Satu Senja

Danang Purhadi
Karya Danang Purhadi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Juli 2016
Satu Senja

Semanis temaram senja muram sore ini, aku katakan apa yang aku maksudkan. Karena aku tak pandai berkata-kata untuk mengatakan maksud yang aku inginkan.

Karena ketika aku banyak berkata, aku sedang mencari makna, mencoba mengerti dan memahami.

Untuk dirimu. Bukankah satu senja saban hari terasa berbeda? Selanjutnya, malammu terasa sama. Dan ketika pagi menyingsing, ada harapan-harapan dirimu yang kau diamkan dalam palsunya kegembiraan raut wajahmu.

Selamat petang, Nona.

Aku di sini menatapmu dalam diam.

Memahami artiku dalam dirimu.

Mencoba memalsukan kegembiraan lain yang kau inginkan.

Satu senja saban hari, tak terhitung perasaan apa yang keluar dari hati dan menembus pori-pori.

Nona, dalam diamku aku mendambamu. Satu senja berbeda dan satu rasa yang sama. Aku merindumu.

  • view 180