi jauh,dan yang jauh menjadi seakan dekat.kita lupa dimana kita berpijak. maka tak salah mati lampu membuat kita rindu masa-masa yang lewat,kita rindu dengan kesederhanaan, kita rindu dengan hangatnya keakraban nyata.

"pada jeda listrik sedang mati kita menuju ruang gelap segelap lilin tanpa api lalu didalam hatiku kutanam hatimu merambati cerita yang telah lama kita pendam pada diri yang semakin retak sebab sibuk seribu rupa"

sejujurnya mati lampu dalam waktu yang lama memang sedikit menyesakkan apalagi disaat yang sama ada banyak hal yang harus diselesaikkan dengan bantuan lampu. pun andai saja pemerintah membuat program mati lampu sebulan sekali,saya adalah orang yang akan mengatakan setuju pertama kali. aneh kan? tapi sungguh saya rindu menjejali potongan ingatan sewaktu mati lampu. saya merindu sewaktu mati lampu. saya mati merindu listrik mati.

?

  • view 212