Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 26 Mei 2016   09:06 WIB
Jangan mencinta seperti kamu ingin dicintai

"Cintai pasanganmu seperti kamu ingin dicintai"

Kata-kata ini nih yang kagak asing lagi di telinga kita.

Kata-kata ini pula yang membuat kita semakin berhasrat untuk mencintai pasangan kita dengan lebih baik.

 

Tapi tahukah kita, bahwasanya, hal inilah yang membuat banyak orang merasa tidak dicintai oleh pasangannya sendiri, bahkan ketika ditanyakan kepada pasangan tersebut satu sama lainnya, mereka merasa sangat mencintai pasangannya masing-masing.

Nah loh,,,, saling mencintai tapi kenapa kok timbul perasaan tidak dicintai.

Sebenarnya kalo ditelusuri lagi, hal ini pemicunya adalah kalimat di atas itu 

"Cintai pasanganmu seperti kamu ingin dicintai"

Kita selama ini terjebak dengan definisi mencintai menurut versi kita, tidak mencintai menurut versi pasangan kita. Hal ini jelas berbeda sudut pandang dan tindakannya juga. Atau kita belum memahami betul hakikat mencintai yang sesungguhnya.

Umumnya,

Seorang pria dalam menyelesaikan masalah cenderung bertipe obat nyamuk bakar, yang mengarah ke dalam, setiap ada masalah mereke mencoba untuk menyederhanakan variabel-variabel masalahnya hingga ketemu dengan satu variabel masalah utamanya, Nah, berbeda dengan Seorang Wanita, dalam menghadapi masalah mereka cenderung bertipe obat nyamuk bakar, yang mengarah keluar, ketika ada masalah, variabel-variabel masalah semuanya dipaparkan secara jelas, dicari keragaman variabel masalahnya.

Efeknya nih,ketika kita para pria buat sebuah kesalahan sama pasangannya, maka sudah pasti semua masalah yang sudah sudah, pasti akan diungkit lagi, dibahas lagi dan menjadi hal amat sangat complicated sekali,, hehe bener kagak?

 

kemudian,

Seorang pria akan jarang untuk bercerita secara gamblang terutama ketika ada masalah, malah akan cenderung cerita ke pasangannya ketika masalah tersebut sudah terselesaikan, berbeda dengan seorang wanita, mereka cenderung akan bercerita suatu hal terutama masalahnya secara detail, aktual, langsung saat setelah kejadian, dan bagi pria pasangannya harus siap-siap mendengarkan dengan seksama. Bahkan mitosnya, mereka tidak butuh dengan solusi masalah mereka, yang mereka butuhkan hanya sikap para pasangannya untuk mendengarkan. hehe bener kagak?

Nah nah dari sini sudah kelihatan kan,

Kalau kita mencintai pasangan kita seperti kita ingin dicintai, maka kelarlah sudah...

contoh nih,

Ketika si wanita lagi ada masalah, kemudian cerita ke pasangannya, belum kelar ceritanya, pasangannya udah bilang "sayang, udahlah,, masalah kayak gini nih tuh gag perlu dibesar-besarin, wong cuma hal kecil gt aja kok malah diceritain sampek-sampek dipermasalahin gitu." hmm sering terjadi tuh. sekali lagi bagi para kaum adam, wanita hanya ingin didengarkan kok. hehe

kemudian contoh lain,

si suami pulang kerja dengan wajah lesu lunglai, rambutnya udah amburadul dasinya udah miring-miring gag jelas, tiba-tiba istrinya bukain pintu, kaget, trus dengan sigapnya langsung diberondol dengan pertanyaan

"sayang kenapa?"

"sayang gag apa-apa kan?"

"Crita dong sayang, siapa tau istrimu ini bisa bantu menyelesaikan masalah mu"

"ayok dong sayang cirta ya..."

---

nah dari sini udah jelas kan, kalo kita sering salah dalam mencintai pasangan, kita sering menempatkan posisi di posisi yang kurang tepat.

Sejatinya, mencintai adalah menerima, ketika kita mampu menerima maka kita akan lebih memahami dalam mencintai. Karena mencinta tidak seegois bagaimana kita ingin dicinta, tapi mencinta adalah proses menerima dan mengerti.

Karya : Wildan Muhlison