Mengetahui Kebenaran dan Mengalami Kebenaran #17

Dani Kaizen
Karya Dani Kaizen Kategori Agama
dipublikasikan 31 Mei 2016
Mengetahui Kebenaran dan Mengalami Kebenaran  #17

 
 
Banyak orang didunia ini yang terlalu SOK TAU, merasa diri sudah banyak baca buku, lalu merasa diri punya banyak ilmu. Padahal dia cuma membaca buku saja, dan dia cuma menghapal kata-kata yang ada didalam buku saja. Gayanya seperti orang yang sudah berilmu, tapi anehnya kalau berkomentar sering tidak nyambung dengan apa yang sedang dibahas. Sukanya mengkritik apa yang dilakukan oleh orang lain, apapun prestasi orang lain, selalu saja yang dilihat hanyalah kesalahannya saja. 

 
 
Orang-orang yang sok tau, dia tidak suka dinasehati, kalau ada orang yang menasehatinya, dia langsung tersinggung dan marah-marah. Sungguh malang orang-orang yang sok tau, kemana-mana hanya sibuk mencari musuh dengan mencela kelakuan orang lain yang dibencinya. Karena bagi dia, kebenaran hanyalah miliknya saja, dan kebenaran orang lain semuanya hanyalah palsu dan menyesatkan.
 
 
 
Taukah kamu ? bahwa "mengetahui kebenaran" itu tidaklah sama dengan "mengalami kebenaran". Semua orang bisa saja mengetahui kebenaran, tapi tidak semua orang bisa mengalami kebenaran.  MENGETAHUI KEBENARAN bisa saja kamu dapat dari mendengar apa kata orang/gosip, membaca status facebook, membaca tweet twiter, membaca buku, membaca koran, mendengar radio, menonton TV/Film, menonton video youtube, browsing dirumahnya mbah Google dll.
 
 
 
Sedangkan MENGALAMI KEBENARAN itu hanya bisa kamu rasakan setelah kamu mengalami sendiri peristiwa tersebut. Mengalami kebenaran bisa kamu dapatkan sesudah kamu melakukan pekerjaan tersebut. Contohnya adalah kamu hanya bisa merasakan "kenyang" setelah kamu makan nasi + lauk pauknya, tapi sebaliknya perut kamu tak mungkin kenyang jika hanya dengan melihat gambar/menonton video nasi + lauk pauknya saja.
 
 
 
Kamu akan tau rasanya jeruk itu manis atau asam, yaitu setelah kamu memakannya. Rasa jeruk tak mungkin kamu ketahui, jika hanya dibicarakan ataupun didebatkan saja. Jeruk akan terasa manis/asam, bila kamu sudah memakannya, kalau kamu belum memakannya tapi sudah bilang jeruk itu manis, itu namanya OMDO alias OMong DOang. 
 
 
 
Begitupun juga orang-orang yang hobinya cuma baca kitab suci dan menghapal isinya saja. Mereka bangga dengan bacaan dan hapalannya, tapi dia lupa "memahami" apa sih makna yang terkandung didalam kitab sucinya. Bahkan mereka sering lupa "mengamalkan" apa yang dibaca/dihapalkannya, mereka pintar banget menggunakan ayat2 suci untuk menyerang pendapat orang lain yang berbeda dengan dirinya. Mereka suka sekali menyalahgunakan ayat2 suci hanya untuk "pembenaran" dirinya sendiri, dan rajin mengutip/meng-copas ayat2 suci untuk menyalahkan perbuatan orang lain saja.
 
 
 
Jika kamu setiap hari cuma "membaca dan menghapal" kitab sucimu saja, maka itu hanya akan membuatmu "mengetahui kebenaran" belaka. Tapi jika kamu "memahami dan mengamalkan" ajaran didalam kitab sucimu dengan baik, maka akan membuatmu "mengalami kebenaran" yang sebenar-benarnya. Bacalah kitab sucimu dengan hati yang DAMAI, agar kebenaran didalam kitab sucimu tidak kamu salahgunakan untuk menyerang ajaran agama orang lain. Amalkanlah ajaran kitab sucimu dengan BIJAK, agar orang lain merasa aman dan nyaman dengan perilakumu sehari-hari. :-)
 
 
 
 
=> Membaca tulisan saya diatas itu juga baru sebatas "mengetahui kebenaran", dan kebenaran yang sebenar-benarnya("mengalami kebenaran") hanya akan kamu dapatkan setelah kamu melakukan suatu TINDAKAN alias PRAKTEK. :-)

 

Penulis : Dani Kaizen - http://www.inspirasi.co/DaniKaizen

Facebook : https://www.facebook.com/danikaizen.ardiyanto

Blog : http://blogdanikaizen.blogspot.co.id/
 
 
 
*Sumber gambar => http://www.slideshare.net/rizqymahaputra/presentasi-integrasi-iman-ilmu-dan-amal
 
 
*Baca juga tulisan di bawah ini : 
 
"Kebenaran atau Pembenaran?  #16" => https://www.inspirasi.co/post/details/15703/kebenaran-atau-pembenaran--16
 
"Masalahmu Adalah Rezeki Untuk Orang Lain  #18" => https://www.inspirasi.co/post/details/15760/masalahmu-adalah-rezeki-untuk-orang-lain--18