Mabok Agama #7

Dani Kaizen
Karya Dani Kaizen Kategori Agama
dipublikasikan 25 Mei 2016
Mabok Agama  #7

 
 
Kita lahir ke dunia ini, sebenarnya hanya mewarisi agama kedua Orang Tua kita sendiri. Kalau kedua Orang Tua kita beragama Islam, maka kita pun akan ikut beragama Islam juga. Jika kedua Orang Tua kita beragama kristen, maka kita pun sebagai anaknya akan ikut beragama kristen. Semasa kita kecil, kita terus dicecoki dan didoktrin hanya dengan pemahaman agama yang dianut oleh kedua Orang Tua kita. Sebagai anak kecil, kita tak bisa memilih agama kita sendiri, karena pemikiran kita belum sampai ke sana. Baru kemudian ketika kita telah dewasa dan sudah banyak buku-buku yang kita baca, sudah banyak bergaul dengan teman-teman yang berpikir terbuka dan kritis. Maka kita mulai mempertanyakan agama yang kita anut selama ini.

 
 
Kebanyakan penganut agama yang "terlalu fanatik" akan menganggap bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang paling benar dan diridhoi oleh Tuhan. Agama orang lain yang berbeda dengan agama dia itu pasti salah, sesat dan juga menyesatkan. Banyak manusia saling berdebat dan bertengkar hanya karena mempertahankan kebenaran versi agamanya sendiri, padahal yang dibelanya adalah bukan kebenaran, tapi cuma PEMBENARAN pendapatnya sendiri. Saling serang dan hujat dengan ayat-ayat suci sebagai pembenaran pemikirannya saja. Kebencian kepada orang lain yang berbeda pemikiran dengannya, membuat dia kehilangan akal sehatnya, sehingga yang terlihat dari orang lain hanyalah kesalahan dan keburukannya saja.
 
 
 
Jika kita sudah terlalu fanatik kepada agama kita sendiri , maka kita akan mengalami yang namanya "MABOK AGAMA", yaitu suatu keadaan dimana kita merasa diri paling benar dan paling baik sendiri. Bagaimanapun juga yang namanya mabok pasti menyusahkan diri sendiri, dan juga membuat repot orang lain. Bahkan bila maboknya sudah berlebihan, maka bisa mencelakakan diri sendiri dan juga orang lain. Semua orang pasti sudah tau, kalau orang mabok itu kesadarannya hilang dan bisa berbuat hal-hal yang memalukan diri sendiri dan juga bisa mencelakakan orang lain.
 
 
 
Kalau orang sudah "mabok agama", maka mereka setiap hari sibuk banget dengan dakwah/menyebarkan ajaran agamanya kepada orang lain, kalau dakwahnya dengan cara yang baik, itu sih bagus dan malah dianjurkan. Tapi orang yang mabok agama itu dakwahnya dilakukan dengan cara yang buruk dan kasar. Mereka berdakwah dengan "penuh kebencian dan permusuhan" kepada orang lain, sukanya mengkritik dan membantah ajaran agama/kelompok orang lain yang berbeda. Hobinya berdebat dengan orang lain, dan kalau berkomentar suka meng-copas ayat suci untuk menyerang pihak lain. Bagi mereka, kebenaran adalah milik mereka sendiri, kebenaran orang lain itu palsu dan menyesatkan. 
 
 
 
Dan yang lebih parah lagi adalah kalau orang sudah mabok agama, maka mereka menjadi kehilangan akal sehatnya, sehingga perkataan dan perbuatannya hanya menimbulkan sakit hati dan dendam dihati orang lain. Mereka gampang sekali tersinggung, mudah sekali marah-marah, suka membantah, dan sering mengancam dengan kekerasan kepada orang lain. Mereka tak suka dengan perbedaan, maunya semuanya harus sama/seragam dengan pemikiran mereka. Kebenaran versi mereka adalah kebenaran yang mutlak, tidak boleh diganggu gugat dan direvisi. 
 
 
 
=> Yuk kita introspeksi diri sendiri dulu, apakah selama ini kita sadar dalam beragama, atau jangan-jangan kita selama ini sudah sampai taraf "mabok agama"???

 

 

Penulis : Dani Kaizen - http://www.inspirasi.co/DaniKaizen
Facebook : https://www.facebook.com/danikaizen.ardiyanto
Blog : http://blogdanikaizen.blogspot.co.id/
Instagram : https://www.instagram.com/danikaizen/
 
 
 
 
*Sumber gambar => http://1cak.com/495942
 
 
*Baca juga tulisan di bawah ini :
 
" 7 Kesalahan Fatal Dalam Beragama #6" => https://www.inspirasi.co/post/details/15189/7-kesalahan-fatal-dalam-beragama--6
 
"Si Pencuri Sholat dan Si Tukang Sholat #8" => https://www.inspirasi.co/post/details/15191/si-pencuri-sholat-dan-si-tukang-sholat--8