Sungguhkan upayamu

Wildan Muhlison
Karya Wildan Muhlison Kategori Project
dipublikasikan 18 Agustus 2016
Nduk,

Nduk,


Catatan pesan seorang Ayah pada anak perempuannya

Kategori Acak

5.2 K Hak Cipta Terlindungi
Sungguhkan upayamu

Nduk,,

Kamu akan bertumbuh, sejalan dengan semakin besar rasa keingin tahuanmu yang bertengger di benak pikiranmu. Berbanding lurus dengan semakin tinggi keinginan yang meluap-luap akan banyak hal. Awal kamu akan meminta, kemudian merengek sampai menangis untuk mendapatkan sesuatu. Hal yang wajar, karena memang pada saat itu hanya itulah yang mampu kamu upayakan. 

Seiring berjalannya usiamu, kamu akan mulai berfikir secara logis bahwa untuk mendapatkan sesuatu kamu haru mau mengupayakan sesuatu, siapa yang menanam dia yang akan menuai hasilnya. Kamu harus mau menyingsingkan lengan bajumu, merelakan bulir keringatmu bercucuran, dan membiarkan tanganmu berdebu, yang itu semua untuk mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan. Selalu ada harga yang harus kamu bayarkan untuk mendapatkan sesuatu. Yang kamu percayai bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Bahwa kesungguhan yang membedakan kadar usaha setiap manusia dalam memenuhi hidupnya.

Nduuuk,,,

Kamu pun akan sampai pada satu titik di mana apa yang kamu dapatkan tak sejalan dengan apa yang telah kamu upayakan. Kamu akan mulai merasa ketidak adilan terjadi, mulai menyalahkan hal yang ada di sekitarmu sebagai penyebab kegagalanmu termasuk orang orang di sekitarmu. Jika itu terjadi, tak usah bersedih, apalagi sampai menyalahkan Sang Maha Pemberi, itu semua hanya pemikiran dan pengetahuan kita saja yang masih sangat terbatas. Tetaplah berupaya dengan tetap mengoreksi diri, mungkin ada kesungguhan yang kurang, atau ada sekelumit niat kurang baik yang mengikuti. Yakini ya nduk, dan teruslah berupaya, karna segala sesuatunya tidak akan menjadi sia-sia, bahkan dalam kegagalan dalam mengupayakan sesuatu ada hikmah serta pengingat untuk menjadi lebih baik lagi.

Nduk nduk,,

Jangan batasi upayamu terhadap hasil semata, luaskan upayamu tidak hanya untuk mendapatkan hasil namun juga pengembangan diri. Jangan pula batasi upayamu untuk mendapatkan pengakuan serta pujian dari orang lain. Persepsi mereka jangan kamu jadikan sebagai penghalangmu untuk tetap berupaya. Seperti kisah beberapa orang buta yang diminta untuk mendeskripsikan apa itu gajah, seorang sambil memegang ekor gajah, mengatakan bahwa gajah berbentuk seperti tali cambunk yang di ujungnya terdapat rambut-rambut halus, lalu orang lainnya memegang bagian telinga, sambil mengatakan bahwa gajah seperti lempengan lunak. Seperti itulah mereka menilai upayamu, hanya yang tampak saja.

Dalam berupaya tidak perlu kamu sebarkan lelahmu, tidak usah kamu teriakkan rintihan dan penatmu. Simpan saja dalam hatimu, jadikan itu sebagai rahasiamu, lalu gumamkan dalam sujudmu, dalam sujudmu kamu berbisik pada bumi namun terdengar hingga ke langit.  Tak perlu khawatir tak ada yang melihat dan mengakuimu, bukankah Tuhan Yang Maha Tahu, telah mengirim sepasang pencatat yang berada di sisi kanan kiri pundakmu, yang dengan setia menemani dan menulis setiap hal tanpa terkecuali. 

Nduk nduk,,, Sungguhkanlah upayamu sebagai bentuk syukurmu akan semua yang telah ternikmati. Lakukanlah karena itu semua adalah tahapanmu untuk menemukan makna dan hikmah dalam hidup.

 

-Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja hanya sekedar bekerja, kera di hutan pun bekerja-

Buya Hamka