Kalah Sebelum Perang #54 #VirusMenulis

Dani Kaizen
Karya Dani Kaizen Kategori Motivasi
dipublikasikan 10 Juni 2016
Kalah Sebelum Perang  #54  #VirusMenulis

 

Jika kita berbicara tentang kekalahan, maka di dunia ini tak ada orang yang suka dengan kekalahan. Kita biasanya selalu ingin menang terus, walaupun pada kenyataannya tidak mungkinlah kita menang terus menerus. Suatu hari pasti kita akan dikalahkan oleh orang lain. Bisa kalah karena lawannya lebih kuat dan hebat atau bisa juga kalah karena “kesombongan” diri kita sendiri (malas latihan dan juga meremehkan lawan).


Mengapa orang-orang tak suka dengan kekalahan?  Mungkin karena kekalahan itu membuat hati kita jadi sedih dan sakit. Bahkan banyak orang yang suka protes dan ngamuk-ngamuk(baca : merusak), ketika dirinya atau teamnya  kalah dalam suatu pertandingan yang di ikutinya.  Mereka tidak rela kalau orang lain yang menang, kepenginnya dirinya yang harus jadi pemenang dan menjadi juara satu.

 

Padahal dalam suatu pertandingan/kompetisi, menang dan kalah adalah wajar dan memang begitulah peraturannya. Siapa yang siap(disiplin latihan) merekalah yang akan menang. Dan siapapun dia yang tidak siap(malas latihan), maka kemungkinan besar dia akan “dibantai” dan kalah dalam suatu pertandingan. 

 

Ada juga orang-orang yang “kalah sebelum perang”, maksudnya adalah dia kalah sebelum bertanding. Mentalnya sudah jatuh dulu sebelum mengikuti pertandingan. Orang yang kalah sebelum perang itu sering disebut juga dengan PENGECUT.  Seorang yang pengecut itu tak punya keberanian alias nyalinya tak ada. Mungkin saja dia badannya besar, tapi nyalinya sungguh kecil. Atau mungkin saja dia pintar dan hebat, tapi sayangnya dia tak punya keberanian.  

 

Seorang pengecut itu selalu punya “banyak  alasan” untuk tidak mengikuti suatu pertandingan. Jika ada orang lain yang mengajak dia untuk mengikuti kompetisi/pertandingan, maka jawabannya pasti penuh dengan berbagai alasan . Alasan-alasan yang dia ucapkan sekedar hanya untuk menutupi KETAKUTAN dia mengikuti suatu pertandingan. 

 

Begitupun juga ketika ada "tantangan" untuk menulis selama #30 hari nonstop, orang yang pengecut selalu punya banyak alasan untuk tidak mengikuti tantangan menulis tersebut. Dalam pikirannya, menulis itu adalah pekerjaan yang sulit dan tidak menyenangkan. Walaupun sebenarnya, menulis itu awalnya saja yang sulit. Tapi kalau kamu sudah terbiasa, maka menulis itu menjadi mudah dan menyenangkan. Memang pada mulanya, kamu harus “memaksakan” dirimu untuk segera “mulai praktik menulis”. Minimal tulislah judulnya saja terlebih dulu. Karena dengan menulis sebuah judul, itu akan membuat pikiran kamu punya bayangan, apa-apa yang harus nanti kamu tuliskan.

 

Kalau kamu masih merasa bahwa menulis itu sulit, saya punya tips agar kamu dalam menulis bisa mengalir lancar. Tips menulisnya cuma ada tiga saja, yang pertama adalah : “Menulislah apa yang kamu sukai/hobi kamu.” Yang kedua adalah “Menulislah apa yang kamu kuasai/keahlian kamu.” Dan yang ketiga adalah “Menulislah apa yang pernah kamu alami/pengalaman hidup kamu.”

 

Mantra sukses menulis : Menulislah SEKARANG JUGA! Gak pakai NANTI/banyak alasan dan juga gak pakai NANTI/suka menunda-nunda.

 

Dan ingatlah kata-kata dibawah ini : 

"Seorang PENGECUT/PECUNDANG, dia menutupi KETAKUTANnya dengan banyak alasan dan suka menunda-nunda.  Seorang PEMENANG/SANG JUARA, dia menerima dan menghadapi tantangan dengan KEBERANIAN yang luar biasa." (Dani Kaizen)

 

Penulis : Dani Kaizen - http://www.inspirasi.co/DaniKaizen
 
 
 
 
 
 

 *Baca juga tulisan di bawah ini : 

"Hakikat Waktu #53" => https://www.inspirasi.co/post/details/16328/hakikat-waktu--53

 

  • view 140