(bila) Kejatuhan Cinta

Wildan Muhlison
Karya Wildan Muhlison Kategori Project
dipublikasikan 27 Agustus 2016
Nduk,

Nduk,


Catatan pesan seorang Ayah pada anak perempuannya

Kategori Acak

4.7 K Hak Cipta Terlindungi
(bila) Kejatuhan Cinta

Nduk nduk cah ayu,,,

Menjaga hati bukan berarti tanpa pernah merasakan rasanya kejatuhan, bukan kejatuhan benda yang pasti sakit, ini kejatuhan cinta yang konon berjuta rasanya, campur aduk perasaannya, bahkan katanya tahi kucing rasa coklat, efeknya pun candu, bisa berhalusinasi yang tampak sangat biasa menjadi luar biasa pada pandangan orang yang sedang jatuh cinta, bahkan mau ngapa-ngapain selalu ingat. Begitu banyak kata untuk mengungkapkan rasanya jatuh cinta. Orang yang sedang dibuai jatuh cinta bisa sangat enerjik atau malah sebaliknya tergantung bagaimana suasana hati pada saati itu. Jatuh cinta bagaikan candu yang dapat membius indera indera lain seperti logika, sakit dan lain sebagainya. Lihat saja bagaimana orang sakit yang jatuh cinta, sakitnya segera sembuh atau bahkan hilang sementara, mampu mengalahkan logika, mampu mengalahkan kenyataan. Begitu luar biasanya energi orang yang sedang jatuh cinta.

Namun nduk,

Bukan berarti jatuh cinta tanpa celah, justru sifatnya yang candu ini memberikan potensi potensi untuk terkontaminasi hal lain yang seajtinya jauh dari sifat cinta itu sendiri. Saat kamu jatuh cinta kelak, jangan sampai kesadaranmu sampai luruh, perasaan menggebu gebu itu mengalahkan hal lain yang lebih prioritas apalagi sampai menabrak norma norma yang ada. Apalagi saat ini, mudah sekali segala sesuatunya mengatas namakan cinta, merendahkan arti cinta itu sendiri.

Untuk itu duhai anakku, dalam jatuh cinta kamu pun harus berilmu, seperti yang pernah kuceritakan padamu. Perhatikanlah dengan seksama karna banyak hal yang dengan mudahnya dikatakan sebagai cinta. Kekaguman saja dianggap jatuh cinta, merasa nyaman saja dianggap jatuh cinta, merasa diperhatikan saja sudah dianggap jatuh cinta, merasa diutamakan saja sudah dianggap jatuh cinta, yang kesemuanya dengan mudahnya dicap sebagai perasaan jatuh cinta.

Hati hati ya nduk, bukan berarti tak percaya, namun ini sebatas keresahan. Jangan sedangkal itu ya nduk, kamu harus cermati, kamu harus kritisi semua perasaan yang muncul dalam pikiranmu, yang mengaku ngaku sebagai perasaan jatuh cinta. Karna akan banyak sekali motif serta modus yang mengatas namakan cinta, sama halnya dengan sebuah produk di pasaran yang memiliki produk asli pasti pun ada produk produk yang mengatasnamakan sebagai produk aslinya padahal hanya produk produk oem, kw super sampai kw turunannya, yang serta merta hanya untuk menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak yang lain. Permasalahannya, jika antara produk asli dan kw kita masih bisa membedakannya, berbeda dengan jatuh cinta, karna kita melibatkan perasaan yang sejatinya sangat rentan untuk dimanipulasi.

Nduk, jatuh cinta adalah sebuah tahapan sebelum kamu mencintai. Pahamilah bahwa untuk dapat kejatuhan oleh cinta, memerlukan banyak sebab, Kenali baik-baik alasanmu jatuh cinta, jangan hanya persoalan yang membuai dan dengan mudah mengatasnamakannya sebagai perasaan jatuh cinta.

Dan ketika kamu bertanya, bagaimana jika telah kamu temukan sebab sebab kamu jatuh cinta dalam kondisi  sadarmu?

Maka aku pun akan balik bertanya, ini serius kan? Buat masa depan. Kalau cuma sesaat, ya jangan bermain-main di jalan sesat, karna bagiku, seorang laki laki sejati yang mencintaimu ialah yang  membuatmu tetap terhormat dan terjaga. Kalau iya, syarat hanya ada satu, maukah kamu menceritakanya padaku dan setelah itu aku akan bersiap menunggu kunjungan dari penyebab utamamu jatuh cinta datang ke rumah, untuk menunjukkan tanggung jawabnya.

Sebelum itu terjadi tetap bungkuslah perasaan jatuh cintamu dengan rasa malu, dengan menundukkan pandangan, dengan memuasakan perasaan, dan dengan tetap bermunajat pada Sang Maha Cinta, agar hatimu tetap lapang dan pikirmu tetap terang. Sama kiranya seperti mulianya Fatimah az Zahra dalam menjaga perasaan cintanya.

  • view 205