Kosong

Danang Purhadi
Karya Danang Purhadi Kategori Renungan
dipublikasikan 03 November 2016
Kosong

Lagu haru tentang cinta mendayu serak dari ponsel. Malam sudah memasuki hari baru, meninggalkan hari kemarin dengan perlahan. Mata masih terbuka, nafas sedikit sesak karena dingin dan asam lambung. Oh, malam begitu tenang, hanya ada aku dan alunan musik, dan diam-diam Tuhan mengintip. Oh, malam begitu tenang, hanya ada aku dengan kepala yang gatal. Oh, malam begitu tenang, hanya ada aku dan bising nyamuk.

Pekan depan, ada beberapa janji yang harus aku lunasi. Memberikan sedikit karya dari jemariku untuk diuji. Tentang kematangan hasil dan memantapkan nyali menggeluti tantangan diri.

Aku masih anak kemarin sore, kata sobatku.

Ya, jawabku.

Ini tengah malam, pagi pasti akan datang.

Nanti sore, aku akan jadi anak sore.

Seperti yang kau bilang, sobat.

Aku anak kemarin sore. Dan hari ini, di sore hari, aku anak kemarin sore untuk esok hari.

Wah, aku lupa. Ada kado yang masih ku simpan untuk dia, yang aku lupa namanya.

Kado ulang tahun berupa buku catatan kecil.

Kertas pembungkusnya usang, sudah tak enak dipandang.

Aku rindu gendingan jawa, lantunan sinden pengiring wayang kulit.

Aku rindu dingin desa, aroma bunga kopi, senja menghampar di persawahan, sedikit gerimis, dan sepiring nasi lauk teri.

Aku rindu hujan, pondokan taman, tangis, dan dirimu kekasih.

  • view 129