7 Kesalahan Fatal Dalam Beragama #6

Dani Kaizen
Karya Dani Kaizen Kategori Agama
dipublikasikan 25 Mei 2016
7 Kesalahan Fatal Dalam Beragama  #6

 
 
Taukah kamu? Bahwa kita sering melakukan kesalahan yang fatal dalam beragama, namun sering kita tidak menyadarinya selama ini. Hanya dengan pikiran yang terbuka/open mind dan berjiwa besar, kita akan bisa belajar dari kesalahan-kesalahan dalam beragama tersebut. Inilah 7(tujuh) kesalahan fatal dalam beragama yang sering membuat banyak penganut agama saling berdebat, bertengkar, saling menghujat, bahkan saling menghalalkan darah orang lain untuk ditumpahkan alias membunuh demi nama agamanya.

 
 
7 Kesalahan fatal dalam beragama, yaitu : 
 
1. AGAMA AKULAH YANG PALING BENAR.
2. AGAMA AKULAH YANG PALING BAIK.
3. MERASA DIRI PALING BERTAQWA.
4. MERASA DIRI PALING BERIMAN.
5. MERASA DIRI PALING BAIK AKHLAKNYA.
6. KELOMPOKKU/ALIRANKU ADALAH YANG PALING BENAR SENDIRI.
7. PEMIKIRANKU/PENDAPAT AKULAH YANG PALING BENAR.
 
 
 
Oke, marilah kita perjelas satu persatu "7 kesalahan fatal dalam beragama" yang sudah saya tulis di atas tadi. Bacalah dengan pikiran yang terbuka dan jiwa yang besar, agar kamu nantinya mudah mendapatkan pemahaman yang seutuhnya. Dan "kosongkanlah gelasmu" terlebih dahulu, agar nanti pikiranmu bisa menerima pelajaran berharga yang bermanfaat untuk kehidupan beragamamu.
 
 
 
1. AGAMA AKULAH YANG PALING BENAR
 
Pernahkah kamu lihat orang beragama yang dengan "angkuhnya" merasa diri bahwa agamanyalah yang paling benar didunia ini??  Mereka bangga sekali mengutip ayat-ayat suci didalam kitab sucinya untuk menyerang orang-orang yang berbeda agama dengan dirinya. Mereka merasa agama yang dianutnyalah adalah agama yang diridhoi oleh Tuhan, dan agama orang lain itu salah, sesat dan menyesatkan.
 
 
Mereka hobi sekali berdebat dan bertengkar dengan orang yang berbeda agama dengan dirinya. Dan dijaman internet ini, mereka sering share/berbagi link-link HOAX(Baca : berita bohong) yang penuh dengan nada kebencian dan permusuhan. Komentar-komentarnya isinya cuma menyalahkan orang lain dan merasa diri paling benar. Dalil dan pendapat apapun yang dikeluarkan oleh orang lain pasti akan selalu disalahkan dan dibantah dengan meng-copas "terjemahan ayat suci" di rumahnya Mbah Google. Mereka setiap hari terlalu sibuk mencari-mencari kesalahan orang lain, sampai lupa untuk instrospeksi diri dan memperbaiki dirinya sendiri. 
 
 
 
2. AGAMA AKULAH YANG PALING BAIK
 
Sesungguhnya semua agama di dunia ini adalah baik, karena semua agama pasti mengajarkan tentang kebaikan. Hanya orang-orang yang "terlalu fanatik" kepada agama sendirilah yang menganggap bahwa agamanyalah yang paling baik di dunia ini. Mereka menganggap agama orang lain yang berbeda itu adalah agama yang buruk dan agama yang tidak diridhoi oleh Tuhan. *Ingatlah, ketika kita merasa diri bahwa agama kitalah yang paling baik, maka kita akan menjadi sering berburuk sangka dengan agama orang lain. 
 
 
Sebenarnya perbuatan diri kita sendirilah yang akan membuat agama kita menjadi buruk, karena kelakuan kita terkadang sering bertentangan dengan ajaran agama kita sendiri. Agama mengajarkan "berbuatlah baiklah kepada orang lain, eh kita malahan berbuat jahat kepada orang lain".  Agama mengajarkan "semua orang itu sesungguhnya adalah saudara kita, eh kita malah sukanya menyebar kebencian dan permusuhan kepada orang lain". *Yuk kita semua mulai hari ini, untuk saling menghormati dan saling menghargai, walaupun agama kita berbeda. 
 
 
 
3. MERASA DIRI PALING BERTAQWA
 
Apa sih arti taqwa itu?? arti kata taqwa yang paling popular adalah menjalankan semua perintah Tuhan dan menjauhi/tidak melakukan semua larangan Tuhan. Banyak orang beragama yang justru "tertipu" oleh amalannya sendiri, kepada  Tuhannya dia sungguh luar biasa ibadahnya, semua perintah-NYA ditaatinya. Tapi kepada sesamanya/orang lain dia masih sering berburuk sangka, masih sering menghujat, masih sering menghakimi, bahkan masih sering mem-fitnah kepada orang lain. 
 
 
Sebenarnya kita cuma "merasa" paling bertaqwa, makanya kita bangga sekali memamerkan ibadah kita kepada orang lain. Kita masih butuh pengakuan dari orang lain dan kita juga masih butuh pujian dari orang lain. Sesungguhnya hanya Tuhanlah yang tau kualitas taqwa kita, taqwa kita itu abal-abal atau taqwa yang aseli. Alangkah indahnya kalau ibadah kita kepada Tuhan akan membuat perilaku kita kepada orang lain juga menjadi baik. Karena sebaik-baiknya orang bertaqwa adalah dia yang paling baik akhlaknya kepada sesamanya/orang lain. 
 
 
 
4. MERASA DIRI PALING BERIMAN
 
Orang-orang yang seringnya mengkafirkan orang lain adalah orang-orang yang merasa diri paling beriman, sehingga menganggap orang lain yang berbeda agama dengannya itu adalah kafir semua. Mereka setiap hari terlalu sibuk mengkafirkan orang lain dan bangga banget kalau sudah bisa mengkafirkan orang lain. Mereka merasa sudah beriman dengan benar, padahal imannya masih acak kadul gak karuan. Imannya masih sebatas pikirannya sendiri, karena jika ada pemikiran orang lain yang berbeda dengan pemikirannya, maka orang itu langsung dikafirkan. 
 
 
Keimanan seseorang bukanlah diperlihatkan dengan mengkafirkan orang lain, apalagi sampai menjelek-jelekkan ajaran agama orang lain yang berbeda. Tuhan tidak menyuruh kita untuk selalu mengkafirkan orang lain, Tuhan hanya menyuruh kita untuk beriman kepada-NYA dengan cara yang benar dan baik. Cara yang benar dan baik adalah dengan cara beriman kepada-NYA, tanpa saling mengkafirkan. 
 
 
 
5. MERASA DIRI PALING BAIK AKHLAKNYA
 
Terkadang sering kita merasa lebih sholeh dan merasa lebih baik akhlaknya daripada orang lain, tapi anehnya kita tak menyadarinya. Contohnya adalah ketika kita merasa jijik banget kalau bergaul dengan para pelacur - yg sedang tidak bekerja -, kita menganggap mereka itu sebagai penyakit masyarakat yang harus dijauhi dan disingkirkan dari muka bumi ini. Padahal kita tak pernah tau, mengapa mereka melakukan pekerjaan tersebut. Mungkin saja mereka sangat terpaksa karena memenuhi kebutuhan keluarganya yang miskin atau dipaksa oleh orang lain dengan ancaman dibunuh.
 
 
Kita juga sering merasa sinis dengan orang-orang yang belum bisa beribadah dengan benar, merasa diri SHOLATnya sudah paling benar, tapi masih juga sering menghina orang yang belum sholat. Merasa sudah berHIJAB dengan benar, tapi sering mengejek muslimah yang belum berhijab. Merasa sudah mengikuti sunnah Nabi, tapi perilakunya masih suka menghakimi dan menghujat orang lain yang berbeda dengan kelompoknya. Merasa sudah paling benar mengamalkan kitab sucinya, tapi masih sering mencaci maki dengan penuh kebencian.
 
 
 
6. KELOMPOKKU/ALIRANKU ADALAH YANG PALING BENAR SENDIRI
 
Orang-orang yang terlalu fanatik kepada kelompoknya/alirannya/organisasinya pasti merasa kelompoknya adalah yang paling benar sendiri. Peraturan dalam kelompoknya adalah seperti "firman Tuhan" yang harus selalu ditaati, jika tidak ditaati, maka akan dikafirkan oleh kelompok tersebut. Mereka selalu merasa paling benar sendiri, apapun yang dikatakan oleh kelompok orang lain, pasti disalahkan terus. Apapun ibadah yang dilakukan oleh orang lain, jika itu berbeda, pasti akan dicap sebagai bid'ah yang menyesatkan.
 
 
Mereka suka sekali menyebarkan kebencian dan permusuhan di dalam pengajiannya, para pemimpinnya suka sekali mengutip ayat-ayat suci hanya untuk menyerang kelompok orang lain. Bagi mereka kelompok orang lain yang berbeda adalah musuh yang harus dibasmi, maka halal darahnya/dibunuh. Mereka rajin berdakwah tapi dengan cara yang buruk dan merusak. Mereka suka sekali marah-marah, mengancam dan mengkafirkan kelompok yang lainnya. 
 
 
 
7. PEMIKIRANKU/PENDAPAT AKULAH YANG PALING BENAR
 
Kalau kita baru "mengetahui kebenaran', kita biasanya suka petantang-petenteng memamerkan kebenaran versi kita sendiri. Ibaratnya dalam seni beladiri Taekwondo/Karate kita baru saja masuk latihan dan masih sabuk putih(sabuk pemula), tapi kita sudah merasa jagoan, setiap orang ditantang untuk berkelahi. Padahal kita belum pernah bertanding dalam suatu pertandingan yang resmi, cuma latihan saja, itupun baru latihan dasar saja. 
 
 
Begitupun juga orang-orang yang baru "mengetahui kebenaran" dari membaca terjemahan kitab suci saja atau dari pengajian kelompoknya sendiri. Mereka merasa pemikiran/pendapatnyalah yang paling benar sendiri, pendapat orang lain selalu disalahkan. Pemikiran mereka terlalu sempit dan kaku, sehingga jika ada kebenaran dari orang lain, selalu saja dibantah dan disalahkan. Sebaliknya pendapat mereka tidak boleh dikritik, apalagi sampai disalahkan, kalau sampai pendapat mereka disalahkan, mereka langsung marah-marah dan mengancam orang lain dengan kekerasan. 
 
 

*******************************************************************************************
 
 
 
=> Setiap manusia pasti pernah berbuat salah, ada kesalahan yang tak sengaja dan ada juga kesalahan yang disengaja. Tidak semua kesalahan itu buruk, ada juga kesalahan yang memang harus kita alami dalam kehidupan ini, agar dengan kesalahan itu, kita bisa mengambil hikmah/pelajaran hidup yang berharga. Sebaik-baik kesalahan adalah kesalahan yang bisa membuat hidup kita menjadi lebih baik, yaitu dengan belajar dari kesalahan tersebut dan tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama persis yg pernah kita alami itu.
 


*Selamat menjadi manusia beragama yang lebih baik dan lebih bijak. :-)
 
 
 
Penulis : Dani Kaizen - http://www.inspirasi.co/DaniKaizen
Facebook : https://www.facebook.com/danikaizen.ardiyanto
Blog : http://blogdanikaizen.blogspot.co.id/
 
 
*Sumber gambar => http://akbarwidiawan2.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-dan-fungsi-agama.html
 
 
*Baca juga tulisan dibawah ini :
 
"Agama Adalah Bisnis Ketakutan #5" => https://www.inspirasi.co/post/details/15188/agama-adalah-bisnis-ketakutan--5
 
"Mabok Agama #7" => https://www.inspirasi.co/post/details/15190/mabok-agama--7
 
 

  • view 142