Belum Mati

Darah Mimpi
Karya Darah Mimpi Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 23 Agustus 2017
Belum Mati

Belum Mati.

Aku ingin melihat meski gulitaku terbenam

Aku ingin tersenyum lamtas menari di hadapan mega

Tatkala simpul alam sedang berdusta

Di sini, aku berpijak dengan langkahku yang buntung

                Dalam pusara waktw, aku menggumam

                Mengapa aku tak bangkit untuk terbang?            

                San alasan apa Tuhan membuat jantungku retak

                Kare ana pa pula, napasku ditusuk sesak

kepalaku baru saja ditimbun batu dari neraka

Lantas ragaku robek sementara napasku mampat

Memdekati ajal, namun aku belum ssnggup menyambutnya

PAku akan menjadi perjamuan di dalam dusta neraka

Lantang tubuhju dicincang untuk hidangan setan

Aku berdiri memapah sisa-sisa kehidupanku

Melawan tonggak siksa yang tak membuatku jera melambungkan kata

Lantas aku sadari, aku belum M A T I

napasku masih berada, meski lajunya entah ke mana 

Satu kata hari ini, "Tuhan! Sembuhkan aku, lantas aku ak an terbamg mengelikingi dunia."

          Yogyakarta,   17  Februari  2015, 03:13.  Terlentang dalam gurauan maut.

  • view 44