Tidak Semua Bid'ah Itu Sesat #9

Dani Kaizen
Karya Dani Kaizen Kategori Agama
dipublikasikan 25 Mei 2016
Tidak Semua Bid'ah Itu Sesat  #9

 
 
Apa sih bid'ah itu?? mungkin teman-teman ada yang belum tau artinya, menurut yang saya tau bid'ah itu adalah sesuatu hal yang baru atau hal-hal yang belum pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad. Terutama  hal-hal yang berhubungan dengan ibadah kepada Allah di dalam agama Islam. Contohnya dalam ibadah sholat adalah, misalnya sholat shubuh itu kan cuma dua roka'at, eh karena kita saking semangatnya dalam beribadah, maka kita tambahkan sholat subuh itu menjadi 4 rokaat. Atau misalnya puasa ramadhan itu kan cuma sampai maghrib saja dan kita harus berbuka puasa, eh karena kita masih kuat dan belum lapar, maka berbuka puasanya sehabis isya.

 
 
Apakah kamu pernah baca kalimat seperti ini : "bahwa semua bid'ah/hal yang baru dalam ibadah itu sesat", atau kata-kata ini : "semua bid'ah itu sesat dan menyesatkan". Mereka berpikir, kalau Nabi Muhammad saja tidak pernah mengerjakan, maka semuanya itu termasuk bid'ah yang menyesatkan dan berdosa. Padahal menurut pendapat saya, bahwa tidak semua bid'ah itu sesat dan menyesatkan, ada juga bid'ah hasanah alias bid'ah ynag baik. Contoh bid'ah yang baik dalam soal ibadah adalah adzan/iqomat sholat mengunakan pengeras suara(dulu cuma pakai mulut doang), belajar membaca Al-Qur'an menggunakan MP3 atau DVD (dulu gak pakai MP3 dan DVD). berangkat haji menggunakan pesawat terbang (dulu cuma naik onta, bahkan ada yang berjalan kaki).
 
 
 
Sebenarnya bid'ah hasanah/baik itu pertama kali dikerjakan adalah oleh sahabat nabi Muhammad yaitu oleh Umar bin khatab, yaitu saat jaman khalifah Abu Bakar ash Shiddiq. Ceritanya pada waktu terjadi perang yang besar dan banyak para "penghafal Al-Qur'an" yang mati terbunuh, dan itu membuat khawatir Umar bin khatab, yaitu bisa-bisa nantinya akan habis/mati semuanya orang-orang yang hapal Al-Qur'an dan maka Al-Qur'an akan hilang ditelan jaman.
 
 
 
Maka Umar memberi saran kepada Abu bakar agar mengumpulkan dan menulis Al-Qur'an menjadi satu buku (Waktu jaman nabi Muhammad masih hidup, ayat-ayat Al-Qur'an itu memang belum menjadi satu buku). Maka jawab Abu bakar kepada Umar : "Bagaimana mungkin aku akan berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam??", maka Umar berkata kepadaku(Abu Bakar), bahwa : "Demi Allah, ini adalah demi kebaikan dan merupakan kebaikan", dan ia terus meyakinkanku sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku setuju, maka kini aku sependapat dengan Umar untuk mengumpulkan dan menulis Al-Quran menjadi satu buku." 
 
 
 
Maka saat jaman khalifah Ustman bin Affan ,Al-Quran mulai dibukukan menjadi satu buku/kitab, agar umat Islam mudah mempelajari ajaran di dalam kitab sucinya. Coba bayangkan kalau Al-Qur'an masih berserakan di tempat-tempat yang beraneka macam, ada yang di batu, di tulang, di daun, di tembok, dan lain-lain. Maka kita sebagai umat Islam jaman sekarang pasti akan sangat sulit mempelajarinya.
 
 
 
Bid'ah hasanah/baik yang lainnya adalah ketika kitab suci AlQur'an diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa yang ada di dunia ini, padahal dulu banyak ulama yang menentangnya, karena menerjemahkan Al-Quran itu menurut mereka adalah dosa. Sekarang bahkan di jaman internet ini, membaca dan mempelajari Al-Qura'an bisa melalui HP, Smart Phone, BB, LapTop, ataupun Komputer.
 
 
 
Bid'ah hasanah/baik yang lainnya adalah ketika sahabat Umar mengumpulkan orang-orang yang sholat isya untuk sholat Tarawih berjamaah di masjid satu bulan full. Karena menurut Umar: "Daripada orang-orang sholat tarawih sendiri-sendiri di masjid, lebih baik sholat berjama'ah saja biar rapi dan baik". Padahal pada waktu jaman Nabi Muhammad, beliau cuma sholat tarawih di masjid cuma 3 kali saja, kemudian sholat tarawih di rumah. Nabi Muhammad mempunyai alasan yaitu agar nantinya umatnya tidak beranggapan bahwa sholat tarawih itu wajib di masjid. Karena sebenarnya sholat tarawih itu adalah sholat sunnah, bukan sholat wajib.
 
 
 
Waktu jaman khalifah Usman bin Affan pun ada juga bid'ah hasanah/baik yaitu waktu sholat jum'at ada dua kali adzan, padahal jaman nabi Muhammad masih hidup, adzan sholat jum'at itu cuma satu kali saja. Justru yang banyak orang tidak tau adalah bahwa pada jaman nabi Muhammad, adzan shubuh itulah yang dilakukan dua kali adzan, tapi jaman sekarang sholat shubuh adzannya cuma satu kali saja.
 
 
 
Sebenarnya banyak bid'ah hasanah/baik yang lainnya, tapi saya cukupkan itu saja ya. Contoh yang lainnya silahkan cari sendiri saja di buku-buku sejarah Islam yang popular.
 
 
 
Banyak muslim yang takut melakukan hal-hal baik yang mereka anggap bid'ah, padahal kebaikan itu tidak pernah dilarang oleh Nabi Muhammad. Ada orang yang melarang mauludan/memperingati hari kelahiran nabi Muhammad, katanya itu tidak pernah dilakukan oleh nabi Muhammad. Sebenarnya tujuan mauludan kan itu baik yaitu untuk lebih mengenal sosok teladan kita yaitu nabi Muhammad. Ada juga yang melarang ziarah kubur, katanya itu bid'ah dan musyrik. Padahal tujuan ziarah kubur itu kan agar kita ingat kematian yang bisa datang kapan saja dia mau. Dan juga untuk mendoakan orang yang telah mati di kuburan.
 
 
 
Sebenarnya kita terlalu banyak berprasangka buruk kepada ibadah orang lain, sedikit sedikit mengatakan orang lain melakukan BID'AH, gampang banget mengKAFIRkan orang lain,  mudah tersinggung dan cepat banget marah-marah kalau ada orang lain yang melakukan ibadah, tapi caranya tidak sama dengan ibadah yang kita kerjakan selama ini.
 
 
 
Taukah kamu? Tanpa kita sadari, sesungguhnya kita sering melakukan "bid'ah yang buruk", yaitu hal-hal yang tidak pernah dilakukan oleh nabi Muhammad. Contohnya adalah kita sering mencaci-maki cara ibadah orang lain, padahal nabi Muhammad tidak pernah mencaci-maki orang lain. Kita sering ber-ghibah dan memfitnah saudara seiman yang lain kelompok, padahal nabi Muhammad tidak pernah ber-ghibah apalagi memfitnah orang lain. Kita sering mengkafirkan orang lain yang berbeda pemikiran/pendapat dengan pendapat kita, padahal nabi Muhammad tak pernah mengkafirkan orang lain. Nabi Muhammad adalah orang yang paling baik akhlaknya, tapi kita justru seringnya melakukan hal-hal buruk yang tak pernah dilakukan oleh nabi Muhammad.
 
 
 
=> Intinya adalah sebenarnya bukan bid'ah yang membuat kita sesat, tapi "prasangka buruk" kitalah yang selama ini meng-hipnotis kita menjadi manusia yang gampang terprovokasi oleh orang lain. Sehingga kita beranggapan bahwa semua bid'ah itu adalah sesat dan menyesatkan. Padahal banyak banget bid'ah hasanah/baik yang sering kita lakukan tapi kita tak menyadarinya selama ini. Contohnya apa ya ? ya cari sendiri saja deh, kan kamu sudah besar dan cerdas.........wkwkkwkkw :-P
 

 

 

Penulis : Dani Kaizen - http://www.inspirasi.co/DaniKaizen
Facebook : https://www.facebook.com/danikaizen.ardiyanto
Blog : http://blogdanikaizen.blogspot.co.id/
Instagram : https://www.instagram.com/danikaizen/
 
 
 
 
*Sumber gambar => http://blogkaruhun.blogspot.com/2015/01/larangan-vonis-kufur-kepada-muslim.html
 
 
 
*Baca juga tulisan di bawah ini :
 
"Si Pencuri Sholat dan Si Tukang Sholat #8" => https://www.inspirasi.co/post/details/15191/si-pencuri-sholat-dan-si-tukang-sholat--8
 
"Kesombongan Yang Sering Tidak Kita Sadari #10" => https://www.inspirasi.co/post/details/15193/kesombongan-yang-sering-tidak-kita-sadari--10