Ibu

Darah Mimpi
Karya Darah Mimpi Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 23 Agustus 2017
Ibu

                IBU.

Aku bertanya kepada diriku...

Apa aku bisa hidup tanpa ibu?

Apakah aku bisa makan

Tanpa suapan ibu?

Apa aku bisa tidur

Tanpa pelukan ibu

Apa aku bisa sembuh dari penyakit

Tanpa jerih tangan ibu?

Kala belia aku dididik untuk menjadi anak yang berbakti

Kala dewasa aku malah lupa diri

Aku tak mampu jauh tanpa ibu

Walau ibu mampu jauh dariku dengan cemasnya

Ibu aku merindukanmu

Ibu....

Ibu aku terlalu hina

Aku ini menjijikkan! Aku tak bisa memberikan apa-apa untukmu

Bahkan hanya sekedar tulisan pun, aku tak bisa ibu...

Aku tidak bisa membanting tubuhku untuk menafkahimu...

Tapi setiap waktu ibu membanting tubuh sucinya untukku

Aku selalu dimanjanya..

Ibuku sangat hebat....

Kuat dan tak ada tandingannya.

Tuhan berikanlah kebahagian kepadanya di akhirat

Kumohon! Dunianya sudah sangat menderita

Kau cabut pendamping hidupnya, yang tak lain adalah tulang punggungku

Tuhan, kumohon! berilah ia kebahagiaan

Berilah ia kebahagiaan di akhir hidupnya.

Aku rela mengemban dosa ibuku

Aku rela masuk neraka demi ibuku

Selama ini aku selalu membuat ibuku menderita

Aku terlalu keras kepala dan menyusahkan ibu.

Tuhan komohon, bukakanlah pintu hatinya agar terus lurus dan mau tabah

Aku akan berusaha demi ibu

Aku akan belajar sungguh-sungguh demi ibu

Kelak akan aku lambungkam sajakku demi ibu..

Ijinkan aku Tuhan, restui langkahku

Hanya tulisanku yang bisa menyunggingkan senyuman ibu

Bangku sekolahku penuh maksiat

Aku rajin mbolos

Apalah dayaku kini

Aku tak punya keahlian diri.......

Maafkan aku ibu..

Aku mencintaimu ibu....

Kan kupeluk tubuh hangatmu....

Sajakku tak seindah pujangga ternama...

Karena aku tak pandai merangkai kata indah untukmu ibu...

Mungkin kelak sajakku untukmu akan kaya metafora ibu...

Kala aku sudah bisa membingkiskan hal indah untukmu ibu...

Aku akan menjadi anak yang berhati mulia

Aku akan menjadi anak yang selalu ceria

Walau aku sering terluka

Aku akan mencontohmu, ibu....

 

Yogyakarta, 02 Mei 2014.

  • view 16