Jadi Perempuan

Wirda Tri Hasfi
Karya Wirda Tri Hasfi Kategori Motivasi
dipublikasikan 12 April 2016
Jadi Perempuan

Jadilah perempuan yang menginspirasi, bukan perempuan yang suka dipuji, bukan pula perempuan yang menebar sensasi, dan bukan pula perempuan yang hanya sibuk mempercantik diri. -Imam Al-Ghazali


Kutipan ini seketika menamparku.

Membuatku sedikitnya sadar bagaimana harusnya perempuan.

Oh ya, sebelumnya, kenalkan, Aku Wirda. Ah! Kau tahu? Hal pertama selalu buat aku jadi kaku, serius! Ini tulisan pertamaku di inspirasi.co, katanya, pertemuan pertama akan selalu jadi ingatan utama, seperti halnya tulisan pertama, ini akan jadi ingatan utama bagi penulis atau mungkin bagi pembaca pertamaku disini. Kenapa memilih kategori motivasi? Kupikir, ini akan sedikit manfaat, semoga.

Ditulisan pertama ini, izinkan sedikit kuperkenalkan diriku yang mungkin sama sekali tidak kau kenali. Hehe. Maka, kategori "Motivasi" ditulisan ini kupikir sedikit melenceng. Maka, maafkan aku. *sungkem satu-satu* Aku sudah sering menulis, tapi di blog sebelah, bisa dicek di sini: www.wirdatrihasfi.wordpress.com 

Nah! Soal tulisan ini, sebenarnya aku baru saja membaca tulisanku di tahun 2014 lalu, tentang penggunaan kata perempuan, bisa langsung dicek disini  https://wirdatrihasfi.wordpress.com/2014/04/04/perempuan-dan-wanita/ 

Back to topic------

Jadilah perempuan yang menginspirasi. Maka tidak ada kata lain yang bisa kuucapkan selain, aamiin. Semoga. Tidak hanya aku, tapi juga pembaca, iya! Yang lagi baca ini ^^

Perempuan itu madrasah pertama bagi anaknya (Al-ummu madrasah al-ula). Maka, sebagai perempuan yang masih belum punya anak, belajar dan terus belajar adalah seuatu keharusan sebelum berstatus Ibu. Hmm, semakin kesini, kupikir tulisan ini hanya akan berkategori a note to my self. Bagi perempuan, terutama bagi penilaianku, tidak ada hal yang paling membanggakan selain bisa dibanggakan oleh orang yang disayangi, dan kupikir, itulah saat, ketika aku telah menjadi madrasah bagi seseorang yang kusebut anak.

Namun, sebelum itu terwujud, sebelum masa itu kujalani, dalam lipatan takdir-Nya sebagai seorang anak dari Orang Tua yang luar biasa, teruntuk Ayah dan Umi, menjadi seorang perempuan yang sebenar-benarnya perempuan kupikir akan membanggakan kalian.

Kalimat penyadaran dari Imam besar. Tidak lain melahirkan harapan besar untuk mampu menjadi perempuan yang dimaknai mampu beri makna dalam hidupnya juga hidup orang lain. Jika belum mampu menginspirasi, setidaknya tidak menjadi perempuan penebar sensasi yang senang dipuji.

Okay, ini paragraf terakhir dari tulisan pertamaku, salam kenal, semangat mengispirasi,

walau dalam tulisan ini belum bisa menginspirasi, setidaknya, kau telah membacanya sampai akhir. Hehe.

  • view 298