Tertipu Oleh Diri Sendiri #25

Dani Kaizen
Karya Dani Kaizen Kategori Motivasi
dipublikasikan 02 Juni 2016
Tertipu Oleh Diri Sendiri   #25

 
 
Semakin kita berilmu agama dan banyak amal, maka kita akan semakin mudah untuk terpeleset jatuh menjadi ujub/sombong, kesombongan yang sering tidak kita sadari. Ilmu agama yang kita punya biasanya hanya untuk menyerang pendapat/pemikiran orang lain yang berbeda dengan diri kita. Amal-amal ibadah yang kita kerjakan hanyalah untuk mendapatkan pujian dari orang lain saja. Agar kita ini dianggap sebagai orang islam yang benar, yaitu orang islam yang sudah sesuai dengan tuntunan kitab suci Al-Qur'an dan sunnah Rosul/hadist nabi. 

 
 
Kita sering tertipu oleh diri kita sendiri, yaitu tertipu oleh segala ibadah dan amal sholeh yang telah kita kerjakan selama ini. Kita merasa sudah paling beriman, sehingga suka sekali mengkafirkan orang lain yang berbeda agama atau berbeda kelompok dengan kita. Kita juga merasa paling baik amalnya, sehingga kita jadi angkuh dengan orang lain yang amalannya tidak seperti diri kita. Kita jadi jijik untuk bergaul dengan orang-orang yang belum menjalankan syariat islam dengan sempurna, kita hanya mau bergaul dengan orang-orang dalam kelompok kita saja yang sama pemikirannya.
 
 
 
Kita merasa menjadi orang yang paling beriman dan paling baik dari pada orang lain. Omongan kita biasanya bertaburan dengan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang kita gunakan hanya untuk menyerang orang lain dan sebagai pembenaran diri sendiri. Dakwah kita isinya hanyalah caci maki dan kata-kata kasar kepada orang lain, yang malah membuat orang lain jadi sakit hati dan dendam kepada diri kita. Kita hobi banget menyebar kebencian dan permusuhan dengan orang lain yang berbeda pemahaman/beda kelompok dengan kita. 
 
 
 
Kerjaan kita setiap hari hanya dakwah kesana kemari untuk membuat orang lain menjadi seperti diri kita(baca : seragam/satu pemikiran dan satu kelompok). Yaitu diri kita yang merasa sudah mendapat hidayah dan menjadi orang yang paling alim dan sholeh. Kalau ada teman muslim kita yang tidak sholat,  langsung kita ceramahi dengan kata-kata ancaman masuk neraka jahanam. Kalau ada orang lain yang cara sholatnya berbeda, kitapun langsung tuduh dia berbuat bid'ah yang menyesatkan. 
 
 
 
Begitupun juga kalau kita itu adalah seorang wanita yang sudah mulai berhijab, kalau melihat ada teman wanita muslimah kita yang belum berhijab, kita jadi alergi untuk bergaul dengan mereka. Dalam hati, kita merasa sudah tidak level bergaul dengan mereka, kita merasa sudah berpakaian yang paling benar dan teman kita berpakaiannya salah. Terkadang hati kita juga masih sebal lihat teman muslim wanita yang sudah berhijab, tapi hijabnya berbeda dengan hijab yang kita pakai selama ini. Hijab mereka terlalu modern dan tidak sesuai dengan syari'ah islam alias hijab mereka bukan hijab syar'i. 
 
 
 
 
=> Yuk kita semua untuk introspeksi diri , melihat ke dalam diri sendiri, luruskan niat ibadah dan amal sholeh kita. Agar ibadah dan amal kita itu menjadi lebih ikhlas dan diridhoi oleh Tuhan. Teruslah memperbaiki diri sendiri terlebih dulu, jangan mudah menuduh sesat aliran agama orang lain. Dan jangan suka berprasangka buruk dengan cara ibadah/cara berpakaian orang lain. Kita semuanya sebenarnya sedang belajar, mari kita sama-sama belajar menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan didunia ini. :-)
 

 

 

 
Penulis : Dani Kaizen - http://www.inspirasi.co/DaniKaizen
Facebook : https://www.facebook.com/danikaizen.ardiyanto
Blog : http://blogdanikaizen.blogspot.co.id/
 
 
 
*Sumber gambar => http://kmm.uny.web.id/penyakit-hati-mengagumi-diri-sendiri-ujub-part-1.html
 
*Baca juga tulisan di bawah ini : 
 
"Hadiah Terbesar Dari Tuhan  #24" => https://www.inspirasi.co/post/details/15812/hadiah-terbesar-dari-tuhan--24
 
 
 

  • view 99