Hakikat Waktu #53

Dani Kaizen
Karya Dani Kaizen Kategori Motivasi
dipublikasikan 10 Juni 2016
Hakikat Waktu  #53

 

Apakah benar waktu itu adalah uang? Ataukah waktu itu lebih berharga daripada uang? Atau justru kamu punya pendapat sendiri tentang apa itu waktu? Dan saya yakin bahwa semua orang punya pendapatnya sendiri-sendiri tentang makna dan "hakikat waktu" dalam kehidupan di dunia ini. 


Dan mungkin untuk sebagian orang yang sedang “gila kerja”/kecanduan kerja, waktu itu sama dengan uang. Karena ketika mereka memanfaatkan waktunya untuk bekerja dan bekerja terus, maka uang akan lebih banyak didapatkannya. Orang kalau sudah kecanduan bekerja, maka terkadang mereka sampai lupa untuk makan dan istirahat. Bahkan waktunya mereka untuk tidur, tapi mereka gunakan untuk menyelesaikan pekerjaannya alias lembur.


Ada juga “orang bijak” yang punya pemikiran berbeda tentang waktu, mereka berpikir  bahwa waktu itu bukanlah uang, karena waktu itu lebih berharga daripada uang. Waktu itu tak ternilai harganya. Karena berapapun uang yang kamu miliki, uang itu tak akan bisa untuk membeli waktu. Dan waktu yang telah berlalu tak akan mungkin kembali lagi kepada dirimu. Makanya, waktu itu bagi mereka sangat berarti dan bermakna. Mereka/orang bijak menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin untuk hal-hal kebaikan yang bermanfaat.

 

Waktu bagi seorang “penggangguran’ juga berbeda maknanya. Bagi mereka waktu itu ya biasa saja. Tak ada bedanya waktu hari senin atau hari minggu. Mereka bebas menggunakan waktunya terserah mereka. Karena waktu mereka sangat banyak dan mereka juga tak punya pekerjaan yang harus diselesaikan. Seorang penggangguran itu biasanya waktunya dihabiskan hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, contohnya setiap hari waktunya digunakan hanya untuk nonton TV dan suka banget tidur dipagi hari (sebab, dia kalau malam sukanya begadang.... hehehe......).

 

Dan bagi saya, waktu adalah kenikmatan Tuhan yang paling  berharga dan paling layak disyukuri. Kenapa paling berharga? Ya karena waktu  adalah sebuah anugerah dan “kesempatan” untuk diri saya berbuat kebaikan di dunia ini. Dan mengapa paling layak disyukuri? Ya karena , Tuhan masih memberi kesempatan kepada saya untuk hidup sampai di hari ini. *Terimakasih Tuhanku.

 

Teman-temanku semuanya, sudahkah kalian bersyukur kepada Tuhan di hari ini? Bersyukur dan berterimakasih, karena sampai hari ini masih diberi waktu oleh Tuhan untuk hidup di dunia yang indah ini. Gunakanlah waktu yang masih tersisa di dunia ini dengan sebaik mungkin. Lakukanlah hal-hal kebaikan dan bermanfaat dengan hati yang bahagia. Dan jangan biarkan waktumu berlalu begitu saja. Karena waktu yang telah lewat tak mungkin kembali lagi kepadamu. Nikmatilah setiap episode kehidupan yang hadir di dalam kehidupanmu saat ini.

 

Ingatlah teman, waktu itu begitu cepat berlalu. Dan waktu hidupmu di dunia ini juga hanya sebentar dan sementara saja. Jangan gunakan waktumu untuk berbuat hal keburukan dan merugikan orang lain. Percayalah, karena “setiap perbuatan itu pasti akan kembali lagi kepada pembuatnya”. Jika kamu berbuat kebaikan, maka kebaikanlah yang akan kembali lagi kepadamu. Dan begitupun juga ketika kamu berbuat keburukan, maka keburukanlah yang akan kembali lagi kepada dirimu.

 

Apa yang kamu tanam, itulah yang akan kamu panen. Dan apa yang kamu perbuat, itulah yang akan kamu dapatkan. Makanya, mulai hari ini, “tanamlah kebaikan”, agar nantinya kamu akan “memanen kebaikan” juga.

 

*Alhamdulillah........terimakasih Tuhan....... :-)

 

Penulis : Dani Kaizen - http://www.inspirasi.co/DaniKaizen
 
 
 
 
 

 *Baca juga tulisan di bawah ini : 

"Menulislah Sekarang Juga! (Jilid 2)  #52" => https://www.inspirasi.co/post/details/16278/menulislah-sekarang-juga-jilid-2----52--virusmenulis-