Hiduplah dengan pembuktian

Wildan Muhlison
Karya Wildan Muhlison Kategori Project
dipublikasikan 04 November 2016
Nduk,

Nduk,


Catatan pesan seorang Ayah pada anak perempuannya

Kategori Acak

5.3 K Hak Cipta Terlindungi
Hiduplah dengan pembuktian

Nduk nduk,,,

Unttuk dapat menyalakan api tungku, dibutuhkan bahan bakar berupa kayu, bambu, rotan, kertas ataupun plastik. Hal ini untuk menyalakan api sekaligus menjaganya tetap menyala. Adapun untuk dapat menjalankan sepeda motor atau mobil, dibutuhkan bahan bakar berupa bensin premium, pertalit hingga pertamax. Untuk dapat menerbangkan sebuah pesawat dibutuhkan bahan bakar berupa avtur. Dan untuk meluncurkan roket, menembus langit, dibutuhkan bahan bakar berupa zat pendorong yang disebut propelan. Kesemua bahan bakar ini digunakan untuk tetap mampu menjaga nyala api, menggerakkan, menerbangkan hingga meluncurkan.

Begitu pula dengan hidupmu nduk,

Bahan bakar dalam menjalani kehidupan ini adalah pembuktian.  Pembuktian ini bisa kamu peroleh dari dirimu sendiri, orang orang yang kamu kasihi, lingkungan sekitarmu. Jadikan diri sendiri sebagai bentuk pembuktian untuk mendobrak ketakutanmu dan kekhawatiranmu sendiri. Ambil pula pembuktian itu dari orang - orang yang kamu kasihi, kedua orang tuamu, saudaramu, sahabatmu, buktikan bahwa kamu bisa menjadi seperti apa yang mereka harap. Ambil juga pembuktian itu dari sekitarmu meskipun itu terkadang hanyalah tatapan sebelah mata, ketidak yakinan akan dirimu, ketidakpercayaan mereka kepadamu, bahwa kamu tidak bisa menjadi apa apa, bahwa kamu bukanlah siapa-siapa dan akan terus seperti itu, bahwa kamu berasal dari sesuatu yang tidak layak untuk diperhitungkan. Apapun itu, bungkus semua anggapan-anggapan itu, taruh dalam satu kantong besar, lalu pikulah dipundakmu, meski berat. Jadikan itu sebagai pendorongmu untuk terus melangkah meski terseok seok. Jadikan itu sama seperti sebuah kotoran, yang kamu pendam dalam, hingga nanti itu semua akan menjadi pupuk booster mu yang akan menyuburkanmu, yang merangsang kamu untuk terus tumbuh dan berkembang. Hiduplah dengan pembuktian yang akan membuatmu tetap hangat, menyalakan harap, membuatmu tetap melangkah, berjalan hingga berlari dan memberimu kekuatan untuk tetap bertahan hingga menjadi individu yang lebih baik.

Hingga nanti satu persatu kamu mampu membuktikannya pada dirimu, orang tuamu, saudaramu, sahabatmu hingga orang orang yang meremehkanmu selama ini. Hingga rasa bangga diliputi perasaan syukur atas segala pencapaianmu, berterimakasihlah kepada mereka, meskipun itu dengan orang - orang yang selama ini menganggapmu sebelah mata. Karne merekalah yang manjadi salah satu trigger di mana kamu berdiri sekarang. Ketika itu terjadi, dan nanti mungkin hati akan terasa hampa. jangan pernah berhenti. Tetaplah hidup dengan pembuktian, dan jika telah habis segala sesuatu yang bisa kamu buktikan, sudah saatnya kamu gantungkan kepada Tuhanmu, gantungkan pembuktianmu kepadaNya, pembuktian untuk menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang terlahir dengan kesia-siaan, bahwa segala sesuatu yang tercipta memiliki manfaat, bahwa segala yang terhidupi memiliki tujuan. 

Nduuuk,,

Itu semua adalah sebuah proses yang mesti harus kamu lewati bukan untuk kamu hindari. Sama seperti saat kamu dulu belajar berjalan, tidak bisa ujug-ujug kamu langsung berjalan, ada tahapan yang mesti harus kamu lewati, telungkup, merangkak, kemudian kaki lentikmu menyentuh bumi, hingga nanti pijakanmu kuat dan siap berjalan. Begitu pula saat kamu menaiki sebuah tangga, tidak bisa kamu langsung maunya menaiki 2 sampai 3 anak tangga sekaligus, kasihan bapakmu ini dibawah yang goceli. pelan pelan saja, ambil satu anak tangga, ini bukan ajang balapan kok. Sama seperti kamu mendaki sebuah gunung, tidak bisa kamu maunya dari kaki gunung langsung tembus puncak, mungkin bisa. tapi kamu akan melewati sesuatu yang indah, sesuatu yang berharga, sesuatu yang tak bisa kamu beli dengan apapun, sesuatu yang disebut sebuah proses. Memang Lelah. tapi bukankan ada nikmat seba'da lelah.

Perhatikanlah nduk,

 Setiap perjalanan adalah laku, dan setiap laku berujung pencerahan. Bagi yang mau dan memikirkan.

untuk itu saat ini, hiduplah dengan pembuktian, tidak penting hal itu kecil ataupun besar, yang terpenting adalah tetaplah mengayuh. Itu semua akan membuatmu tetap hangat, menyalakan harap, membuatmu melangkah, berjalan hingga berlari dan memberimu kekuatan untuk tetap bertahan.

  • view 396